Pemkab Kupang Komitmen Bentuk Sekolah Tangguh Bencana

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Indikator kebahagiaan sebuah rumah tangga berada pada anak. Jika anak sehat, bahagia, selamat, dan berhasil, itu merupakan wujud keberhasilan orang tua. Oleh karena itu, keselamatan mereka di sekolah melalui program SPAB ini menjadi sangat krusial,” ujar Guntur.

KUPANG,MEDIASINTTCOM –   Pemerintah Kabupaten Kupang resmi membuka Lokakarya Penyusunan Rencana Kerja Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) Program Generasi Ready (GenRe).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Kristal Kupang pada Kamis (3/9/2026) ini dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Guntur Subu Taopan.

Dalam sambutannya, Guntur Subu Taopan menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mewujudkan sekolah yang tangguh terhadap bencana. Ia menggarisbawahi bahwa anak-anak merupakan prioritas utama, bukan sekadar tujuan akhir dari sebuah kebijakan.

“Indikator kebahagiaan sebuah rumah tangga berada pada anak. Jika anak sehat, bahagia, selamat, dan berhasil, itu merupakan wujud keberhasilan orang tua. Oleh karena itu, keselamatan mereka di sekolah melalui program SPAB ini menjadi sangat krusial,” ujar Guntur.

Pemerintah Kabupaten Kupang juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi strategis antara Save the Children dan CIS Timor melalui Program Sekber SPAB. Langkah ini dinilai sangat membantu pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Kupang. Melalui lokakarya ini, diharapkan koordinasi lintas sektor dapat semakin kuat dalam membangun sistem kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sementara itu, Program Manager GenRe Save the Children, Yosep Tapun, dalam arahannya mengingatkan bahwa ancaman bencana alam, seperti potensi bencana di wilayah Flores, sering kali tidak dapat diprediksi. Kondisi tersebut menuntut kesiapan penuh dari seluruh pemangku kepentingan untuk memitigasi dampak yang ditimbulkan. “Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah hal yang perlu kita pertajam dan diskusikan bersama. Kita semua merupakan kelompok yang berpotensi terdampak risiko bencana,” ujarnya.

Yosep menambahkan, Program GenRe ini dirancang untuk mendorong sistem kesiapsiagaan sekolah agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi institusi yang mampu mengedukasi masyarakat sekitar melalui pengetahuan dan keterampilan mitigasi. Dari target 17 sekolah, beberapa di antaranya telah berhasil menerapkan program SPAB ini. Ia berharap model pengembangan ini dapat direplikasi secara meluas di seluruh sekolah di Kabupaten Kupang hingga tingkat nasional.

Di sisi lain, Project Manager GenRe CIS Timor sekaligus Ketua Sekber SPAB Kabupaten Kupang, Ida Adu, menjelaskan bahwa proses revitalisasi Sekber SPAB di Kabupaten Kupang berjalan relatif lancar berkat dukungan regulasi yang kuat. Pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Bupati Kupang Nomor 22 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan SPAB sebagai payung hukum krusial.

“Kolaborasi lintas sektor ini mempertemukan Pemerintah Kabupaten Kupang dengan mitra strategis pembangunan yang bergerak di isu pendidikan, perlindungan anak, kesetaraan gender, dan inklusivitas untuk merevitalisasi Sekber SPAB yang sudah ada,” jelas Ida.

Ida menekankan bahwa memastikan sekolah aman dari bencana adalah investasi jangka panjang yang fundamental bagi masa depan daerah.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Memastikan sekolah aman dari bencana adalah fondasi utama untuk menyelamatkan investasi di Kabupaten Kupang. Mari kita perkuat komitmen, tuntaskan implementasi Perbup SPAB ini, dan pastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Kupang yang kehilangan hak belajarnya akibat ketidaksiapan kita menghadapi bencana,”tegasnya.

Setelah sesi pembukaan dan pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi mendalam mengenai penyusunan rencana kerja Sekber SPAB.

Turut hadiri Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kupang, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang, serta perwakilan OPD di lingkup Pemkab Kupang. Hadir pula Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang, Project Coordinator Save the Children, serta perwakilan dari berbagai lembaga mitra terkait se-Kabupaten Kupang.

 

Berita Terkait

Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah
Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak
Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT
Laporan Terhadap Wartawan NTTHits Disorot: Salah Tafsir Penilaian Dewan Pers
Ukir Prestasi Gemilang IPDN Serahkan Penghargaan Spesial Bagi Bupati Kupang
Pemkab Kupang Distribusi Bantuan Beras 238 Ton

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:16

Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:43

Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT

Minggu, 27 September 2026 - 03:55

Laporan Terhadap Wartawan NTTHits Disorot: Salah Tafsir Penilaian Dewan Pers

Berita Terbaru

Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:49

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:29

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Rabu, 21 Okt 2026 - 05:13

Headline news

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Rabu, 21 Okt 2026 - 03:26

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:40