Perang Perburuk Situasi Ekonomi, Mendag Lutfi Bahas Pemulihan Ekonomi Negara- Negara ASEAN

Senin, 16 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mendampingi Presiden RI, Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat (13/5/2022). (Foto: Kemendag)

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mendampingi Presiden RI, Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat (13/5/2022). (Foto: Kemendag)

“Penekanannya adalah pada besarnya pengaruh AS, Eropa dalam menghentikan perang di Ukraina. Sekali lagi perang, bukan memenangkan perang di Ukraina,” tegas Mendag Lutfi.

JAKARTA, MediasiNTT.Com – Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terbang ke Washington DC untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN–Amerika Serikat (AS) 11–13 Mei 2022 di AS.

Selama KTT, Mendag Lutfi melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah negara ASEAN membahas agenda pemulihan ekonomi kawasan akibat pandemi Covid-19.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Minggu (15/5/2022), Presiden Joko Widodo di KTT Khusus ASEAN–AS juga didampingi Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani. Di depan para pemimpin negara ASEAN dan AS, Jumat (13/5/2022), kata Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyerukan penghentian perang di Ukraina sekarang juga.

“Bapak Presiden memandang perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan, energi dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang,” tegas Mendag Lutfi.

Dikatakan Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa saat ini dunia sedang mengalami masalah baru yang tidak ringan. Setelah diserang pandemi Covid-19 yang kini berangsur mulai membaik, dunia dikejutkan oleh masalah perang Rusia–Ukraina. Ditegaskan Mendag Lutfi, Pesiden Joko Widodo menentang terjadinya peperangan ini.

“Presiden Joko Widodo menegaskan seharusnya dunia segera pulih dari pandemi Covid-19, namun dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” kata Mendag Lutfi, menyampaikan pernyataan Presiden.

“Penekanannya adalah pada besarnya pengaruh AS, Eropa dalam menghentikan perang di Ukraina. Sekali lagi perang, bukan memenangkan perang di Ukraina,” tegas Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menuturkan Presiden Jokowi menegaskan bahwa perang tidak akan menguntungkan siapa pun. “Bapak Presiden menegaskan bahwa setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan dan perdamaian dapat terwujud,” ujarnya.

Saat ini, kondisi pertumbuhan ekonomi dunia cukup memadai. Dana Moneter Internasional atau IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dimuncul dan berkembang di Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hanya 1,2 persen.

“Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kenaikan 10 persen harga minyak dunia akan berdampak pada menurunnya pendapatan nasional beberapa negara ASEAN sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum juga akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen di sebagian negara ASEAN,” tutur Mendag Lutfi.

Selama ini, ASEAN telah membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong kebiasaan habit of dialogue dan rule based prder. Spirit tersebut juga didorong agar bisa dilaksanakan di negara-negara Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pasifik.

Ditegaskan Mendag Luthfi, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika Serikat melalui Indo-Kerangka Ekonomi Pasifik (IPEF).

“Presiden berharap sinergi antara IPEF dengan prioritas kerjasama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific),” kata Mendag Luthfi.

Dikatakan Mendag Luthfi, Presiden Joko Widodo berencana melakukan Indo-Infrastructure Forum saat Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun depan. “Bapak Presiden berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut,” tutur Mendag Lutfi.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo, Mendag Lutfi menggelar ASEAN Economic Ministers (AEM) Special Meeting di Bali pada 17–18 Mei 2022 mendatang. (Rio/gige)

Berita Terkait

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang
1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan
Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian
DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM
Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap
Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:57

SMSI Usul Pembenahan Tata Kelola HPN, Petinggi PWI Malah Meradang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:26

1.340 CPNS Di NTT Protes, Ada 40 CPNS Dianak Emaskan

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:38

Persiapkan Pelantikan Pengurus DPP, FKPTT Gelar Gladi Bersih dan Tegaskan Komitmen Pengabdian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:50

DPRD NTT Minta Pertamina Ambil Langkah Nyata Atasi Kelangkaan BBM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:16

Dampak Kebakaran Hutan Kota Kupang Dikepung Asap

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:34

Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata

Winston Rondo Prihatin, Bangunan Sekolah Dibiarkan 10 Tahun Tanpa Perbaikan

Kamis, 22 Okt 2026 - 05:49