Mahasiswa Undana Tampil Dalam Lomba Internasional Di Malaysia

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng melepas keberangkatan kontingan paduan suara mahasiswa Undana yang tampil dalam lomba Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat internasional di Sarawak, Malaysia.

Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng melepas keberangkatan kontingan paduan suara mahasiswa Undana yang tampil dalam lomba Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat internasional di Sarawak, Malaysia.

“Persiapan anak-anak sejauh ini sudah 98 persen. Tinggal finishing touch sebelum keberangkatan. Secara mental dan kesiapan teknis mereka sudah siap tampil,” kata Dr. Theodore Y K Lulan

KUPANG, MEDIASINTT.COM –  Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng melepas keberangkatan kontingan paduan suara mahasiswa Undana yang tampil dalam lomba Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat internasional di Sarawak, Malaysia.

Pelepasan delegasi ini dilakukan sesaat setelah peresmian layanan BPJS Kesehatan di RSU Undana, Naikoten, Kota Kupang,  pada Rabu (17/6/2026) yang turut dihadiri  Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma serta sejumlah kepala daerah di NTT.

Prof. Jefri Bale mengingatkan para mahasiswa agar tampil penuh percaya diri di panggung global.

Ia mengatakan keikutsertaan delegasi Undana dalam kompetisi internasional ini dinilai sebagai momentum krusial untuk mematahkan stereotip dan membuktikan taji pemuda Indonesia Timur di mata dunia.

Rektor menegaskan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk mengukir prestasi lintas negara. Ajang di Sarawak menjadi panggung pembuktian bahwa kualitas dan talenta akademisi asal NTT sejajar dengan para peserta dari belahan dunia lain.

“Silakan tunjukkan kualitas terbaik kalian. Tunjukkan bahwa generasi muda yang datang dari timur selatan Indonesia tidak kalah dengan daerah lain dalam ajang internasional ini. Kalau bisa meraih juara, itu tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Prof. Jefri Bale memberikan motivasi.

Dukungan serupa mengalir dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT). Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol. Dr. Johni Asadoma, S.H., M.Hum., yang juga merupakan alumni Undana, menilai kompetisi ini sebagai ruang strategis bagi mahasiswa untuk menguji kapasitas diri di tengah ketatnya persaingan global.

Johni optimistis modal budaya masyarakat NTT yang dikenal memiliki bakat alamiah luar biasa di bidang seni suara akan menjadi pembeda di Sarawak. Tradisi bermusik yang mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat bumi Flobamora diproyeksikan menjadi kekuatan utama kontingen dalam merebut tempat tertinggi.

Pengiriman kontingen Pesparawi Undana ke Malaysia membawa dampak strategis yang lebih besar dari sekadar kompetisi seni. Di era globalisasi, ajang ini bertransformasi menjadi ruang diplomasi budaya (cultural diplomacy) digital dan langsung yang digerakkan oleh anak muda NTT.

Melalui harmoni suara, delegasi Undana tidak hanya membawa misi membawa pulang trofi juara, tetapi juga memikul tanggung jawab memperkenalkan kekayaan identitas, lagu daerah, dan keragaman budaya Indonesia kepada audiens internasional.

Bagi Undana, capaian di Sarawak nantinya akan mendongkrak indikator kinerja utama (IKU) universitas dalam hal prestasi mahasiswa di tingkat internasional, sekaligus mempertegas bahwa Kampus Hijau Penfui siap melahirkan talenta yang tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga adaptif dan kompetitif di panggung dunia.

Ketua Pembina sekaligus pelatih Paduan Suara Mahasiswa Undana Bella Cantare, Dr. Theodore Y K Lulan, S.Si., M.Sc., mengatakan persiapan tim telah dilakukan sejak awal Februari 2026.

Dikatakannya  seluruh peserta  paduan suara yang masuk dalam tim ke Malaysia merupakan mahasiswa terpilih dari semester enam dan delapan, yang telah menjalani latihan intensif selama hampir lima bulan.

“Persiapan anak-anak sejauh ini sudah 98 persen. Tinggal finishing touch sebelum keberangkatan. Secara mental dan kesiapan teknis mereka sudah siap tampil,” kata Dr. Theodore Y K Lulan

Theodore menambahkan, Undana mengirim total 34 orang dalam kontingen, terdiri dari 29 mahasiswa dan lima pendamping.

Selain itu peserta berangkat pada 18 Juni dan sebagian lainnya pada 19 Juni langsung menuju Kuching, Sarawak untuk mengikuti  lomba paduan Suara Mahasiswa  yang akan tampil dalam tiga kategori, yakni mixed choir, musica sacra, dan folklor.

Sebanyak tujuh lagu telah dipersiapkan untuk ditampilkan di hadapan dewan juri dan peserta dari berbagai Negara termasuk lagu daerah NTT “Bengong” dari Kabupaten Manggarai. (ade)

 

Berita Terkait

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru
Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana
Undana Lepas 485 Mahasiswa Peserta KKN Di Enam Kabupaten Di NTT
Undana Apresiasi News Zeland Scholarship Lakukan Evaluasi Program Beasiswa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:55

Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:42

Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:13

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:50

Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43