DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM

Minggu, 11 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Kalau kuota nasional dikurangi, sementara kebutuhan masyarakat meningkat, pemerintah harus menjelaskan apakah alokasi untuk NTT masih mencukupi. Jangan sampai kebijakan penghematan di tingkat pusat justru membuat rakyat di daerah membayar lebih mahal,”kata Winston

KUPANG,MEDIASINT.COM – Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, menyoroti kelangkaan Pertalite dan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia mendesak pemerintah pusat dan Pertamina segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi kesulitan masyarakat memperoleh BBM.

“Ini bukan sekadar soal Pertalite kosong atau antrean panjang di SPBU. Ini menyangkut tanggung jawab negara menjamin akses energi yang terjangkau bagi rakyat. Jangan sampai rakyat terus diminta bersabar, sementara pemerintah hanya sibuk memberikan penjelasan,” tegas Winston Sabtu 10 Oktober 2026.

Winston menduga persoalan kelangkaan ini juga berkaitan dengan kebijakan pengurangan kuota Pertalite secara nasional. Berdasarkan keterangan BPH Migas kepada Komisi XII DPR RI, kuota Pertalite nasional tahun 2026 turun sekitar 6,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau kuota nasional dikurangi, sementara kebutuhan masyarakat meningkat, pemerintah harus menjelaskan apakah alokasi untuk NTT masih mencukupi. Jangan sampai kebijakan penghematan di tingkat pusat justru membuat rakyat di daerah membayar lebih mahal,” katanya.

Menurut Winston, pemerintah dan Pertamina tidak boleh hanya menyalahkan pengecer, meningkatnya pembelian masyarakat, atau kendala distribusi. Kebijakan alokasi dan kemampuan mengantisipasi kebutuhan BBM juga harus dievaluasi.

Ia mengapresiasi kritik Darius Beda Daton tentang kelangkaan Pertalite dan maraknya penjualan BBM eceran dengan harga tinggi. Menurutnya, persoalan ini menunjukkan perlunya pembenahan distribusi hingga wilayah pedesaan dan kepulauan.

“Rakyat kecil yang paling menderita. Tukang ojek, petani, nelayan, pedagang, semuanya membutuhkan BBM untuk bekerja. Ketika Pertalite kosong, mereka terpaksa membeli lebih mahal. Ini akhirnya memukul ongkos transportasi, harga barang, dan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Winston juga mengingatkan bahwa situasi ini merupakan ujian kepemimpinan pemerintah di semua tingkatan.

“Negara sangat tegas ketika menarik pajak dan menagih kewajiban rakyat. Maka negara juga harus tegas memenuhi tanggung jawabnya. Rakyat membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan, bukan sekadar pejabat yang pandai menjelaskan persoalan,” katanya.

Winston mendesak Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina membuka data alokasi Pertalite NTT, memastikan kelancaran pasokan, serta segera mengevaluasi kuota apabila tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota tidak berpangku tangan, tetapi aktif berkoordinasi dan mengawasi distribusi BBM agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“Pertalite boleh kosong sesaat karena gangguan distribusi. Tetapi tanggung jawab dan keberanian pemerintah tidak boleh ikut kosong. Jangan sampai negara merasa berhasil menghemat anggaran, sementara rakyat justru membayar lebih mahal untuk bertahan hidup,” pungkas Winston.  (ben)

Berita Terkait

Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap
Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers
Fraksi Gerindra NTT Menilai Open Turnamen Voli SMSI Cup Jaring Bibit Atlet PON
Gerindra Usul Pangkas Dana Perjalanan Dinas Anggota DPRD NTT
TB Gramedia Kupang Dukung Turnamen Voli SMSI Cup 2026
JAM Intel Kejagung: Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI dan ABPEDNAS Jadi Mitra Strategis Kejaksaan

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:50

DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:16

Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13

Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan

Jumat, 18 September 2026 - 10:45

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI

Sabtu, 12 September 2026 - 02:49

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:45

Pulau Timor

Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT

Senin, 5 Okt 2026 - 20:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Senin, 5 Okt 2026 - 01:21

Undana siapkan fasilitas pendidikan darurat di lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores.

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Siapkan Fasilitas Pendidikan Darurat Bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 2 Sep 2026 - 08:20

Headline news

Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:16

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bedah Fenomena Viral Di Medsos Serta Dampak Hukum Bagi Masyarakat NTT

Jumat, 9 Okt 2026 - 05:32

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Buronan Polres Tasikmalaya Kota Diringkus Di Kabupaten TTS,NTT

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:58