BPJS Kesehatan Jadi Penolong Jeike Ketika Sakit Mendadak

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Kalau tidak ada JKN, mungkin saya sudah bingung cari biaya kesana kemari. Tapi sekarang semua sudah dijamin, tinggal ikuti prosedur dan fokus pada kesembuhan,” kata Jeike.

KUPANG, MEDIASI NTT.COM – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan kembali menunjukkan manfaatnya dalam mendampingi masyarakat menghadapi situasi darurat medis.

Jeike (61) seorang mantan tenaga kesehatan, mengalami kondisi darurat medis yang membuatnya harus dua kali masuk Unit Gawat Darurat (UGD) hanya dalam waktu satu bulan terakhir.

Bermula dari munculnya ruam di kaki yang terasa panas dan nyeri tanpa adanya luka, gejala ini dengan cepat berkembang menjadi lebih serius.

“Awalnya saya kira hanya ruam biasa. Saya tetap beraktivitas seperti biasa walaupun kaki terasa panas dan nyut-nyutan. Lama-lama sakitnya makin parah sampai susah digerakkan,” ujar Jeike.

Pada kunjungan pertama ke UGD, ia hanya diberikan obat anti nyeri karena gejala belum memerlukan tindakan lanjutan. Namun beberapa hari kemudian, keluhan muncul lagi dengan rasa sakit yang lebih tajam. Ruam menyebar semakin luas, suhu tubuhnya naik, dan demam tinggi pun datang di malam hari.

“Waktu itu saya demam tinggi sekali. Anak dan suami langsung panik dan membawa saya ke UGD. Rasanya badan lemas semua, kaki juga sakit luar biasa. Saya sendiri takut karena ini pertama kali saya mengalami seperti ini,” lanjut Jeike.

Saat datang untuk pertama kalinya, Jeike disarankan untuk observasi lebih lanjut. Namun ketika keluhan berulang untuk kedua kalinya, dokter memutuskan agar ia dirawat inap. Ruam di kakinya terus menyebar dan rasa sakitnya semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Sekarang saya dirawat di rumah sakit. Sudah beberapa hari di sini, demamnya memang sudah turun tapi kaki saya masih panas dan nyeri. Ruamnya belum hilang, malah semakin melebar,” kata Jeike pelan.

Sebagai peserta aktif JKN, Jeike merasa bersyukur karena seluruh proses pengobatan, mulai dari pemeriksaan awal, rawat inap, penggunaan fasilitas medis, hingga obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN.

Meskipun kondisi fisik Jeike yang lemah tetap ada rasa lega karena tidak harus memikirkan biaya menjadi dorongan tersendiri baginya untuk tetap semangat menjalani pengobatan.

“Kalau tidak ada JKN, mungkin saya sudah bingung cari biaya kesana kemari. Tapi sekarang semua sudah dijamin, tinggal ikuti prosedur dan fokus pada kesembuhan,” tambahnya.

Menurut pihak keluarga, Jeike selama ini termasuk yang aktif menjaga kesehatan. Ia rutin mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) karena memiliki riwayat hipertensi yang memerlukan pemantauan secara berkala.

Melalui prolanis, ia terbiasa melakukan pemeriksaan tekanan darah, mendapat edukasi kesehatan, dan menerima obat secara rutin.

“Saya ikut prolanis tiap bulan, jadi memang rutin kontrol kesehatan. Tapi sakit seperti ini datangnya tiba-tiba, dan saya benar-benar tidak siap. Untungnya kepesertaan JKN saya aktif, jadi semua pengobatan bisa langsung dilakukan,” jelasnya.

Kini, Jeike masih dalam proses perawatan di ruang rawat inap rumah sakit. Meski kondisi umumnya mulai stabil, kaki kanannya yang terkena ruam masih terasa panas, nyeri, dan sulit digerakkan. Dokter pun masih terus melakukan observasi untuk menentukan penanganan lanjutan.

“Saya berharap kaki saya bisa cepat sembuh. Karena sekarang masih sakit sekali dan belum bisa jalan jauh. Saya tetap bersyukur sudah dirawat dengan baik,” katanya.

Bagi Jeike, Program JKN bukan hanya membantu pembiayaan, tetapi juga memberi rasa aman dan tenang di masa sulit. Ia mengaku tak pernah menyangka sakit bisa datang secepat itu, sehingga jaminan kesehatan menjadi penolong saat situasi mendesak.

“Kalau sudah sakit begini, baru terasa bahwa kesehatan itu mahal. Karena itu selama masih sehat, kita harus jaga baik-baik. Tapi kalaupun sakit datang, setidaknya ada JKN yang membantu, supaya kita bisa fokus sembuh tanpa pikir biaya,” ucapnya dengan penuh syukur. (fr/ok/beny)

Berita Terkait

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao
Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol
PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:30

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:07

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:49

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07