Program JKN Jadi Harapan Utama Keluarga Albinus Dalam Biaya Pengobatan Kesehatan

Selasa, 19 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Albinus (66), seorang wiraswasta yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ketika sedang dalam perawatan medis di rumah sakit.

Albinus (66), seorang wiraswasta yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) ketika sedang dalam perawatan medis di rumah sakit.

“Saat suami saya terlihat sangat kesakitan, saya dan keluarga langsung membagi tugas untuk segera membawanya ke rumah sakit. Bahkan, putri bungsu saya pun langsung bergegas untuk terlebih dahulu ke rumah sakit untuk mengurus administrasi sehingga bisa cepat ditangani,” jelas Lela, istri Albinus.

MEDIASI NTT.COM – Bertambah usia adalah suatu hal yang belum pasti, tetapi akan menjadi seperti apa kondisi seseorang saat tua sudah pasti ditentukan oleh kebiasaan dan gaya hidupnya saat masih muda. Demikian menurut Albinus (66), seorang wiraswasta yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Istri dan anak-anaknya mengaku sangat bersyukur akan manfaat dari BPJS Kesehatan yang benar-benar sudah dirasakan sendiri oleh keluarga mereka.

Di usianya yang tak lagi muda, Albinus mengalami berbagai macam penyakit mulai dari diabetes, hipertensi, lambung bahkan juga mengalami batu ginjal. Ia pun bertahan menerima pengobatan dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan. Beberapa waktu lalu, Albinus datang dengan keluhan mual dan muntah. Ia sama sekali tidak bisa mengkonsumsi apapun karena keadaannya sudah cukup parah. Ia pun lantas dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit St. Carolus Borromeus saat itu juga.

“Saat suami saya terlihat sangat kesakitan, saya dan keluarga langsung membagi tugas untuk segera membawanya ke rumah sakit. Bahkan, putri bungsu saya pun langsung bergegas untuk terlebih dahulu ke rumah sakit untuk mengurus administrasi sehingga bisa cepat ditangani,” jelas Lela, istri Albinus, Kamis (03/10).

Saat ditangani di UGD pun, Lela mengatakan bahwa dokter langsung cepat dalam menangani Albinus. Albinus diperiksa dan pada pukul dua dini hari ia sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap. Menurutnya, pelayanannya sudah bagus dan tidak ribet terlebih pada saat mengurus administrasi.

“Suami saya dipindahkan ke kamar rawat inap tidak begitu lama. Suami saya juga baru selesai dioperasi sesuai waktu yang sudah ditentukan. Karena sejak kemarin belum bisa makan, akhirnya suami mengonsumsi makanan lewat infus. Saya sangat bersyukur pihak rumah sakit memberikan pelayanan yang memuaskan, baik perawat maupun dokternya,” ujar Lela.

Penyebab mengapa Albinus bisa begitu mengalami banyak penyakit adalah gaya hidup dan kebiasaannya sejak dahulu. Lela mengaku sudah sering untuk mengingatkan Albinus namun karena sibuk bekerja ia juga sering mengabaikan nasehat keluarganya.

“Suami saya terlalu sering untuk mengesampingkan pola makan maupun minumnya. Hal itu yang menjadi penyesalan besar bagi dirinya saat ini. Kami sekeluarga pun berusaha untuk memberikan dukungan yang terbaik dengan merawat dan menemani sambil menerima perawatan di rumah sakit. Walaupun sedikit kemungkinan untuk sembuh total, saya hanya berharap agar ia masih bisa tertawa bersama kami keluarga kecilnya ini,” jelas Lela.

Di tengah kondisi tersebut, Lela sempat mengucapkan syukurnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan. Ia juga berharap agar BPJS Kesehatan selalu menjaga makna gotong royong itu sendiri. Ia merasa bersyukur, dengan bantuan dari Pemerintah Kota Kupang, kepesertaan BPJS Kesehatan ia sekeluarga sudah aktif, sehingga ia tidak perlu khawatir lagi untuk hal biaya.

“Program JKN saat ini merupakan bukti keberpihakan negara kepada rakyat, supaya semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan yang lengkap dan memadai. Saya tidak bisa membayangkan jika harus menanggung semua biayanya sendiri, karena saya pun hanyalah seorang ibu rumah tangga. BPJS Kesehatan bukan lagi pilihan melainkan kewajiban, untuk itu seluruh masyarakat harus pastikan menjadi peserta BPJS aktif,” ujar Lela. (ak/fr/ben)

Berita Terkait

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao
Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol
PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:30

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:07

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:49

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07