Lulusan PG-PAUD Undana Siap Ditempati Di Wilayah 3T Di NTT

Sabtu, 21 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

, Lulusan PG-PAUD Undana dipersiapkan secara khusus untuk mengabdi di pelosok Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

, Lulusan PG-PAUD Undana dipersiapkan secara khusus untuk mengabdi di pelosok Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

“Kami menekankan kepada alumni agar memiliki strategi unik yang memanfaatkan konteks daerah. Guru tidak boleh memiliki ketergantungan pada fasilitas modern. Mereka harus mampu membawa masalah di daerah 3T menuju solusi melalui pola ajar yang berbeda,” tegas Sartika Kale

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan terobosan kurikulum untuk menjawab tantangan pendidikan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, lulusan PG-PAUD Undana dipersiapkan secara khusus untuk mengabdi di pelosok Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan keterbatasan infrastruktur yang nyata.

Strategi ini menjadi pembeda utama (distinction) antara PG-PAUD Undana dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Fokus utamanya adalah melahirkan pendidik yang mampu beradaptasi dengan realitas lapangan, seperti ketiadaan akses listrik dan jaringan internet, namun tetap mampu memberikan kualitas pendidikan yang setara dengan daerah maju.

Koordinator Prodi PG-PAUD Undana, Sartika Kale, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan pada ciri khas mata kuliah strategi guru di daerah terisolir. Lulusan diarahkan untuk memiliki kemandirian dalam menciptakan solusi kreatif atas hambatan geografis dan fasilitas.

“Kami menekankan kepada alumni agar memiliki strategi unik yang memanfaatkan konteks daerah. Guru tidak boleh memiliki ketergantungan pada fasilitas modern. Mereka harus mampu membawa masalah di daerah 3T menuju solusi melalui pola ajar yang berbeda,” tegas Sartika Kale, Sabtu.

Tidak hanya sekadar teori, prodi yang berdiri sejak tahun 2006 ini mengintegrasikan hasil penelitian dosen dan mahasiswa langsung ke dalam materi perkuliahan. Sejumlah penelitian yang telah menembus jurnal internasional terindeks Scopus dan Sinta dijadikan rujukan utama dalam proses belajar mengajar.

Salah satu implementasi nyata dari riset tersebut adalah proyek dokumentasi permainan tradisional dan cerita rakyat NTT. Mahasiswa mendampingi guru-guru di pelosok, seperti di wilayah Amfoang, Kupang Barat, dan Kupang Timur, untuk membukukan kekayaan budaya lokal sebagai media pembelajaran anak usia dini.

Dalam aspek pengabdian, PG-PAUD Undana aktif membina sejumlah PAUD di Kabupaten Kupang melalui pembuatan perangkat belajar inovatif dan penilaian perkembangan anak. Selain itu, kolaborasi strategis dijalin dengan Pemerintah Kabupaten Malaka, Pemerintah Kota Kupang, hingga berbagai lembaga swadaya masyarakat (NGO).

“Project mahasiswa kami sangat aplikatif, mulai dari membantu masyarakat mengurus akta kelahiran anak hingga edukasi mengenai kesehatan seksual anak dan nutrisi sehat. Kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir secara akademik, tapi juga solutif bagi masalah sosial di sekitar mereka,” tambah Sartika.

Saat ini, PG-PAUD Undana didukung oleh 12 dosen ahli dan mengasuh lebih dari 200 mahasiswa aktif. Meskipun menghadapi tantangan berupa fluktuasi animo calon mahasiswa, Sartika optimis bahwa kualitas lulusan yang spesifik akan menjadi daya tarik tersendiri.

Ia juga menegaskan pentingnya linearitas pendidikan dalam menangani PAUD. Menurutnya, pendidikan anak usia dini adalah fase krusial pembentukan karakter yang harus ditangani oleh tenaga profesional lulusan PG-PAUD, bukan sekadar pengasuhan umum.

“PAUD adalah fondasi dasar. Melalui prodi ini, kami hadir untuk memastikan anak-anak di pelosok NTT mendapatkan bimbingan yang tepat dari guru-guru yang memang dipersiapkan untuk dinamika daerah mereka sendiri,” pungkasnya. (ade)

Berita Terkait

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao
Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol
PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru
Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:30

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:07

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:34

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:55

Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07