Pj. Wali Kota Kupang “Ngopi Bareng” bersama RT/RW Di Kecamatan Kelapa Lima Bahas Penanganan Stunting

Rabu, 30 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Jumlah 4.086 bayi mengalami stunting di Kota Kupang dan targetnya adalah untuk menurunkan angka stunting menjadi 2.000 kasus dalam waktu 6 bulan mendatang dengan berbagai program intervensi yang akan dimaksimalkan, termasuk edukasi gizi dan program bantuan pangan” kata Linus Lusi.

KUPANG, MEDIASI NTT.COM – Penjabat Wali Kota Kupang, bersama para Ketua RT/RW, LPM, Lurah, dan Camat se-kecamatan Kelapa Lima, mengadakan acara Ngopi (Ngobrol Pagi) Bareng guna membahas berbagai tantangan dan solusi bagi permasalahan utama di Kota Kupang seperti penanganan 4.086 orang anak yang masih terkategori stunting.

Kegiatan ngobrol pagi berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu.

Acara ini menyoroti beberapa isu mendesak, antara lain penanganan stunting, kebersihan lingkungan, infrastruktur, dan berbagai aspirasi warga yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tercatat sebagai peringkat kedua tertinggi secara nasional. Pj. Wali Kota menyampaikan pentingnya penguatan upaya pemerintah dalam menangani masalah ini.

“Jumlah 4.086 bayi mengalami stunting di Kota Kupang dan targetnya adalah untuk menurunkan angka stunting menjadi 2.000 kasus dalam waktu 6 bulan mendatang dengan berbagai program intervensi yang akan dimaksimalkan, termasuk edukasi gizi dan program bantuan pangan” kata Linus Lusi.

Kebersihan lingkungan juga menjadi sorotan dalam pertemuan ini. Terkait dengan pesan Presiden RI serta tokoh masyarakat dan agama, pemerintah kota telah meluncurkan lomba kebersihan antar-kelurahan untuk mendorong masyarakat lebih peduli pada kebersihan lingkungan.

Beberapa ketua RT, termasuk Ketua RT 032 Oesapa, menyampaikan tantangan sampah yang seringkali membludak akibat kurangnya armada pengangkut. Untuk itu, Pj. Wali Kota mengumumkan rencana pengadaan tambahan 10 kontainer sampah serta peningkatan armada DLHK.

Kebutuhan akan infrastruktur yang lebih baik juga dibahas, termasuk penambahan dan perbaikan lampu jalan di wilayah seperti Lasiana dan Oesapa Selatan yang membutuhkan penerangan tambahan demi keamanan. Pj. Wali Kota menanggapi bahwa penggantian baterai lampu jalan akan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.

Selain itu, beliau juga menyinggung masalah parkir yang kurang tertata, terutama parkir liar di gedung pesta di Oesapa Barat, dengan rencana untuk melakukan penertiban dan memberdayakan pemuda setempat dalam pengelolaan parkir demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan beberapa usulan, termasuk pengembangan kebun RT sebagai upaya ketahanan pangan lokal. Terkait hal ini, Dinas Ketahanan Pangan diminta untuk menyediakan bibit sayuran bagi tiap RT yang berminat.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk mendorong pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus memanfaatkan lahan kosong di sekitar pemukiman warga.

Pj. Wali Kota juga mengumumkan beberapa program dukungan pemerintah, di antaranya santunan uang duka bagi warga yang meninggal dunia, layanan bus gratis yang disediakan untuk masyarakat, serta pemantauan lahan-lahan kosong milik pemerintah oleh Badan Aset guna mencegah penggunaan liar.

Selain itu dia  juga menjanjikan koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk membantu pemasaran pupuk yang dihasilkan dari Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Oesapa Barat.

Dengan diadakannya acara ini, pemerintah kota berharap dapat menjalin komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat, mendengar aspirasi langsung dari para ketua RT/RW, dan menjadikan masukan-masukan ini sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan demi mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih, sehat, dan aman.

Turut hadir para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Kota Kupang, Camat Kelapa Lima, Lurah dan Ketua LPM Kecamatan Kelapa Lima serta para Ketua RT/RW se Kecamatan Kelapa Lima. (Ben)

Berita Terkait

Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol. FX. Irwan Arianto Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi,
Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN
Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Komunitas Katolik Polresta Kupang Kota Bantu Kapela Hati Kudus Yesus Bimoku
Polda NTT Perkuat Perlindungan PMI Bersama KP2MI
Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:19

Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol. FX. Irwan Arianto Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi,

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:43

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:29

Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:40

Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43