Universitas Nusa Cendana Segera Memiliki Gedung HMP Baru

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Laboratorium Prodi Teknik Sipil Undana, Prof. Dr. Ir. Denik S. Krisnayanti, S.T., M.T.,

Kepala Laboratorium Prodi Teknik Sipil Undana, Prof. Dr. Ir. Denik S. Krisnayanti, S.T., M.T.,

“Kami memanfaatkan material dari laboratorium prodi untuk menyokong kegiatan IOM. Fokus utama kami adalah mengukur apakah pelatihan teori yang didapatkan para refugees selama dua minggu di kelas dapat diimplementasikan dengan baik dan presisi pada struktur bangunan riil,” urai Prof. Denik.

KUPANG, MEDIASINTT.COM –  Universitas Nusa Cendana Kupang segera memiliki  satu unit bangun sebagai ruangan  Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Teknik Sipil Undana yang dibangun melalui kemitraan dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM).

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., melakukan peninjauan langsung terhadap proyek pembangunan ruang Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Teknik Sipil Undana di Kupang, pada Jumat (3/7/2026).

Proyek infrastruktur yang telah berjalan selama dua minggu tersebut merupakan bagian dari program pelatihan berbasis kerja sama antara Prodi Teknik Sipil Undana dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM).

Kemitraan strategis ini mengintegrasikan kepakaran akademis kampus dengan aksi kemanusiaan global. Dalam skema pelaksanaannya, mahasiswa HMP Teknik Sipil Undana bertindak sebagai perancang desain bangunan sekaligus pengawas lapangan (supervisor) untuk memantau, mengarahkan, dan mengukur kualitas pekerjaan fisik yang dilakukan oleh para pengungsi luar negeri (refugees).

Program On Job Training (OJT) ini sengaja dirancang untuk menguji efektivitas pelatihan teori konstruksi bangunan yang telah diterima para pengungsi selama dua minggu di dalam kelas. Sebagai stimulus profesional, luaran (output) akhir dari proyek ini adalah pemberian sertifikat kelulusan bagi para pengungsi dengan predikat yang disesuaikan berdasarkan performa kerja nyata mereka di lapangan.

Kepala Laboratorium Prodi Teknik Sipil Undana, Prof. Dr. Ir. Denik S. Krisnayanti, S.T., M.T., menjelaskan bahwa Undana berkomitmen penuh menyukseskan misi kemanusiaan ini dengan memfasilitasi lokasi strategis serta menyokong sebagian kebutuhan material bangunan langsung dari laboratorium internal universitas.

“Kami memanfaatkan material dari laboratorium prodi untuk menyokong kegiatan IOM. Fokus utama kami adalah mengukur apakah pelatihan teori yang didapatkan para refugees selama dua minggu di kelas dapat diimplementasikan dengan baik dan presisi pada struktur bangunan riil,” urai Prof. Denik.

Kendati berjalan progresif, proyek ini menyisakan sejumlah catatan evaluasi terkait manajemen waktu dan koordinasi kelompok di lapangan. Yawari, salah seorang Imigran yang terlibat sebagai pekerja fisik, menyoroti adanya kendala logistik berupa keterlambatan distribusi material serta pentingnya efisiensi pembagian tugas, mengingat ada 25 tenaga kerja yang beraktivitas serentak di satu titik lokasi.

Yawari, salah seorang Imigran yang terlibat sebagai pekerja fisik pembangunan Ruangan HMP Teknik Sipil

Yawari berharap ke depan manajemen kerja dapat berjalan lebih disiplin dan tepat waktu. Ia juga berharap pihak IOM dan Undana bersedia membuka ruang kolaborasi intensif yang melibatkan interaksi langsung dengan pekerja lokal agar kedua belah pihak dapat saling bertukar pengalaman metode konstruksi.

Merespons dinamika tersebut, otoritas Undana memastikan program ini akan dievaluasi secara komprehensif demi mematangkan persiapan proyek tahap kedua. Program lanjutan tersebut nantinya akan menyasar kelompok Imigran internasional gelombang berikutnya yang belum mendapatkan kesempatan magang pada tahap pertama ini.

Kolaborasi inklusif antara Undana dan IOM yang melibatkan Imigran internasional dalam proyek fisik di lingkungan kampus ini membawa dampak penanganan isu sosial yang sangat krusial di tingkat regional. Selama bertahun-tahun, NTT—khususnya Kota Kupang—menjadi tempat penampungan sementara bagi ratusan Imigran lintas negara yang terdampar akibat konflik politik di negara asal mereka.

Status hukum mereka yang mengambang membuat para Imigran ini terjebak dalam kejenuhan psikologis akut, tidak memiliki hak bekerja secara formal, dan kerap memicu kecemburuan sosial hingga gesekan dengan warga lokal akibat minimnya ruang asimilasi yang produktif.

Para imigran internasional sebagai pekerja fisik dalam pembangunan Ruangan HMP Teknik Sipil

Melalui proyek pembangunan ruang HMP ini, Undana sukses memotong kebuntuan sosial tersebut dengan memanfaatkan koridor akademis dan kemanusiaan secara legal.

Dampak jangka panjangnya, sertifikat keahlian konstruksi yang diterbitkan oleh Undana akan menjadi modalitas portofolio internasional yang sangat berharga bagi para Imigran ketika nantinya mereka dideportasi ke negara ketiga (resettlement).

Proyek ini juga mentransformasikan mahasiswa Teknik Sipil Undana dari sekadar penghafal rumus dalam ruang kuliah menjadi manajer lapangan yang peka terhadap isu humanitarian global. Pola ini membuktikan bahwa kampus mampu melahirkan solusi damai, memanusiakan imigran, sekaligus meningkatkan aset infrastruktur universitas tanpa melanggar regulasi ketenagakerjaan nasional. (ade)

Berita Terkait

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget
SMPK St Teresia Kupang Tampil Sebagai Juara Cerdas Cermat PPKN NTT
Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa
Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT
Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru
Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana
Undana Lepas 485 Mahasiswa Peserta KKN Di Enam Kabupaten Di NTT
Undana Apresiasi News Zeland Scholarship Lakukan Evaluasi Program Beasiswa

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:53

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:55

Undana Siapkan Program Tutorial Presentasi Bahasa Inggris Gratis Bagi Mahasiswa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:42

Undana Perkuat Pengetahuan Biologi Melalui Cerdas Cermat Tingkat SMP/MTS Di NTT

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:13

Fakultas Hukum Undana Bedah Konsep Baru KUHP Dan KUHAP Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:50

Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43