Program Podcast Undana Talk Jadi Etalase Dari Kampus Hijau

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program podcast Undana Talk  Season III, Rabu (11/3/2026), menghadirkan Daniel Ariel Hadjo, mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, yang baru saja mengharumkan nama almamater di kancah internasional.

Program podcast Undana Talk Season III, Rabu (11/3/2026), menghadirkan Daniel Ariel Hadjo, mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, yang baru saja mengharumkan nama almamater di kancah internasional.

“Dampak negatif mikroplastik tidak akan terasa dalam jangka pendek, namun efeknya akan muncul pada generasi berikutnya. Di forum internasional, saya menunjukkan foto nyata kondisi pantai di NTT sebagai representasi perang yang sedang kami hadapi saat ini terhadap sampah plastik,” ungkap Ariel.

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Program podcast Undana Talk kembali membuktikan fungsinya sebagai etalase praktik baik dan cerita inspiratif dari kampus hijau.

Pada edisi terbaru Season III, Rabu (11/3/2026), platform ini menghadirkan Daniel Ariel Hadjo, mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, yang baru saja mengharumkan nama almamater di kancah internasional.

Ariel, sapaan akrabnya, menjadi pusat perhatian setelah meraih penghargaan Best Oral Presentation pada The 7th International Conference on Food, Nutrition, Health, and Lifestyles (NUTRICON) 2025 di Bangkok, Thailand. Melalui Undana Talk, ia membagikan kisah perjuangannya membawa isu ancaman mikroplastik dari wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) ke panggung akademisi global.

Dalam obrolan santai di Undana Talk, Ariel menceritakan bahwa risetnya berfokus pada dampak kesehatan mikroplastik, sebuah isu yang sangat relevan dengan kondisi geografis NTT sebagai wilayah kepulauan. Penelitian yang disusun di bawah bimbingan Dekan FKKH, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi. ini menyoroti potensi bahaya jangka panjang sampah plastik terhadap kesehatan manusia, khususnya pada masyarakat pesisir.

“Dampak negatif mikroplastik tidak akan terasa dalam jangka pendek, namun efeknya akan muncul pada generasi berikutnya. Di forum internasional, saya menunjukkan foto nyata kondisi pantai di NTT sebagai representasi perang yang sedang kami hadapi saat ini terhadap sampah plastik,” ungkap Ariel.

Riset tersebut tidak hanya mengupas aspek hematologi atau kondisi darah, tetapi juga memperingatkan risiko mikroplastik pada sistem kardiovaskular, paru-paru, hingga temuan medis terbaru pada plasenta ibu hamil. Melalui paparan yang komprehensif ini, seorang profesor dunia bahkan langsung mengajak Ariel untuk menjajaki peluang kerja sama penelitian lingkungan di masa depan.

Hal yang membuat cerita Ariel kian menginspirasi publik adalah posisinya sebagai satu-satunya mahasiswa jenjang sarjana di antara deretan profesor dan peneliti senior dunia dalam konferensi tersebut. Keberhasilannya meraih predikat presentasi lisan terbaik membuktikan bahwa mahasiswa Undana memiliki daya saing yang setara dengan pakar internasional.

Keterlibatan aktif mahasiswa dalam forum internasional seperti ini dipandang sebagai bentuk nyata “Undana Berdampak”. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membuka pintu kolaborasi akademik yang lebih luas bagi universitas serta memperkuat jejaring ilmiah global.

Di sela kesibukan studi kedokteran yang padat, Ariel berbagi tips melalui Undana Talk mengenai manajemen waktu. Ia menekankan pentingnya menggunakan kuadran skala prioritas untuk membedah aktivitas mana yang mendesak dan penting.

“Langkah medis yang paling krusial sebelum dampak meluas adalah promotif dan preventif. Strategi ini harus diterapkan sebelum persoalan sampah plastik semakin meningkat di wilayah kita,” tambahnya. Ia pun berharap pemerintah daerah dan kampus dapat terus bersinergi dalam memperkuat kebijakan pengelolaan sampah, khususnya di wilayah pesisir dan perkotaan.

Kehadiran sosok seperti Daniel Ariel Hadjo di Undana Talk menegaskan komitmen universitas dalam membagikan praktik baik (best practices) kepada masyarakat luas. Melalui narasi inspiratif ini, Undana Talk diharapkan terus menjadi wadah bagi civitas akademika untuk mendiseminasikan inovasi dan prestasi yang memberikan dampak sosial bagi kemajuan teknologi serta kesehatan masyarakat.

Sebagai informasi, NUTRICON merupakan konferensi tahunan yang mempertemukan peneliti dunia di bidang gizi, pangan, dan gaya hidup. Keberhasilan Ariel di forum tersebut menjadi bukti bahwa riset berbasis kearifan lokal NTT mampu berbicara banyak di level internasional. (Ade)

 

 

 

Berita Terkait

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru
Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana
Undana Lepas 485 Mahasiswa Peserta KKN Di Enam Kabupaten Di NTT
Undana Apresiasi News Zeland Scholarship Lakukan Evaluasi Program Beasiswa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:55

Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:42

Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:13

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:50

Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43