Program JKN Menjadi Penunjang Hidup Jonas

Senin, 23 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jonas Benu (60), salah satu peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan

Jonas Benu (60), salah satu peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan

“Penyakit yang saya derita juga bukan suatu hal yang bisa disepelekan. Jika ingin berumur panjang, saya membutuhkan perawatan rutin dan obat-obat yang bisa mendukung kesehatan saya. Maka dari itu, dengan adanya BPJS Kesehatan melalui Program JKN, saya sangat bersyukur. Saya mengapresiasi akan hadirnya program ini karena saya merasa sangat dibantu dan diperhatikan, terlebih untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan yang sudah menjamin kami semua seluruh warganya yang perlu pengobatan seumur hidup,” ujar Jonas

KUPANG MEDIASI NTT.COM – Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta merupakan sebuah upaya pemerintah untuk memastikan bahwa semua warga negara, tanpa terkecuali, memiliki akses ke layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa menghadapi kesulitan finansial. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan berperan sebagai lembaga yang mengelola Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mewujudkan cakupan kesehatan semesta. Harapannya, setiap individu dijamin mendapatkan layanan kesehatan yang memadai sesuai kebutuhan mereka.

Sebagai kabupaten yang telah mencapai UHC, seluruh masyarakat Timor Tengah Selatan kini telah terjamin aksesnya terhadap layanan kesehatan berkualitas melalui Program JKN. Hal ini memberikan ketenangan bagi masyarakat karena tidak perlu khawatir lagi dengan biaya pengobatan. Inilah yang dirasakan oleh Jonas Benu (60), salah satu peserta JKN dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Saat ini ia sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Jonas dirujuk dari Soe dengan kondisi yang mengkhawatirkan.

“Awalnya saya menerima perawatan di Rumah Sakit Siloam Clinic Soe. Karena hasil pemeriksaan menjelaskan bahwa saya menderita penyakit jantung dan belum ada dokter jantung di sini untuk menangani lebih lanjut terkait penyakit saya, maka saya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Sebenarnya rumah sakit ini sudah menjadi andalan tempat berobat beberapa kerabat saya di Soe. Mereka yang merekomendasikan untuk berobat di Rumah Sakit Bhayangkara,” jelas Jonas, Jumat (30/08).

Selama tiga hari Jonas dirawat, ia menjalani perawatan dan pengobatan tanpa kendala. Menurut Jonas, pelayanannya sudah cukup bagus dan Jonas merasa tidak sia-sia sampai ke Kupang untuk berobat. Di Kupang pun, pelayanan yang Jonas terima sama-sama memuaskan. Jonas merasa sangat terbantu dengan proses administrasi yang mudah dan cepat. Cukup menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya, semua persyaratan administrasi dapat terpernuhi. Selain itu, Jonas juga merasa mendapatkan pelayanan yang sama baiknya dengan pasien umum lainnya.

“Saat datang untuk mengurus administrasi kebetulan saat itu saya tidak membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) fisik. Petugas loket tidak mempermasalahkannya, justru ia mengarahkan bahwa saya cukup memberikan KTP saja. Pengalaman saya, untuk mendapatkan kamar pun tidak dipersulit. Setelah itu pun, saya menunggu untuk mendapat kamar dengan cukup cepat. Bisa dikatakan bahwa pelayanan yang saya terima sudah selayaknya dan tidak ada perbedaan antara pasien BPJS dan pasien umum. Begitu juga dengan saat pemeriksaan oleh dokter maupun perawat setiap harinya sangat begitu peduli pada saya,” ujar Jonas.

Dengan penuh rasa syukur, Jonas berharap agar BPJS Kesehatan bisa terus menjamin pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia sehingga kebutuhan kesehatan mereka dapat terpenuhi. Sebagai peserta JKN yang didaftarkan dan ditanggung iurannya oleh pemerintah, Jonas merasa sangat bersyukur karena penyakit jantungnya bisa mendapatkan perawatan dengan baik. Jonas tahu benar bahwa biaya kesehatan di rumah sakit cukup mahal.

“Penyakit yang saya derita juga bukan suatu hal yang bisa disepelekan. Jika ingin berumur panjang, saya membutuhkan perawatan rutin dan obat-obat yang bisa mendukung kesehatan saya. Maka dari itu, dengan adanya BPJS Kesehatan melalui Program JKN, saya sangat bersyukur. Saya mengapresiasi akan hadirnya program ini karena saya merasa sangat dibantu dan diperhatikan, terlebih untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan yang sudah menjamin kami semua seluruh warganya yang perlu pengobatan seumur hidup,” ujar Jonas mengakhiri perbincangan.  (fr/ok/ben)

 

Berita Terkait

Presiden Ramos-Horta Minta Implementasi Nyata Kerja Sama Timor Leste-Indonesia
Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah
Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak
Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT
Laporan Terhadap Wartawan NTTHits Disorot: Salah Tafsir Penilaian Dewan Pers
Ukir Prestasi Gemilang IPDN Serahkan Penghargaan Spesial Bagi Bupati Kupang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:44

Presiden Ramos-Horta Minta Implementasi Nyata Kerja Sama Timor Leste-Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:33

Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:16

Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43