Apner: BPJS Kesehatan Sudah Banyak Membantu Rakyat Indonesia

Minggu, 15 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apner (32), seorang wiraswasta yang sudah menjadi peserta JKN yang ditanggung pemerintah sejak awal tahun 2020.

Apner (32), seorang wiraswasta yang sudah menjadi peserta JKN yang ditanggung pemerintah sejak awal tahun 2020.

“Dengan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan begitu juga dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, masyarakat semakin mudah dan  lebih dekat ketika berobat. Hal ini sangat berdampak baik, karena ketika mengalami sakit sudah tidak perlu pusing untuk mencari fasilitas kesehatan. Bahkan kini peserta juga bisa melihat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit terdekat melalui Aplikasi Mobile JKN,” ucap Apner.

KUPANG MEDIASI NTT.COM – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terasa kian bermanfaat untuk seluruh masyarakat Indonesia. Pelayanannya pun kian meningkat hingga memaantik perhatian masyarakat. Hal ini yang dirasakan oleh Apner (32), seorang wiraswasta yang sudah menjadi peserta JKN yang ditanggung pemerintah sejak awal tahun 2020.

“Saya tadinya belum sempat mendaftarkan anak saya ke JKN. Untungnya selama lima bulan ini, bayi saya puji Tuhan belum membutuhkan perawatan yang cukup serius. Namun makin ke sini saya khawatir akan pertumbuhan dan perkembangannya sehingga saya pun memilih untuk sesegera mungkin melakukan pendaftaran JKN bagi bayi saya,” ungkap Apner, Rabu (18/11).

Sebenarnya ini merupakan pengalaman kedua Apner dan istri dalam menyambut kelahiran buah hati mereka. Kedua anaknya saat ini sudah ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Ia mengaku bahwa dengan adanya BPJS Kesehatan, mereka tidak perlu mengeluarkan sepeser pun bayaran tambahan saat mengakses layanan kesehatan. Menurutnya, selama istrinya hamil, tak ada kendala sedikit pun saat memeriksakan kandungannya.

Sambil menunggu antrian di kantor cabang, Apner juga diarahkan untuk menggunakan Aplikasi Mobile JKN. Ia mengaku sudah pernah menggunakannya namun belum terverifikasi, ia pun dibantu dan diarahkan untuk menggunakan Aplikasi Mobile JKN dan sedikit dijelaskan mengenai fitur-fitur yang bisa digunakan. Salah satunya antrean secara online.

“Dulu saya hanya mengira Aplikasi Mobile JKN ini hanya sebagai formalitas karena belum mengeksplor aplikasi tersebut. Namun, saat mendengar penjelasan dari petugas BPJS Kesehatan yang sangat jelas dan terarah saya langsung takjub karena fungsinya memang benar nyata dan bermanfaat apalagi bagi saya seorang pengemudi Grab Bike,” ungkap Apner.

Dengan ketidaktahuan Apner mengenai Aplikasi Mobile JKN ini, ia mengharapkan agar informasi terkait Aplikasi Mobile JKN harus lebih merata sehingga masyarakat juga bisa mengoptimalkan aplikasi ini. Menurutnya, Aplikasi Mobile JKN ini adalah inovasi yang sangat bagus. Fitur-fitur yang ada akan sangat bermanfaat bagi setiap orang sesuai dengan kebutuhan mereka. Ia juga cukup merasakan peningkatan pelayanan kesehatan yang sudah ada di mana-mana dibuktikan dengan fasilitas kesehatan yang sudah semakin merata, baik itu Puskesmas maupun tempat praktik dokter dan juga rumah sakit.

“Dengan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan begitu juga dengan semakin banyaknya fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, masyarakat juga semakin mudah menjangkau dan semakin lebih dekat ketika berobat. Hal ini sangat berdampak baik, karena ketika mengalami sakit sudah tidak perlu ribet untuk mencari fasilitas kesehatan. Bahkan kini peserta juga bisa melihat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit terdekat melalui Aplikasi Mobile JKN,” ucap Apner.

Seluruh proses BPJS Kesehatan menjadi saksi bisu perjalanan panjang masyarakat bersama Program JKN. Dengan berbagai perjalanan yang sudah dilalui dan dievaluasi oleh BPJS Kesehatan, masyarakat turut berperan besar dalam segala peningkatan pelayanan yang sudah dilakukan oleh BPJS Kesehatan.

“Kalau mau dibilang, BPJS Kesehatan hampir selalu mengalami isu-isu yang harusnya menjatuhkan. Namun, isu-isu tersebut selalu menjadi bahan evaluasi yang justru kembali menjadi senjata bagi mereka untuk terus menarik perhatian masyarakat. Jujur, BPJS Kesehatan sangat membantu sehingga banyak masyarakat yang tertarik dan saya berharap BPJS Kesehatan terus berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat Indonesia,” katanya. (fr/ok)

 

Berita Terkait

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao
Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol
PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:30

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:07

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:49

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07