BPJS Kesehatan Jadi Andalan Utama Marsalina Ketika Menjalani Perawatan Medis

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Syukurnya, seluruh pelayanan medis ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Saya tidak dibebani biaya tambahan apapun. Ini sangat membantu secara finansial,” kata Marsalina Buking.

KUPANG, MEDIASI NTT.COM – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) benar-benar sangat dirasakan manfaatnya oleh Marsalina Buling (65), peserta yang tengah menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Saat ditemui di salah satu rumah sakit di Kota Kupang, Marselina bercerita mengenai kondisinya setelah empat hari menjalani rawat inap.

“Saya adalah pasien penderita asma yang sudah lama menjalani pengobatan. Bertahun-tahun menerima obat, kontrol rutin, dan bahkan untuk rawat inap, BPJS Kesehatan selalu hadir mendampingi seluruh proses,” ujar Marsalina.

Marsalina mengaku dalam usia yang tidak mudah lagi bahwa rumah sakit sudah seperti sahabat. Berbagai keluhan kesehatan menjadi bagian dari hari-harinya.

“Sesak nafas, tenggorokan gatal, batuk dan dada terasa sesak seringkali muncul, apalagi di malam hari. Udara dingin dan aktivitas berlebihan bisa memicu asma kambuh tiba-tiba. Hal ini menjadi alasan saya harus masuk IGD,” lanjutnya.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan kondisi Marsalina sudah cukup pulih dan memperbolehkannya pulang. Selama empat hari menjalani perawatan di salah satu rumah sakit, ia merasa bahwa pelayanan yang ia terima sangat baik. Ia bahkan mengaku selalu memilih rumah sakit ini jika harus dirawat karena sudah merasa nyaman dengan suasana dan pelayanannya.

“Pagi tadi dokter menyampaikan bahwa kondisi saya boleh pulang, namun tetap harus kontrol dan konsumsi mengonsumsi obat secara rutin agar kondisi tetap stabil. Sebenarnya, sudah beberapa kali saya rawat inap di rumah sakit ini, dan selalu merasa puas. Dokter dan perawatnya yang ramah, informatif, dan selalu menjelaskan kondisi saya dengan jelas. Fasilitasnya pun memadai, saya bersyukur atas pelayanan yang saya terima,” katanya.

Marsalina menilai bahwa BPJS Kesehatan sangat membantunya dalam menjalani pengobatan asma. Penyakit ini tergolong sensitif dan memerlukan obat-obatan yang tidak sedikit, serta harus dikonsumsi secara teratur. Ia juga merasa tenang karena setiap kali membutuhkan pengobatan, ia tidak perlu berpikir dua kali soal biaya.

“Syukurnya, seluruh pelayanan medis ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Saya tidak dibebani biaya tambahan apapun. Ini sangat membantu secara finansial. Bahkan saat kondisi mendesak seperti masuk IGD, saya tidak merasa cemas karena tahu BPJS Kesehatan akan menanggung semua asal sesuai dengan prosedur,” tambahnya.

Di tengah kenaikan biaya layanan kesehatan, Marsalina menganggap program ini sebagai jawaban atas kekhawatiran banyak orang. Ia juga menyoroti bagaimana BPJS Kesehatan telah mendorong perubahan signifikan dalam akses layanan kesehatan masyarakat.

“Biaya iuran terjangkau, pembayaran manfaat sesuai tagihan, dan tanpa diskriminasi. Ini benar-benar solusi. Sekarang orang-orang di pelosok yang dulu berobat ke peramal karena tidak mampu, sudah bisa datang ke puskesmas atau rumah sakit dan mendapatkan pelayanan gratis. Itu luar biasa sekali, ini bentuk keadilan sosial yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Kini setelah kondisinya berangsur membaik, Marsalina akan lanjut untuk rutin melaksanakan kontrol secara berkala dan menjaga pola hidup lebih sehat. Ia berusaha untuk mengatur pola makan dan cukup istirahat. Ia percaya bahwa BPJS Kesehatan bukan hanya soal berobat, tetapi juga pencegahan.

“Dengan bantuan BPJS Kesehatan, saya jadi lebih fokus untuk menjaga diri dan tidak panik ketika sakit datang. Saya harap Program JKN tetap ada untuk membantu masyarakat,” tutupnya. (fr/ok)

Berita Terkait

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao
Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol
PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:30

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:07

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:49

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07