Forum Pengurangan Risiko Bencana Terbentuk Di Manggarai Barat

Rabu, 18 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kordinator Rayon I Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB)  Provinsi Nusa Tenggara Timur, Elfrid Saneh (kiri) saat pembukaan kegiatan pembentuka FPRB Kabupaten Manggarai Barat.

Kordinator Rayon I Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Elfrid Saneh (kiri) saat pembukaan kegiatan pembentuka FPRB Kabupaten Manggarai Barat.

“Kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam sangatlah penting dilakukan mengingat Kabupaten Manggarai Barat merupakan kawasan destinasi wisata super premium yang banyak dikunjungi wisatawan, sehingga peran masyarakat dalam penanggulangan bencana sangat penting ” kata Elfrid Sane.

Labuan Bajo, MediasiNTT.Com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di Kabupaten Manggarai Barat guna mendorong peran masyarakat dalam upaya penanggulangan risiko bencana alam.

Kordinator Rayon I Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Elfrid Saneh ketika dihubungi ANTARA dari Labuan Bajo, Rabu, mengatakan pembentukan forum itu di Manggarai Barat sangat penting karena wilayah itu merupakan daerah tujuan wisata super premium yang banyak dikunjungi wisata baik wisatawan asing maupun domestik.

“Pembentukan FPRB di Kabupaten Manggarai Barat sebagai upaya antisipasi pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana alam,” kata Elfrid Saneh.

Ia mengatakan, keberadaan FPRB di Kabupaten Manggarai Barat sangatlah penting mengingat wilayah kabupaten di ujung barat Pulau Flores itu termasuk dalam wilayah yang juga rawan terjadi bencana alam.

“Kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam sangatlah penting dilakukan mengingat Kabupaten Manggarai Barat merupakan kawasan destinasi wisata super premium yang banyak dikunjungi wisatawan, sehingga peran masyarakat dalam penanggulangan bencana sangat penting ” kata Elfrid Sane.

Menurut dia FPRB terdiri dari para anggota masyarakat, tokoh-tokoh agama, para pemuda dan dunia usaha serta kalangan akademisi untuk menjadi ujung tombak pemerintah dalam upaya penanggulangan resiko bencana secara dini.

Dia mengatakan wilayah Kabupaten Manggarai Barat sangat rawan terhadap peristiwa bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan gelombang pasang sehingga berbagai upaya edukasi tentang upaya penanggulangan bencana melalui FPRB sangat penting dilakukan. (ant/gige)

Berita Terkait

Undana Dan IFTK Ledalero Tindak Lanjuti Penguatan Kemitraan
Anggota Polda NTT Pulihkan Mental Anak-Anak Penyintas Gempa Flores
Mahasiswa Undana dan Polres Manggarai Timur Lakukan Pendampingan Psikologi Korban Gempa
Jalur Laut Jadi Tumpuan, Kepolisian Distribusi 100 Ton Bantuan Ke Pulau Pemana
Rektor Undana Ikut Bersama Mendiktisaintek Pantau Dampak Gempa Di Pulau Flores
Wali Kota Kupang Pimpin Pengiriman Logistik Untuk Koban Bencana Gempa Flores
Peduli Bencana Gempa Flores , Undana Kirim Tim Relawan Ke Daerah Terdampak
BPJS Kesehatan Kupang Distribusi Bantuan Bagi Korban Gempa Flores

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:54

Undana Dan IFTK Ledalero Tindak Lanjuti Penguatan Kemitraan

Jumat, 4 September 2026 - 16:33

Anggota Polda NTT Pulihkan Mental Anak-Anak Penyintas Gempa Flores

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:06

Mahasiswa Undana dan Polres Manggarai Timur Lakukan Pendampingan Psikologi Korban Gempa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:31

Jalur Laut Jadi Tumpuan, Kepolisian Distribusi 100 Ton Bantuan Ke Pulau Pemana

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:44

Rektor Undana Ikut Bersama Mendiktisaintek Pantau Dampak Gempa Di Pulau Flores

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07