Kapolda NTT : Anak-Anak Korban Bencana Tidak Boleh Kehilangan Harapan

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda NTT NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si saat meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Jumat (21/8/2026).

Kapolda NTT NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si saat meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Jumat (21/8/2026).

“Tidak semua luka terlihat. Ada luka yang tersimpan dalam ingatan dan perasaan. Karena itu, pemulihan setelah bencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah, tetapi juga membangun kembali keberanian dan rasa aman di hati anak-anak,” kata Kapolda Rudi Darmoko

NAGEKEO, MEDIASINTT.COM – Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.terus memberikan penguatan untuk membangkitkan semangat korban bencana gempa bumi di Pulau Flores terutama kaum anak-anak yang terdampak bencana gempa untuk tidak boleh kehilangan harapan.

Pesan itu disampaikan Kapolda NTT saat meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Jumat (21/8/2026).

Kehadiran Kapolda NTT di lokasi pengungsian bukan sekadar untuk memastikan bantuan dan pelayanan darurat berjalan. Perhatian Irjen Pol. Rudi Darmoko juga tertuju kepada anak-anak yang harus menghadapi pengalaman traumatis setelah gempa mengguncang wilayah Flores.

Di tengah suasana pengungsian, Tim Psikologi Polri memberikan trauma healing kepada anak-anak. Mereka diajak bermain, bernyanyi, berinteraksi dan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk menghadirkan kembali suasana ceria.

Bagi sebagian anak, gempa bukan hanya tentang guncangan tanah. Mereka menyaksikan kepanikan orang-orang di sekitarnya, meninggalkan rumah, tidur di tenda darurat, hingga menghadapi ketidakpastian akibat kemungkinan gempa susulan.

Kapolda NTT menegaskan bahwa perhatian terhadap anak-anak harus menjadi bagian dari proses pemulihan. Menurutnya, membangun kembali kehidupan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan memperbaiki rumah dan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mengembalikan keberanian serta rasa aman anak-anak.

“Anak-anak korban bencana tidak boleh kehilangan harapan,” pesan Irjen Pol. Rudi Darmoko.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap angka korban, kerusakan bangunan dan jumlah pengungsi, terdapat manusia yang membutuhkan perhatian dan penguatan untuk kembali bangkit.

Kapolda NTT juga menekankan bahwa tidak semua luka akibat bencana dapat terlihat secara kasatmata. Rasa takut, cemas dan trauma dapat tersimpan dalam ingatan para penyintas, terutama anak-anak.

“Tidak semua luka terlihat. Ada luka yang tersimpan dalam ingatan dan perasaan. Karena itu, pemulihan setelah bencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah, tetapi juga membangun kembali keberanian dan rasa aman di hati anak-anak,” ujarnya.

Kehadiran Tim Psikologi Polri di lokasi pengungsian menjadi bagian dari upaya tersebut. Pendekatan dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan dunia anak, sehingga mereka dapat kembali merasa nyaman dan memiliki ruang untuk mengekspresikan diri.

Di sela kegiatan, Kapolda NTT turut memberikan perhatian kepada anak-anak yang berada di lokasi. Interaksi tersebut menjadi energi positif bagi para penyintas, sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir tidak hanya melalui bantuan material, tetapi juga melalui perhatian dan kepedulian.

Bagi masyarakat yang masih bertahan di pengungsian, kehadiran pimpinan Polda NTT secara langsung memberikan pesan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

Polri terus bergerak dalam berbagai lini penanganan bencana di Flores, mulai dari distribusi bantuan logistik, pelayanan kesehatan, pengamanan pengungsian, pencarian dan pertolongan, penyediaan air bersih, hingga pendampingan psikologis.

Namun, di antara seluruh upaya tersebut, senyum seorang anak menjadi salah satu tanda paling sederhana bahwa proses pemulihan mulai menemukan jalannya.

Dari Lapangan Berdikari Danga, pesan Kapolda NTT pun menggema lebih jauh: bencana boleh merusak rumah, tetapi tidak boleh memadamkan harapan.

Sebab ketika anak-anak kembali berani tersenyum, bermain dan bermimpi, di sanalah harapan untuk bangkit setelah bencana mulai tumbuh kembali. (beny)

Berita Terkait

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang
1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan
Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian
DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM
Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap
Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:57

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:26

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:38

Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:50

DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:16

Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:34

Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:49