KPID Dorong Dinas Kominfo di Kota Kupang Perluas Sosialisasi Migrasi TV Digital

Selasa, 7 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Kepala Stasiun MetroTV Kupang, Junipher Mira Kaho(kedua dari kiri) sata menerima Komesioner KPID NTT. (foto KPID NTT)

Kepala Stasiun MetroTV Kupang, Junipher Mira Kaho(kedua dari kiri) sata menerima Komesioner KPID NTT. (foto KPID NTT)

“Meski memiliki perangkat televisi analog dan antene UHF, mereka terlihat sangat menikmati tayangan-tayangan yang ada serta belum mau membeli perangkat bantu berupa Set Top Box, karena belum paham tentang migrasi program TV analog ke TV digital,” kata Fredrikus Royanto Bau.

Kupang, MediasiNTT.Com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang memperluas kegiatan sosialiasi migrasi siaran televisi dari analog ke digital atau analog switch off (ASO).

“Kami berharap sosialisasi kepada masyarakat lebih intensif sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui adanya rencana migrasi siaran TV dari analog ke digital,” kata Ketua KPID NTT, Fredrikus Royanto Bau di Kupang, Selasa.

Ia menjelaskan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan NTT sebagai salah satu provinsi yang masuk tahap pertama dalam program pemerintah yaitu migrasi siaran televisi dari analog ke digital atau analog switch off (ASO) yang telah dimulai pada 30 April 2022.

Menurut dia sesuai temuan KPID NTT dibeberapa kecamatan di Kota Kupang masyarakat belum paham terhadap program migrasi program analog ke digital.

Dia mengatakan masyarakat di Kecamatan Maulafa masih nyaman untuk menikmati siaran televisi secara analog.

“Meski memiliki perangkat televisi analog dan antene UHF, mereka terlihat sangat menikmati tayangan-tayangan yang ada serta belum mau membeli perangkat bantu berupa Set Top Box, karena belum paham tentang migrasi program TV analog ke TV digital,” tegasnya.

Menurut Fredrikus Royanto Bau, sesuai pemahaman masyarakat bahwa pengalihan program TV analog ke digital harus menganti seluruh perangkat baik televisi maupun antenenya.

“Sejumlah warga juga mengaku tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli tv digital dan antene digital. Bahkan harus membeli paket data internet. Hal ini karena masyarakat belum mendapat informasi yang cukup terhadap manfaat program TV Digital,” tegasnya.

Sehingga dia berharap sosialisasi terhadap program migrasi siaran televisi dari analog ke digital atau analog switch off (ASO) lebih diintensifkan sehingga masyarakat tidak terkejut saat pemerintah menghentikan secara serentaj program TV analog pada November 2022. (Gige)

Berita Terkait

Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol. FX. Irwan Arianto Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi,
Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN
Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Komunitas Katolik Polresta Kupang Kota Bantu Kapela Hati Kudus Yesus Bimoku
Polda NTT Perkuat Perlindungan PMI Bersama KP2MI
Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:19

Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol. FX. Irwan Arianto Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi,

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:43

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:29

Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:40

Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43