Mahasiswa Undana dan Polres Manggarai Timur Lakukan Pendampingan Psikologi Korban Gempa

Mahasiswa KKN Tematik Bencana Alam Flores Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dengan Polres Manggarai Timur melakukan pendampingan psikososial (trauma healing) berbasis aktivitas bermain dan mewarnai bagi anak-anak di Posko KKN Polres Manggarai Timur, Kamis (27/8/2026).
Mahasiswa KKN Tematik Bencana Alam Flores Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dengan Polres Manggarai Timur melakukan pendampingan psikososial (trauma healing) berbasis aktivitas bermain dan mewarnai bagi anak-anak di Posko KKN Polres Manggarai Timur, Kamis (27/8/2026).

“Pendekatan psikososial yang diterapkan memang dirancang secara sederhana melalui ekspresi kreatif mewarnai dan permainan kelompok,” kata Danang Novika Ruswantara

KUPANG, MEDIASINTT.COM  – Mahasiswa KKN Tematik Bencana Alam Flores Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dengan Polres Manggarai Timur mendirikan tenda hunian sementara serta  melakukan pendampingan psikososial (trauma healing) berbasis aktivitas bermain dan mewarnai bagi anak-anak di Posko KKN Polres Manggarai Timur, Kamis (27/8/2026).

Bacaan Lainnya

Rangkaian aksi pemulihan pascabencana ini dilanjutkan dengan pendampingan psikososial (trauma healing) berbasis aktivitas bermain dan mewarnai bagi anak-anak di Posko KKN Polres Manggarai Timur.

Sinergi di lapangan tidak hanya berfokus pada pekerjaan fisik seperti mendirikan hunian darurat dan mendistribusikan sembako, terpal, selimut, serta perlengkapan sanitasi. Tim KKN Undana turut menyasar pemulihan aspek non-fisik warga, khususnya anak-anak, melalui penciptaan ruang interaksi yang aman dan menyenangkan demi mengembalikan keceriaan serta rasa nyaman di tengah kondisi darurat.

Koordinator Lapangan Kabupaten Manggarai Timur yang juga Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana, Danang Novika Ruswantara, S.I.Kom., S.A.B., M.I.Kom., menjelaskan bahwa pendekatan psikososial yang diterapkan memang dirancang secara sederhana melalui ekspresi kreatif mewarnai dan permainan kelompok. Metode ini bukan bentuk terapi psikologis profesional, melainkan sarana anak-anak mengekspresikan diri serta berinteraksi secara positif pascabencana.

Menurut Danang, integrasi pemulihan fisik dan non-fisik sangat penting karena percepatan pemulihan bencana tidak selesai hanya dengan penyediaan logistik atau pembangunan fisik. Ketika kebutuhan dasar tempat tinggal dan pangan terpenuhi yang beriringan dengan dukungan sosial emosional, masyarakat secara perlahan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Respons emosional warga dan anak-anak terhadap kehadiran mahasiswa dinilai sangat positif. Suasana posko yang semula lekat dengan situasi krisis berubah lebih hidup saat anak-anak dan para orang tua ikut menikmati kegiatan. Bentuk penerimaan masyarakat bahkan ditunjukkan melalui gestur kebersamaan, seperti pemberian hasil kebun berupa sayuran kepada mahasiswa sebagai simbol gotong royong dan rasa terima kasih.

Kehadiran mahasiswa KKN Tematik Bencana Undana ini secara langsung memangkas risiko kemandakatan pemulihan pascabencana yang kerap hanya berfokus pada bantuan fisik semata. Tanpa adanya pendampingan psikososial di pemukiman darurat, trauma emosional pada kelompok rentan seperti anak-anak berpotensi terabaikan dan memperlambat reorientasi kehidupan sosial warga.

Selain memberikan dukungan nyata di garis depan pemulihan, interaksi langsung di Kabupaten Manggarai Timur ini memberikan learning outcome akademis yang berharga bagi Undana. Pengalaman menangani dinamika lapangan, kerja sama lintas sektor bersama kepolisian dan pemerintah setempat, serta pemahaman atas kebutuhan khas wilayah terdampak menjadi bahan evaluasi penting untuk menyusun model KKN Tematik Kebencanaan dan kajian komunikasi bencana yang lebih responsif di Nusa Tenggara Timur pada masa mendatang. (ben)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *