Simon Petrus Kamlasi: GMKI Harus Beri Warna Dalam Derap Pembangunan Bangsa

Kamis, 10 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi melakukan tatap muka bersama ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang, Selasa (8/10/2024) malam.

Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi melakukan tatap muka bersama ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang, Selasa (8/10/2024) malam.

“Kalau mau menjadi seorang pemimpin itu dia harus memiliki tiga kriteria yakni Dia bisa dipimpin. Jangan sampai dia hanya mau memimpin lalu tidak mau dipimpin. Yang kedua dia harus bisa diakses. Jangan sampai dia sulit diakses oleh rakyat. Yang ketiga dia harus bisa membaca tulisan di punggu orang lain karena dia harus peka terhadap apa yang menjadi keinginan rakyat,” ujar Simon Petrus Kamlasi.

KUPANG, MEDIASI NTT.COM – Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi mengatakan, ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yakni seorang pemimpin harus mudah dipimpin, kedua harus mudah diakses dan ketiga harus bisa membaca tulisan di punggung orang.

Hal ini disampaikan Calon Gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi dihadapan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang, Selasa (8/10/2024) malam.

“Kalau mau menjadi seorang pemimpin itu dia harus memiliki tiga kriteria yakni Dia bisa dipimpin. Jangan sampai dia hanya mau memimpin lalu tidak mau dipimpin. Yang kedua dia harus bisa diakses. Jangan sampai dia sulit diakses oleh rakyat. Yang ketiga dia harus bisa membaca tulisan di punggu orang lain karena dia harus peka terhadap apa yang menjadi keinginan rakyat,” ujar Simon Petrus Kamlasi.

Membangun NTT kedepan, kata Simon Petrus Kamlasi, harus melibatkan semua komponen yang ada termasuk mahasiswa di dalamnya. Mahasiswa harus menjadi bagian yang tidak perpisahkan dalam menemukan ide-ide cemerlang dalam membangun NTT kedepan.

“Mahasiswa yang tergabung dalam GMKI harus bisa memberi warna dalam derap pembangunan bangsa dan NTT pada khususnya. Karena itu jadilah teladan dalam berbagai hal, minimal hindari menjadi masalah bagi pembangunan daerah. Belajarlan memutuskan sesuatu yang strategis dari hal kecil yang kalian kerjakan,” ujar Simon Petrus Kamlasi.

Simon Petrus Kamlasi menyampaikan apa yang hendak dia lakukan ketika nanti jadi gubernur NTT. Dia ingin petani harus panen dua kali dalam setahun. Dia ingin masa produksi petani bertambah. Bagaimana petani bisa memperoleh penghasilan yang membuat hidupnya sejahtera lewat pertanian maupun peternakan. Itu semua bisa terwujud jika persoalan air bisa diselesaikan. Dia juga ingin agar di setiap 60 hektar lahan pertanian akan ada satu industri olahan untuk pakan ternak sehingga hasil pertanian dari masyarakat telah memiliki pasar tetap.

“Pesoalan utama kita sebenarnya adalah air. Kita punya sumber air tapi itu ada di bawah lembah dan di bawah tanah. Bagaimana air itu sampai ke kebun masyarakat, saya ahlinya. Kita kuasai teknologi itu,” kata Simon Petrus Kamlasi.

Menurut dia kalau petani hanya menunggu musim hujan maka tahun depan saat saya sudah jadi gubernur, kita mulai tanam dua kali. Musim panas tanam dengan sistem irigasi tetes.

“Kita buat banyak embung untuk menahan air supaya tidak langsung masuk ke laut dan tidak banjir. Saya pikir, ikan di laut juga tidak butuh air tawar. Kita bicara banyak tentang pertanian dengan peralatan yang meoderen tapi kalau tidak ada air maka kita tidak bisa menanam,” tegas Simon Petrus Kamlasi.

