Pemkot Kupang Meluncurkan Gerakan Pilah Sampah Dari Sumber

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Kupang mengelar rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Lingkup Kota Kupang yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (3/9).

Pemerintah Kota Kupang mengelar rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Lingkup Kota Kupang yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (3/9).

“Pertemuan hari ini tidak hanya membahas sebuah program, tetapi juga membahas masa depan lingkungan dan kualitas hidup warga Kota Kupang. Kita harus jujur, persoalan sampah kita masih serius,” kata Ignasius.

KUPANG, MEDIASINTT.COM –  Pemerintah Kota Kupang  mulai mengatasi persoalan sampah yang dilakukan mulai dari sumber sebagai strategi pemerintah dalam menangani sampah.

Pemerintah Kota Kupang  melalui gerakan “Satu Bina Satu” dengan pesan sederhana “Sampahmu, Tanggung Jawabmu.”

Program tersebut secara resmi diluncurkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Lingkup Kota Kupang yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (3/9).

Kegiatan dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., serta dihadiri secara daring oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, S.T., M.Sc.

Hadir pula secara langsung Kepala Bidang Wilayah III Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Ade Suharso, S.Hut., M.Si., perwakilan DLHK Kota Kupang, para camat dan lurah se-Kota Kupang, perwakilan lembaga keagamaan, instansi vertikal, UPT kementerian, serta para pengelola fasilitas pengelolaan sampah, seperti MRF dan bank sampah.

Dalam sambutannya, Ignasius mengapresiasi Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara yang dinilai konsisten mendampingi Kota Kupang dalam menghadapi persoalan lingkungan hidup. Menurutnya, rapat koordinasi tersebut tidak sekadar membahas pelaksanaan sebuah program, tetapi menyangkut masa depan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat Kota Kupang.

“Pertemuan hari ini tidak hanya membahas sebuah program, tetapi juga membahas masa depan lingkungan dan kualitas hidup warga Kota Kupang. Kita harus jujur, persoalan sampah kita masih serius,” kata Ignasius.

Ia menegaskan, kondisi TPA Alak menjadi pengingat bahwa pola lama dalam pengelolaan sampah tidak bisa terus dipertahankan. Pemerintah dan masyarakat harus mulai mengubah cara berpikir, dari sekadar mengangkut dan membuang sampah menjadi mencegah sampah sejak dari sumbernya. “Jangan menunggu sampah menjadi masalah. Pengelolaan sampah harus dimulai sejak dari sumbernya,” tegasnya. Karena itu, Pemkot Kupang memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan program “Satu Bina Satu” yang sebelumnya telah diuji coba di Kecamatan Oebobo.

Menurut Ignasius, pengalaman dari pilot project di Oebobo, baik keberhasilan maupun berbagai tantangan yang ditemukan di lapangan, harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperluas program ke wilayah lainnya. “Saya ingin menegaskan satu hal, program ini jangan berhenti pada sosialisasi, tetapi harus menghasilkan satu perubahan yang nyata,” ujarnya.

Melalui “Satu Bina Satu”, perubahan tersebut diharapkan dimulai dari kebiasaan paling sederhana, yakni memilah sampah dari sumbernya. Rumah tangga, lingkungan, instansi, hingga berbagai lembaga diharapkan mulai membangun kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sebelum sampah masuk ke sistem pengangkutan dan pengolahan.

Ignasius menekankan, persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah atau satu perangkat daerah saja. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Sampah bukan hanya pekerjaan pemerintah atau satu dinas saja. Ini merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Ia berharap “Satu Bina Satu” tidak berhenti sebagai nama sebuah program, tetapi berkembang menjadi gerakan perubahan perilaku di tengah masyarakat. “Karena itu, saya mengajak kita menjadikan program ‘Satu Bina Satu’ bukan sekadar nama program, tetapi menjadi gerakan perubahan perilaku,” lanjutnya.

