JKN Lindungi Ima Sekeluarga Dari Kecemasan Beban Biaya Pengobatan

Selasa, 19 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta program JKN-KIS di Nusa Tenggara Timur.

Peserta program JKN-KIS di Nusa Tenggara Timur.

“Saat sudah ditangani, Dokter dan perawat pun dengan sigap memberi pelayanan yang bagus juga untuk kami. Setelah di IGD, tak lama kemudian, Maglen sudah bisa dipindahkan ke kamar rawat inap. Untungnya, saya sudah sempat mengecek ketersediaan tempat tidur sesuai kelas rawat inap kami. Jadi waktu sudah selesai ditangani di UGD, Maglen bisa langsung dipindahkan ke kamar rawat inap,” jelas Ima.

MEDIASI NTT.COM – Tak dipungkiri lagi, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti banyak membawa manfaat bagi masyarakat, apalagi mereka yang berlatar belakang ekonomi kurang mapan. Begitulah yang dirasakan oleh Ima, yang tengah menunggui anaknya, Maglen, yang sedang dalam perawatan di rumah sakit.Hari ini sudah hari ketiga Maglen dirawat.

“Awalnya Maglen dalam keadaan sehat dan masih beraktivitas seperti biasanya. Namun siang itu, karena kelalaian kami, Maglen  tidak sengaja tersiram air panas. Saya kaget sekali, karena cukup banyak air yang tumpah ke badan Maglen,” ujar Ima mengawali ceritanya, Jumat (01/11).

Mendengar teriakan Maglen, Ima dan keluarganya pun langsung bergegas untuk membawa Maglen ke rumah sakit terdekat. Untungnya saat di IGD prosesnya cepat dan segala arahan juga informasinya jelas, sehingga Maglen pun bisa dengan cepat ditangani.

“Saat sudah ditangani, Dokter dan perawat pun dengan sigap memberi pelayanan yang bagus juga untuk kami. Setelah di IGD, tak lama kemudian, Maglen sudah bisa dipindahkan ke kamar rawat inap. Untungnya, saya sudah sempat mengecek ketersediaan tempat tidur sesuai kelas rawat inap kami. Jadi waktu sudah selesai ditangani di UGD, Maglen bisa langsung dipindahkan ke kamar rawat inap,” jelas Ima.

Walaupun berdomisili di Kabupaten Kupang, Ima tetap terus memantau informasi, mengenai adanya Aplikasi Mobile JKN juga sudah sampai ke desanya. Selama di perjalanan dan di tengah-tengah keadaan panik, Ima sudah mengecek ketersediaan tempat tidur melalui Aplikasi Mobile JKN. Ima juga menjelaskan bahwa ternyata fitur-fitur yang ada di Aplikasi Mobile JKN sudah sangat banyak dan semuanya bermanfaat. Bahkan juga ada fitur yang membantu peserta JKN agar tidak perlu repot ke kantor BPJS Kesehatan, mereka cukup mengakses melalui handphone saja.

“Sudah sejak lama memiliki Aplikasi Mobile JKN, namun jarang untuk mengakses nya. Saya sangat takjub dengan berbagai fitur yang sudah semakin banyak. BPJS Kesehatan sejauh ini terus berinovasi dan mempertimbangkan hal-hal apa saja yang menjadi kebutuhan peserta. Kemudian, dari sisi pelayanan, pihak rumah sakit juga sangat informatif dan membantu memudahkan kami berobat. Meski pakai BPJS Kesehatan, kami dilayani dengan baik dan dijamin penuh biaya berobatnya. Sampai hari ini, Maglen dirawat tidak ada pemberitahuan mengenai batasan rawat inap, dengan artian ia bisa dirawat hingga ia sudah kembali sehat,” ucap Ima.

Dengan proses yang sudah dirasakan oleh Ima, ia benar-benar takjub akan pesatnya perkembangan kualitas layanan BPJS Kesehatan dari masa ke masa. Dulu seingatnya, layanan BPJS Kesehatan belum sebaik saat ini. Ima menjelaskan bahwa Program JKN juga pernah dimanfaatkan untuk menjamin biaya berobat ayah, ibu dan juga adiknya. Mereka juga turut merasakan manfaat jaminan kesehatan ini.

“Bagi saya, Program JKN saat ini merupakan bukti keberpihakan negara kepada rakyat, supaya semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan yang komprehensif. Untungnya kami sekeluarga sudah menjadi peserta Program JKN. Jadi kalau sewaktu-waktu ada yang jatuh sakit, kami bisa berobat tanpa pusing memikirkan biayanya. Mudah-mudahan Program JKN bisa berjalan berkesinambungan dan memberikan perlindungan jaminan kesehatan yang kami butuhkan,” ujar Ima. (ta/fr/ben)

 

Berita Terkait

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao
Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol
PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:30

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:07

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:49

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07