KUPANG, MEDIASINTT.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) meluncurkan program pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis inovasi agroindustri bonggol jagung yang terintegrasi dengan teknik hugelkultur di Kantor Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Jumat.
Program pengabdian masyarakat ini dimotori oleh tim dosen Undana yang diketuai Dewi Elfrida Sihombing, M.Si., bersama anggota I Kadek Yoga Kertiyasa, S.Pt., M.Pt., dan Erry Ersani, M.Pd., serta melibatkan mahasiswa Program Studi Peternakan Undana.
Langkah strategis ini menyasar 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Indah yang dipimpin Nelci N. Seubelan, serta melibatkan Karang Taruna Oesao dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Oesao.
Rangkaian kegiatan meliputi hibah dan instalasi mesin penepung serta pencetak pelet, pelatihan pembuatan pakan ayam KUB berbasis pakan lokal, pembuatan kotak raised bed, hingga penyiapan budidaya jamur janggel beserta diversifikasi produk olahannya.
Program ini memanifestasikan alih teknologi tepat guna berbasis riset keilmuan peternakan langsung ke tengah masyarakat pedesaan. Penerapan teknologi penepungan bonggol jagung dan teknik hugelkultur ini berhasil memangkas ketergantungan peternak terhadap pakan pabrikan yang mahal (Rp455.000 per sak 50 kg) dan harga jagung pipil (Rp8.000/kg), mengubah limbah pertanian mentah menjadi pakan ternak berkualitas, menyuburkan lahan pekarangan yang berkarang dan berkapur, serta membuka peluang usaha produktif baru bagi kaum perempuan desa.
Untuk mengatasi terbatasnya alat produksi pakan mitra, tim PKM Undana menyerahkan hibah sekaligus menginstalasi dua unit mesin produksi di lokasi mitra. Fasilitas tersebut mencakup mesin penepung berkapasitas 80–100 kg/jam berdaya 6,5 HP serta mesin pencetak pelet berkapasitas 100–120 kg/jam berdaya 8 HP.
Tahap uji coba yang dilaksanakan pada 6 September 2026 membuktikan bahwa serangkaian mesin tersebut mampu mengolah limbah bonggol jagung menjadi tepung dan pelet pakan berukuran 4–6 mm secara efektif.
Pada puncak peragaan teknis, peserta dibekali metode pengolahan bonggol jagung melalui penepungan, fermentasi, dan pencampuran formulasi ransum berbasis bahan lokal. Tim Undana memperagakan tiga siklus produksi awal pelet ternak dengan mengintegrasikan alokasi sekitar 10 persen tepung bonggol jagung terfermentasi ke dalam adonan pakan ayam KUB.
Proses pengolahan pakan ternak diakhiri dengan pencetakan pelet serta pengeringan agar produk pakan lokal terdistribusi secara stabil dan efisien.
Di samping sektor peternakan, tim PKM Undana memberikan solusi atas kendala lahan pekarangan Oesao yang berkarang dan berkapur melalui pembuatan empat kotak raised bed berukuran 1 × 2 meter. Lahan tanam dipadukan dengan media organik yang terdiri atas kotoran sapi, serbuk kayu, dan sekam yang difermentasi menggunakan larutan EM4 selama 14 hari. Setelah proses fermentasi media tanam rampung, tim pengabdi bersama warga melanjutkan ke tahap penyemaian bibit sayuran di atas kotak raised bed.
Guna memperluas diversifikasi usaha produktif KWT Mekar Indah, program PKM ini merancang penyiapan media budidaya jamur janggel berbasis limbah bonggol jagung. Media tanam disiapkan dalam kotak khusus sebagai sarana tumbuh jamur yang kaya nutrisi.
Ke depan, jamur janggel hasil panen diproyeksikan untuk diolah menjadi produk pangan bernilai ekonomis tinggi, seperti jamur krispi dan nugget jamur, demi menambah pundi-pundi pendapatan keluarga peternak.
Rangkaian program pengabdian ini disusun secara terstruktur, diawali dengan sosialisasi dan identifikasi kebutuhan mitra pada 6 Mei 2026, finalisasi spesifikasi mesin pada 6 Juni 2026, hingga serah terima hibah alat pada 10 Agustus 2026. Pendampingan berkelanjutan dilaksanakan secara intensif guna memastikan penguasaan teknis warga pascapraktik.
Pada Oktober 2026, tim Undana menjadwalkan pemantauan dan evaluasi (monev) berkala yang berfokus pada evaluasi mutu pelet, pemeliharaan media tanam, serta perawatan mesin agar kemandirian usaha mitra berjalan secara permanen.
Penyelenggaraan PKM ini mempertegas komitmen Undana untuk hadir mengurai permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat pedesaan di Nusa Tenggara Timur. Sinergi antara tim dosen peternakan Undana, KWT Mekar Indah, Karang Taruna, dan Pemdes Oesao menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi interorganisasi. Melalui optimalisasi limbah jagung dan penerapan teknologi ramah lingkungan, Undana siap mengawal transformasi Desa Oesao menuju kawasan agroindustri mandiri yang berdaya saing. (Sri)











