Kanwil Imigrasi NTT Bentuk 20 Desa Binaan Cegah Kasus TPPO

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kelas B Nusa Tenggara Timur Arvin Gumilang

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kelas B Nusa Tenggara Timur Arvin Gumilang

“Sampai saat ini  sudah ada 20 desa binaan Imigrasi yang telah terbentuk. Melalui desa binaan itu masyarakat mulai memahami bagaimana upaya pencegahan TPPO, tentu desa-desa binaan ini akan terus bertambah di NTT,” kata Arvin.

MEDIASINTT.COM– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal  Imigrasi Nusa Tenggara Timur telah membentuk 20 Desa binaan Imigrasi sebagai upaya  dini dalam  mencegah terjadinya  Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari NTT.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kelas B Nusa Tenggara Timur Arvin Gumilang, ketika ditemui MEDIASINTT.COM di Kupang, Jumat, menjelaskan pembentukan desa binaan Imigrasi merupakan program Inovasi guna mendekatkan fungsi Imigrasi ke masyarakat.

Arvin yang didampingi Humas Imigrasi NTT, Christian Lelan mengatakan,  sampai saat ini  Kanwil Imigrasi sudah membentuk  20 desa binaan Imigrasi di provinsi berbasis kepulauan ini.

“Sampai saat ini  sudah ada 20 desa binaan Imigrasi yang telah terbentuk. Melalui desa binaan itu masyarakat mulai memahami bagaimana upaya pencegahan TPPO, tentu desa-desa binaan ini akan terus bertambah di NTT,” kata Arvin.

Dikatakannya desa binaan Imigrasi dibentuk lebih pada daerah yang memiliki masyarakat berpotensi adanya TPPO.

Dikatakannya melalui pembentukan desa binaan Imigrasi maka masyarakat  NTT lebih mudah dalam mendapatkan informasi terkait prosedur bekerja di luar luar negeri sehingga bisa terhindar dari TPPO.

Beberapa desa binaan Imigrasi yang telah dibentuk itu  terdapat di beberapa kabupaten  di Pulau Timor serta Pulau Flores dan Pulau Sumba, dan Alor.

Dia juga menambahkan Kanwil Imigrasi NTT juga mengandeng pihak perbankan guna mengalokasikan dana  tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) untuk membantu masyarakat di desa binaan Imigrasi dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat desa dan pesisir, agar lapangan pekerja bisa tersedia.

“Seperti yang kami lakukan di desa binaan di Manggarai Barat diberi bantuan bibit jagung untuk usaha ekonominya,” kata Arvin. (ben)

Berita Terkait

Anggota DPR-RI Viktor Bungtilu Laikodat Sebut Kabupaten Kupang Kaya Potensi SDA
SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang
1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan
Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian
DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM
Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap
Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:19

Anggota DPR-RI Viktor Bungtilu Laikodat Sebut Kabupaten Kupang Kaya Potensi SDA

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:57

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:26

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:38

Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:50

DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07