Program JKN Sangat Membantu Lansia Di Kupang Dalam Layanan Penyembuhan Stroke

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Bapak sudah cukup lama menderita penyakit stroke dan itu suatu hal yang tidak pernah kita sangka bahwa akan dialami oleh keluarga kita sendiri. Waktu itu secara tiba-tiba bapak menunjukkan gejala yang membuat kami semua panik, karena tidak seperti biasanya bapak begitu. Dengan tubuh yang tidak bisa digerakkan saat itu masih di Rote sehingga kami langsung membawanya ke rumah sakit terdekat yang ada,” kata Olafulihaa

KUPANG, MEDIASI NTT.COM – Stroke adalah kondisi gawat darurat di mana suplai darah ke otak terganggu, yang menyebabkan kerusakan atau kematian sel otak. Banyak cerita mengenai penderita stroke yang mengalami berbagai keadaan, mulai dari kehilangan kemampuan berbicara dan gerakan perubahan perilaku dan kepribadian.

Hal ini dialami oleh seorang lanjut usia, Thomas Tadde (81) yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berasal dari Kabupaten Rote Ndao. Melalui menantunya, Olafulihaa Tadde Program JKN telah memberikan dampak positif dalam proses pengobatan Thomas.

“Bapak sudah cukup lama menderita penyakit stroke dan itu suatu hal yang tidak pernah kita sangka bahwa akan dialami oleh keluarga kita sendiri. Waktu itu secara tiba-tiba bapak menunjukkan gejala yang membuat kami semua panik, karena tidak seperti biasanya bapak begitu. Dengan tubuh yang tidak bisa digerakkan saat itu masih di Rote sehingga kami langsung membawanya ke rumah sakit terdekat yang ada,” kata Olafulihaa

Selama ini, Thomas memang sudah tidak lagi bekerja. Sebagai seorang pensiunan ia hanya menyibukkan diri dengan beberapa kegiatan demi mengisi waktu luangnya. Namun karena sudah menjadi penderita hipertensi sejak lama, hal ini menjadi alasan kenapa Thomas bisa menderita stroke.

“Melalui pengalaman perawatan pertama kali, dokter sudah menjelaskan bahwa mengontrol tekanan darah melalui gaya hidup sehat dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah stroke. Sehingga saat ini kami selalu memberikan yang terbaik melalui makanan dan minum yang dikonsumsi serta pengobatan yang tepat demi kesehatan bapak,” lanjut Olafulihaa.

Sudah hari ketiga di rumah sakit, Olafulihaa merasa pelayanan yang diterima sudah sangat memuaskan baik melalui pelayanan secara medis serta sarana dan prasarana yang mendukung.

“Pertama kali masuk ke rumah sakit ini, saya merasa bahwa kebersihan dan juga kenyamanan pasien selalu diutamakan. Mulai dari pembersihan kamar yang dilakukan secara rutin selama dua kali dalam sehari dan juga kegesitan perawat dalam menangani dan melengkapi beberapa kebutuhan pasien,” tambah Olafulihaa.

Saat ini, kondisi Thomas sudah sedikit membaik. Walaupun belum ada banyak peningkatan namun Olafulihaa bersyukur akan keterlibatan BPJS Kesehatan yang sudah membantu dalam hal finansial.

“Karena bapak seorang pensiunan PNS, sehingga gaji pensiunan jelas sudah dipotong secara rutin setiap bulannya untuk membayar iuran JKN secara rutin. Sehingga saat membutuhkan akses layanan kesehatan kita sekeluarga tidak perlu pusing dan khawatir akan biaya rumah sakit. Apalagi mengingat sakit yang bapak alami membutuhkan segala rangkaian proses perawatan yang insentif dan itu jelas akan membebani saya dan suami,” jelas Olafulihaa.

Dengan segala manfaat yang selama ini sudah diterima oleh keluarganya, Olafulihaa pun berharap agar setiap pihak yang terlibat dalam Program JKN, baik pemerintah, BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan bisa berkolaborasi lebih baik lagi dan meningkatkan pelayanan yang sudah baik ini.

“Saya merasa sangat bersyukur karena Program JKN sudah hadir di tengah-tengah masyarakat, karena penyakit itu datang secara tiba-tiba. Semoga pelayanan yang sudah berjalan bisa ditingkatkan. Sehingga hal ini menjadi sebuah pelajaran bagi setiap masyarakat yang belum menjadi peserta JKN agar terlibat sebagai peserta aktif JKN karena program ini memang luar biasa bermanfaat bagi setiap masyarakat dengan segala kondisi ekonomi yang ada. Dengan prinsip gotong royong, seluruh rakyat Indonesia saling tolong menolong untuk membantu mengakses layanan kesehatan yang mudah, cepat dan setara,” tutup Olafulihaa. (fr/ok)

 

Berita Terkait

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao
Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol
PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:30

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:07

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:49

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07