Undana Jadi Pusat Riset Kelautan Di Wilayah Kepulauan Timur

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Nusa Cendana (Undana) memantapkan langkahnya sebagai pusat riset kelautan wilayah kepulauan melalui penjajakan kerja sama strategis dengan tim Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA).

Universitas Nusa Cendana (Undana) memantapkan langkahnya sebagai pusat riset kelautan wilayah kepulauan melalui penjajakan kerja sama strategis dengan tim Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA).

“Undana memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kelautan berbasis wilayah kepulauan. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada implementasi nyata yang memberikan dampak ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir di NTT,” ujar Prof. Annytha.

MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) memantapkan langkahnya sebagai pusat riset kelautan wilayah kepulauan melalui penjajakan kerja sama strategis dengan tim Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA).

Dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat 202 Undana, Kota Kupang, Senin (20/4/2026) memfokuskan pada riset mendalam mengenai Dugong dan ekosistem lamun di kawasan perairan Arafura dan Timor.

Pertemuan dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., didampingi Dekan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), Dr. Ir. Agnette Tjendanawangi, M.Si., serta Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Yefry C. Adoe, S.E., M.A.P.

Kolaborasi ini direncanakan mencakup berbagai agenda strategis, mulai dari pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) hingga survei lapangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penjajakan ini merupakan kelanjutan dari koordinasi sebelumnya yang telah dilakukan secara daring, bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna memastikan perlindungan keanekaragaman hayati laut di perbatasan lintas negara.

Prof. Annytha menegaskan kesiapan institusi dalam mendukung penuh proyek internasional ini melalui penyediaan tenaga ahli (SDM), fasilitas laboratorium terpadu, hingga pelibatan aktif mahasiswa dalam riset lapangan.

“Undana memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kelautan berbasis wilayah kepulauan. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada implementasi nyata yang memberikan dampak ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir di NTT,” ujar Prof. Annytha.

Pihak ATSEA memandang Undana sebagai mitra kunci di wilayah timur Indonesia.

Kawasan Laut Arafura dan Timor memiliki nilai biodiversitas yang tinggi namun rentan, sehingga membutuhkan dukungan data ilmiah dari akademisi lokal untuk memperkuat kebijakan konservasi regional.

ATSEA Interim Executive Director, Dr. Handoko Adi Susanto, M.Sc, menjelaskan kolaborasi regional antara Indonesia, Australia, Papua Nugini dan Timor Leste.

“Kami melihat Undana memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mendukung riset dan upaya pelestarian ekosistem laut. Kerja sama ini adalah bagian dari upaya memperkuat kolaborasi regional antara Indonesia, Australia, Papua Nugini, dan Timor Leste,” ungkap perwakilan ATSEA.

Sebagai bentuk komitmen legal, Kepala BPKS Undana menjelaskan bahwa kedua pihak saat ini tengah mematangkan penyusunan dokumen formal berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).

Penandatanganan kerja sama tersebut ditargetkan dapat terlaksana pada Mei mendatang setelah melalui proses finalisasi poin-poin kesepakatan.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Yefry C. Adoe, S.E., M.A.P, menyampaikan mekanisme penyusunan dokumen kemitraan bersama ATSEA yang akan ditindaklanjuti pasca audiensi.

Langkah diplomasi riset ini sejalan dengan visi transformasi Undana menuju universitas kelas dunia (World Class University) yang berpijak pada keunggulan spesifik lahan kering-kepulauan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi pengetahuan yang berkontribusi langsung pada pelestarian ekosistem laut global di kawasan selatan Indonesia. (ade)

Berita Terkait

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru
Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana
Undana Lepas 485 Mahasiswa Peserta KKN Di Enam Kabupaten Di NTT
Undana Apresiasi News Zeland Scholarship Lakukan Evaluasi Program Beasiswa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:55

Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:42

Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:13

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:50

Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43