“Mahasiswa KKN adalah duta Undana di masyarakat sehingga mereka dituntut untuk membawa nama baik Undana selama berkegiatan KKN,” penegasan Prof. Yosep Seran Mau
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi melepas 485 mahasiswa TA 2026/2027 untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebar di enam kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat.
Prosesi pelepasan dipimpin Wakil Rektor I Undana Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., mewakili Rektor Undana, serta dihadiri Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., Sekretaris LPPM Prof. Dr. Febri Odel Nitbani, S.Si., M.Si., Koordinator KKN Ir. Markus Sinlae, M.Sc.Ag., dan Ketua Tim Kerja KKN Berdampak Ir. Dominggus B. Osa, M.P.
Pelepasan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa selama dua bulan, tersebar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Sumba Timur.
Kehadiran mahasiswa lintas disiplin ilmu ini memberikan kepastian pendampingan berbasis kebutuhan dasar, seperti penguatan literasi membaca anak, penanganan sampah, pemulihan kesehatan masyarakat, serta pemetaan potensi ekonomi lokal tanpa dibebani oleh program kerja fisik yang bersifat formalitas semata.
Wakil Rektor I Undana Prof. Annytha Detha menegaskan bahwa KKN merupakan momentum utama mahasiswa untuk memverifikasi kebenaran teori dan riset perkuliahan di tengah dinamika masyarakat.
Ia meminta mahasiswa meninggalkan paradigma lama yang berfokus pada pembangunan fisik belakangan seperti pembuatan gapura atau papan nama desa, dan beralih fokus pada pemecahan persoalan mendasar warga. Mahasiswa diinstruksikan untuk memetakan kondisi sosial dan menggali potensi ekonomi desa terlebih dahulu sebelum mengeksekusi program pengabdian.
“Substansi kegiatan KKN bukan hanya kegiatan fisik yang terlihat, tetapi bagaimana mahasiswa membantu mengembangkan sumber daya yang ada di desa. Mahasiswa harus lebih peka melihat persoalan mendasar seperti pendampingan belajar dan membaca anak, pengelolaan sampah, serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat,” tegas Wakil Rektor I Undana.
Kepala LPPM Undana Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menjelaskan penempatan KKN reguler dipusatkan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Adapun KKN tematik bidang kesehatan dilaksanakan di Kota Kupang khusus bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, sedangkan KKN tematik lainnya disebar di Kabupaten Manggarai, TTS, Sikka, dan Sumba Timur. LPPM menekankan bahwa penyusunan program kerja wajib dilakukan secara partisipatif bersama warga dan pemerintah lokal.
“Mahasiswa yang akan KKN di desa diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat di lokasi mitra melalui penyusunan program dan pelaksanaan program secara kolaboratif dan partisipatif untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” terang Kepala LPPM Undana.
Selain pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan pemenuhan kompetensi akademis mata kuliah KKN selama dua bulan, LPPM mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga etika, norma, dan tata krama di lingkungan pengabdian. Mahasiswa diminta membangun komunikasi yang santun dengan perangkat desa dan tokoh adat setempat.
Kemampuan beradaptasi dan menghormati kearifan lokal menjadi kunci utama suksesnya penterjemahan ilmu pengetahuan di lapangan.
“Mahasiswa KKN adalah duta Undana di masyarakat sehingga mereka dituntut untuk membawa nama baik Undana selama berkegiatan KKN,” penegasan Prof. Yosep Seran Mau kepada para peserta.
Pelepasan 485 mahasiswa KKN Berdampak ini mempertegas komitmen Undana dalam mendukung percepatan pembangunan daerah di Nusa Tenggara Timur. Undana memastikan pengawasan ketat dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar seluruh program kerja berjalan terukur dan tepat sasaran. Melalui sinergi sains dan pengabdian masyarakat ini, Undana siap melahirkan lulusan yang berintegritas, peka sosial, serta mampu menghadirkan solusi konkret demi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT. (ben)











