Presiden Ramos-Horta Minta Implementasi Nyata Kerja Sama Timor Leste-Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Bagi pihak-pihak yang merasa masih memiliki persoalan, agar diselesaikan secara kekeluargaan dan adat. Silakan duduk di bawah pohon dan selesaikan,”

DILI, MEDIASINTT.COM — Presiden Timor Leste José Ramos-Horta menghadiri hari kedua penyelenggaraan Festival Fronteira 2026 yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam sambutannya, Ramos-Horta menegaskan pentingnya fokus pada implementasi nyata hubungan bilateral Timor Leste dan Indonesia ketimbang sekadar formalitas.

​Secara khusus, Presiden Ramos-Horta juga menyapa hangat keberadaan 20 delegasi dari Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) yang turut hadir langsung mengikuti rangkaian kegiatan di hari kedua festival tersebut.

​Dalam kesempatan tersebut, Presiden Ramos-Horta menyampaikan tiga poin utama. Pertama, ia menegaskan tidak ingin lagi berfokus pada wacana rekonsiliasi formal.

Menurutnya, dialog rekonsiliasi telah terjalin sejak 1999 bersama para pemimpin Indonesia, mulai dari Presiden Abdurrahim Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono.

Bagi pihak-pihak yang merasa masih memiliki persoalan, ia mengimbau agar diselesaikan secara kekeluargaan dan adat. “Silakan duduk di bawah pohon dan selesaikan,” ujarnya.

​Kedua, Ramos-Horta menekankan bahwa hubungan antara Indonesia dan Timor Leste saat ini sangat harmonis dan aman. Hal ini terbukti dari adanya lebih dari 10.000 pelajar Timor Leste yang menuntut ilmu di Indonesia tanpa kendala. Aktivitas ekonomi warga perbatasan juga berjalan hidup, seperti tingginya mobilitas warga Timor Leste yang berbelanja ke Atambua setiap akhir pekan. Bahkan, Ramos -Horta menyukai kuliner di Atambua, termasuk menikmati KFC di Atambua yang dinilainya lebih enak daripada di New York.

​Ketiga, terkait kerja sama resmi, Presiden mengkritik banyaknya nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani namun hanya sedikit yang terealisasi secara efektif. Ia meminta kedua pihak untuk menghentikan pembuatan MoU baru dan lebih berfokus merealisasikan kesepakatan yang sudah ada.

​Agenda hari kedua festival ini juga dirangkaikan dengan Seminar “Proses Rekonsiliasi (PRT)” yang membahas pendekatan kultural Nahe Biti Boot serta evaluasi Deklarasi Ambeno 2024.

​Usai menyampaikan sambutan, Presiden Ramos-Horta melakukan sesi foto bersama dengan seluruh peserta dan undangan yang hadir, menandai kehangatan suasana kegiatan Festival Fronteira 2026.(Ade)

Berita Terkait

Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah
Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak
Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT
Laporan Terhadap Wartawan NTTHits Disorot: Salah Tafsir Penilaian Dewan Pers
Ukir Prestasi Gemilang IPDN Serahkan Penghargaan Spesial Bagi Bupati Kupang
Pemkab Kupang Distribusi Bantuan Beras 238 Ton

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:44

Presiden Ramos-Horta Minta Implementasi Nyata Kerja Sama Timor Leste-Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:33

Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:16

Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43