Forum Peduli Daerah Aliran Sungai Terbentuk Di Kota Kupang

Rabu, 6 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Pembentukan Peduli Sungai dan DAS Lintas Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang, Senin (4/7).  (Foto Prokompim Kota Kupang.

Rapat Koordinasi Pembentukan Peduli Sungai dan DAS Lintas Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang, Senin (4/7). (Foto Prokompim Kota Kupang.

“Apa tindak lanjut dari kegiatan ini, aksi nyata, siapa buat apa dan ketersediaan sumber daya perlu jadi perhatian,” ungkap Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man.

Kupang, MEDIASINTT.COM – Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, menyatakan dukungan penuh pada upaya Pembentukan Forum Multipihak Peduli Sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lintas Kota Kupang dan Kabupaten Kupang terbentuk.

Dukungan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pembentukan Peduli Sungai dan DAS Lintas Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang, Senin (4/7).

Wakil Wali Kota Kupang menegaskan Pemerintah Kota Kupang dengan berbagai multi pihak selalu bahas berbagai persoalan dalam mengatasi problematika melindungi sungai dan DAS di Kota Kupang.

Dia juga berharap bahwa pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, para pakar dan masyarakat dapat saling berkoordinasi dengan baik dalam menangani persoalan DAS.

Ditambahkannya untuk menangani persoalan krisis air serta persoalan konservasi tanah dan air perlu dilakukan pendekatan pentahelix, melibatkan semua pihak termasuk kelompok masyarakat dan akademisi.

Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dan butuh intervensi dari pihak lain juga. Dia berharap forum ini tidak hanya sekedar pertemuan biasa tapi juga melahirkan rekomendasi dan masukan yang dapat diimplementasikan.

“Apa tindak lanjut dari kegiatan ini, aksi nyata, siapa buat apa dan ketersediaan sumber daya perlu jadi perhatian,” ungkapnya.

Wawali juga berharap agar forum tersebut memperhatikan sejumlah hal sebagai aksi nyata. Pertama menurutnya, perlu ada edukasi, komunikasi dan informasi tentang persoalan serta upaya konservasi bagi penduduk yang tinggal di sekitar DAS.

Aksi nyata lainnya adalah mengelola DAS secara baik dan mengurangi pencemaran sungai, yang diakibatkan oleh sampah dan kotoran dari WC warga. Untuk itu Wawali mendorong perlu adanya gerakan massif untuk konservasi DAS. Dia percaya keberadaan forum akan membuat upaya itu menjadi praktis karena semua pemangku kepentingan ada di dalamnya.

Pada kesempatan yang sama Wawali juga menyampaikan terima kasih kepada Camat Nekamese dan para Kades di daerah hulu di wilayah Kabupaten Kupang, yang menjadi daerah tangkapan air. Menurutnya perlu ada integrasi dan sinkronisasi di antara semua pihak yang terlibat, sebab kalau daerah tangkapan air tidak dijaga dan dihijaukan, maka Kota Kupang akan mengalami krisis air.

“Eksploitasi air di hilir tidak akan bertahan lama kalau penghijauan di hulu, daerah tangkapan air tidak diperhatikan,” pungkasnya.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kota Kupang, Roberth Rihi Kana, SH, selaku panitia melaporkan rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil rekomendasi Focus Group Discussion (FGD) tahun 2021 lalu. Langkah ini ditempuh untuk memaksimalkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Sungai di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang dalam mempertahankan debit air yang cukup bagi masyarakat Kota Kupang. (Gige)

Berita Terkait

Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Komunitas Katolik Polresta Kupang Kota Bantu Kapela Hati Kudus Yesus Bimoku
Polda NTT Perkuat Perlindungan PMI Bersama KP2MI
Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026
Kepimpinan Polda NTT Resmi Dijabat Irjen Reza Arif Dewanto
Mengakhiri Masa Tugas Di NTT, Komjen Rudi Darmoko Resmikan 33 Sumur Bor

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:29

Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:40

Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:22

Komunitas Katolik Polresta Kupang Kota Bantu Kapela Hati Kudus Yesus Bimoku

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:03

Polda NTT Perkuat Perlindungan PMI Bersama KP2MI

Berita Terbaru

Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:49

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:29

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Rabu, 21 Okt 2026 - 05:13

Headline news

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Rabu, 21 Okt 2026 - 03:26

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:40