Bawaslu Mengingatkan Warga NTT Waspada Terhadap Peredaran Uang Palsu

Senin, 12 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bawaslu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento (kedua dari kiri)  dalam kegiatan Media Gathering

Ketua Bawaslu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento (kedua dari kiri) dalam kegiatan Media Gathering" Pengawasan Persiapan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Umum 2024 di Kupang, Senin. Foto Mediasi NTT.Com/Benny)

“Kami perlu ingatkan warga NTT jangan sampai menerima uang teryata uang yang diberikan merupakan uang palsu, ketika pergi pasar dan diketahui uang yang dibelanjakan itu merupakan uang palsu maka bisa berujung pada persoalan,” kata Nonato Da Purificacao Sarmento.

KUPANG MEDIASI NTT.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengingatkan warga Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai adanya peredaran uang palsu yang diduga digunakan untuk membeli suara pada pemilu 2024.

“Bawaslu terus berupaya melakukan pencegahan adanya pelanggaran pemilu dilakukan peserta pemilu, termasuk dalam mengantisipasi adanya peredaran uang palsu yang dapat dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk membeli suara,” kata Ketua Bawaslu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento dalam kegiatan Media Gathering” Pengawasan Persiapan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara PemilihAn Umum 2024 di Kupang, Senin.

Ia mengatakan penggunaan uang palsu bisa terjadi dalam perhelatan pemilu 2024 demi untuk mendulang suara dari masyarakat, sehingga perlu adanya kewaspadaan dari masyarakat.

Menurut dia peredaran uang palsu termasuk dalam kerawanan pemilu yang juga menjadi perhatian serius Bawaslu di provinsi berbasis kepulauan ini untuk dilakukan upaya pencegahan.

“Kami perlu ingatkan warga NTT jangan sampai menerima uang teryata uang yang diberikan merupakan uang palsu, ketika pergi pasar dan diketahui uang yang dibelanjakan itu merupakan uang palsu maka bisa berujung pada persoalan,” kata Nonato Da Purificacao Sarmento didampingi Anggota Bawaslu NTT Melpi Minalria Marpaung dan Magdalena Yuanita Wake dan Kepala Kesekretariat Bawaslu NTT Ignasius Jani.

Selain itu menurut dia modus membeli suara yang terjadi di Kota Kupang dengan menyasar generasi muda berupa memberi vocer game.

“Masih banyak modus-mudus lain yang lakukan untuk membeli suara. Kami terus berupaya melakukan pencegahan dengan mengoptimalkan petugas pengawas yang ada di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu informasi yang terus berkembang di masyarakat Kota Kupang upaya membeli suara dalam pemilu 2024 begitu marak terjadi dengan nominal sangat fantastis seperti untuk satu suara DPRD Kota Kupang dipatok dengan nilai sebesar Rp300.000 hingga Rp500.000/suara. (Ben)

 

Berita Terkait

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang
1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan
Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian
DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM
Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap
Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:57

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:26

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:38

Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:50

DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:16

Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43