Program JKN Jadi Sandaran Utama Oma Mintje Dalam Jalani Masa Tua

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Venesia saat mendampingi oma Mintje Lobo (75) peserta program JKN saat melakukan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kota Kupang.

Venesia saat mendampingi oma Mintje Lobo (75) peserta program JKN saat melakukan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Kota Kupang.

“Kalau melihat oma, rasanya kami semua malu jika malas. Beliau tidak suka diam, suka mengerjakan hal-hal kecil demi menjaga tubuhnya tetap produktif, makanya kesehatannya selama ini stabil, jarang sekali sakit,” kata Venesia.

KUPANG MEDIASI NTT.COM – Mintje Lobo (75), dikenal sebagai oma yang sehat dan penuh semangat  ditengah usianya yang semakin menua. Meski usianya sudah lanjut, ia tetap produktif  dalam beragam aktivitas di rumah. Berbagai kegiatan bermanfaat dilakukannya untuk mengisi waktu sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh.

“Kalau melihat oma, rasanya kami semua malu jika malas. Beliau tidak suka diam, suka mengerjakan hal-hal kecil demi menjaga tubuhnya tetap produktif, makanya kesehatannya selama ini stabil, jarang sekali sakit,” cerita cucunya, Venesia dengan kagum.

Namun keadaan berubah begitu cepat ketika Mintje mulai merasakan ada bunyi pada lutut kanannya setiap berjalan. Awalnya dianggap hal biasa, tanda penuaan, tetapi saat dibiarkan terlalu lama keluarga  khawatir. Venesia pun dengan inisiatif membawa neneknya ke Puskesmas terdaftar.

Di sana dilakukan pemeriksaan dasar. Hasilnya cukup baik, gula darah dan asam urat normal. Hanya saja, pemeriksaan kolesterol tidak dapat dilakukan. Dokter pun memberikan rujukan ke salah satu rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Begitu di rumah sakit, dokter menjelaskan bahwa lutut oma mengalami pengapuran karena usia. Oma lalu diarahkan untuk fisioterapi. Hasilnya lumayan, lututnya jadi lebih enak digerakkan. Kami lega sekali waktu itu, karena pikir masalah sudah selesai,” ujar Venesia.

Namun tak berselang lama, kondisi Mintje justru menurun. Ia mulai batuk, demam bahkan muntah secara berulang setiap kali mencoba makan. Obat yang dikonsumsi pun tidak membuahkan hasil.

“Waktu melihat oma muntah terus, jujur ada rasa takut yang muncul. Oma biasanya kuat, jarang sakit, tapi kali ini tubuhnya lemah sekali. Kami langsung bawa ke IGD, karena tidak mau ambil resiko,” kata Venesia.

Sebagai penerima manfaat pensiunan, Mintje terdaftar sebagai peserta aktif JKN. Status kepesertaannya menjadi penolong di saat genting seperti ini, karena seluruh proses pemeriksaan di IGD hingga tindakan medis bisa dilakukan tanpa hambatan biaya.

“Kalau dipikir-pikir, biaya berobat jaman sekarang pasti sangat mahal. Kami pasti kebingungan kalau harus bayar sendiri. Untung ada Program JKN, semua terasa lebih ringan. Oma bisa fokus sembuh, kami keluarga tidak perlu mempermasalahkan mengenai uang,” ungkap Venesia.

Di IGD, Mintje ditangani dengan sigap. Dokter menjelaskan kondisi dengan sabar, sementara keluarga diberi arahan langkah-langkah selanjutnya. Proses yang dijalani pun sesuai dengan prosedurnya, mulai dari puskesmas, rujukan, fisioterapi, hingga perawatan darurat.

“Kami jadi merasakan sendiri bagaimana sistem ini bekerja. Tidak ada perbedaan pelayanan, oma tetap diperlakukan dengan baik. Rasanya lega, karena kita sering mendengar pelayanan yang kurang baik dari pasien lain. Tapi nyatanya, ketika dialami langsung, manfaat Program JKN benar-benar nyata,” Venesia menambahkan.

Kini oma sedang menjalani pemulihan. Keluarga tetap menjaga agar ia tetap mendapat asupan makanan sehat dan cukup istirahat. Meski sempat jatuh sakit, semangatnya tidak padam.

“Kalau dengar oma bicara, beliau selalu bilang jangan hanya mengandalkan orang lain. Harus tetap aktif, supaya tidak mudah lemah. Itu sebabnya meski usia sudah tua, oma tetap ingin produktif. Tapi kami juga ingatkan, jangan terlalu memaksa diri, ujar Venesia.

Keluarga menyadari bahwa pengalaman ini memberi pelajaran berharga. Penyakit bisa datang kapan saja, bahkan pada orang yang sebelumnya kelihatan baik-baik saja. Jaminan Kesehatan tentunya menjadi sandaran penting, terutama di usia rentan.

“Bagi kami, Program JKN bukan hanya soal biaya gratis. Tapi ini soal ketenangan batin. Kami bisa fokus merawat oma tanpa rasa takut soal besarnya tagihan rumah sakit. Saya harap banyak masyarakat yang makin sadar, jangan tunggu sakit baru mendaftar. Program ini sungguh menolong,” tegas Venesia. (fr/ok)

 

Berita Terkait

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao
Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol
PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:30

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:07

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:49

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07