Thomas Lembong Mengaku Mengetahui Kegagalan Program Pemerintahan Jokowi

Rabu, 31 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Thomas Lembong bersama jajaran pengurus dari partai pengusung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Kota Kupang, Rabu (31/1/2024). Foto.

Thomas Lembong bersama jajaran pengurus dari partai pengusung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Kota Kupang, Rabu (31/1/2024). Foto.

“Saya paham betul terhadap strategi ekonomi kita mana yang berhasil maupun yang tidak berhasil dalam ekonomi kita,” kata Thomas Lembong.

KUPANG, MEDIASI NTT.COM – Mantan Menteri Perdagangan Dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Thomas Lembong mengaku tahu persis terhadap keberhasilan maupun kegagalam program Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Saya paham betul terhadap strategi ekonomi kita mana yang berhasil maupun yang tidak berhasil dalam ekonomi kita,” kata Thomas Lembong dalam pertemuan bersama para wartawan di Kota Kupang, Rabu (31/1/2024).

Menurut dia berbagai program pembangunan yang gencar dilakukan dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo seperti pembangunan infrastruktur hanya untuk kepentingan pihak tertentu, sehingga masyarakat tidak merasakan program yang dilakukan.

Karena menurut dia berbagai program itu lebih berorientasi pada investasi sektor modal, sehingga sektor yang menjadi tulang pungung ekonomi masyarakat seperti sektor kelautan dan perikanan,pertanian tidak tersentuh perhatian pemeritah.

Pada kesempatan itu dia mengatakan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut satu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memiliki program untuk pembangunan dan pengembangan 40 kota seperti dilakukan di Jakarta dan salah satunya adalah Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dia mengaku prihatin dengan terhadap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang menelan anggaran sebesar Rp500 triliun dari APBN maupun pihak swasta.

“Pembangunan IKN dilakukan saat masyarakat menderita karena lapangan kerja yang tidak stabil dalam kondisi penghasilan masih rendah. Bagi kami dana Rp500 triliun itu bisa dimanfaatkan untuk membangun kota-kota dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Thomas Lembong. (Ben)

Berita Terkait

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang
1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan
Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian
DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM
Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap
Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:26

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:38

Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:50

DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:16

Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13

Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43