Dia mengatakan ada empat komoditi lokal yang akan dikelola secara baik yakni Jeruk Keprok dari TTS, Mangga Kelapa dari Alor, Pisang Barangan dari Ende dan Alpukat dari Maumere dan TTS.

Semua komoditi ini belum dikelola secara maksimal, padahal memiliki potensi luar biasa bagi peningkatan ekonomi bagi NTT. Untuk itu sentuhan teknologi akan dilakukan sehingga komoditi lokal yang ada, tidak terbuang sia-sia.

“Kita mau ada pabrik untuk kita buat minuman kaleng dari jeruk di TTS. Kita mau ada pabrik olahan untuk pisang barangan dari Ende. Apakah itu untuk menuman atau olahan lain yang punya nilai ekonomi tinggi. Demikian juga dengan mangga kelapa dari Alor. Coba bayangkan, jika di masing-masing wilayah ada pabrik olahannya maka disitu terbuka lapangan kerja yang banyak untuk anak-anak kita,” tegasnya

Ketua GMKI Cabang Kupang, Florit Tae, pada kesempatan tersebut memaparkan apa saja yang menjadi kendala dan kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa. Ia menyoroti pentingnya kampus menyediakan fasilitas dan ruang yang memadai untuk pengembangan diri mahasiswa. Florit juga menekankan bahwa sebagian besar mahasiswa yang bergabung dalam GMKI Cabang Kupang berasal dari latar belakang ekonomi lemah dan wilayah pedesaan sehingga sangat membutuhkan perhatian pemimpin daerah.

“Mahasiswa memerlukan perhatian lebih dari pemimpin daerah agar mereka merasakan dukungan yang nyata untuk masa depan mereka. Karena itu kami menitipkan banyak harapan agar ketika bapak memimpin NTT ada kemudahan yang diperolah mahaiswa. Banyak hal yang ingin kami sampaikan tapi itu semua sudah kami isi dalam map ini dan ijinkan kami menyerahkannya kepada bapak,” tutup Florit. (Ben)

Berita Terkait

Dewan Pers Belum Menetapkan Penanggungjawab Dan Tempat HPN 2027
Bawaslu NTT Dalami Kasus Black Campaign Serang Paket SIAGA
Kodim 1604 Segera Minta Klarifikasi Mohamad Ansor Terkait Rekaman Suara Catut Nama TNI
Pembangunan Pabrik Pakan Ternak Solusi Paket SIAGA Dalam Mempertahankan NTT Sebagai Provinsi Ternak
Dukung Paket SIAGA Warga Kabupaten Manggarai Timur Tinggalkan Melki-Johni
Masyarakat Sabu Raijua Minta Simon Petrus Kamlasi Tuntaskan Persoalan Air
Cawagub NTT Adrianus Garu Gencar Sosialisasi Perkuat Basis Di Manggarai Raya
Simon Petrus Kamlasi Jenguk Korban Erupsi Gunung Lewotobi di RS WZ Johannes

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 10:15

Dewan Pers Belum Menetapkan Penanggungjawab Dan Tempat HPN 2027

Sabtu, 23 November 2024 - 09:57

Bawaslu NTT Dalami Kasus Black Campaign Serang Paket SIAGA

Sabtu, 23 November 2024 - 09:51

Kodim 1604 Segera Minta Klarifikasi Mohamad Ansor Terkait Rekaman Suara Catut Nama TNI

Sabtu, 23 November 2024 - 05:45

Pembangunan Pabrik Pakan Ternak Solusi Paket SIAGA Dalam Mempertahankan NTT Sebagai Provinsi Ternak

Jumat, 22 November 2024 - 07:51

Dukung Paket SIAGA Warga Kabupaten Manggarai Timur Tinggalkan Melki-Johni

Berita Terbaru

Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:49

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:29

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Rabu, 21 Okt 2026 - 05:13

Headline news

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Rabu, 21 Okt 2026 - 03:26

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:40