Pemkot Kupang juga meminta agar pelaksanaan program menghasilkan dampak yang dapat diukur. Jajaran terkait diminta memastikan program tidak berhenti pada seremoni, sosialisasi, maupun rapat koordinasi, tetapi terlihat dalam perubahan pengelolaan sampah di lapangan.

Ignasius bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung meninjau pelaksanaan program di lapangan guna memastikan target dan perubahan yang diharapkan benar-benar berjalan.

Sementara itu, Kepala Pusdal LH Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, mengatakan Kota Kupang perlu mempercepat pembenahan pengelolaan sampah untuk mengejar target nasional sebesar 63,4 persen pada 2026.

Saat ini, capaian pengelolaan sampah di Kota Kupang masih berada di kisaran 33,5 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara kemudian membagi strategi penanganan sampah Kota Kupang dalam tiga lini, yakni hulu, tengah, dan hilir.

Di hilir, pembenahan diarahkan pada TPA Alak. Salah satunya melalui penyelesaian 12 poin administratif serta transformasi sistem pengelolaan dari open dumping menuju controlled landfill. Pengawasan terhadap potensi kebakaran di TPA juga diperketat, termasuk dengan menyiagakan armada mobil tangki air.

Di tengah, perhatian diarahkan pada reaktivasi fasilitas Material Recovery Facility (MRF), TPST, TPS3R, dan bank sampah yang belum optimal atau tidak lagi beroperasi. Penguatan ekonomi sirkular juga didorong, termasuk melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR) dengan melibatkan dunia usaha melalui program CSR. Sementara di hulu, fokus utama adalah pemilahan sampah dari sumber melalui Gerakan “Satu Bina Satu”.

Pendekatan tersebut menempatkan perubahan perilaku masyarakat sebagai fondasi pengelolaan sampah. Sampah diharapkan tidak lagi bercampur sejak awal, sehingga lebih mudah diolah, dimanfaatkan kembali, maupun dikurangi volumenya sebelum berakhir di TPA Alak.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan alat pelindung diri (APD) dari Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara kepada Bank Sampah Muara Abu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi bersama para peserta Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Program “Satu Bina Satu” Lingkup Kota Kupang. (ben)

Berita Terkait

Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026
Kepimpinan Polda NTT Resmi Dijabat Irjen Reza Arif Dewanto
Mengakhiri Masa Tugas Di NTT, Komjen Rudi Darmoko Resmikan 33 Sumur Bor
Tim Voli OJK Gebuk FKIP Undana Dalam Turnamen SMSI Cup 3-0
Buronan Polres Tasikmalaya Kota Diringkus Di Kabupaten TTS,NTT
Enam Tim Elit Bola Voli Kota Kupang Adu Kekuatan Di SMSI Cup Hari Ini
SMKN 5 Kupang Taklukan SMA 5 Dalam Tiga Set
Bank NTT Bungkam PDAM Kupang Dalam SMSI Cup 2026

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:08

Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:21

Kepimpinan Polda NTT Resmi Dijabat Irjen Reza Arif Dewanto

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:13

Mengakhiri Masa Tugas Di NTT, Komjen Rudi Darmoko Resmikan 33 Sumur Bor

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:51

Tim Voli OJK Gebuk FKIP Undana Dalam Turnamen SMSI Cup 3-0

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:58

Buronan Polres Tasikmalaya Kota Diringkus Di Kabupaten TTS,NTT

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:45

Pulau Timor

Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT

Senin, 5 Okt 2026 - 20:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Senin, 5 Okt 2026 - 01:21

Undana siapkan fasilitas pendidikan darurat di lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores.

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Siapkan Fasilitas Pendidikan Darurat Bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 2 Sep 2026 - 08:20

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:08

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kepimpinan Polda NTT Resmi Dijabat Irjen Reza Arif Dewanto

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:21

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Mengakhiri Masa Tugas Di NTT, Komjen Rudi Darmoko Resmikan 33 Sumur Bor

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:13

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Tim Voli OJK Gebuk FKIP Undana Dalam Turnamen SMSI Cup 3-0

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:51