Bupati Kupang Motivasi 500 Pemuda Amarasi Selatan

Bupati Yosef Lede hadir secara langsung kegiatan kegiatan Camp Pemuda Klasis Amarasi Selatan di Halaman Gedung Gereja Kefas Suit , Kamis (2/6) lalu.
Bupati Yosef Lede hadir secara langsung kegiatan kegiatan Camp Pemuda Klasis Amarasi Selatan di Halaman Gedung Gereja Kefas Suit , Kamis (2/6) lalu.

“Anak muda harus dipacu dengan cara yang tidak biasa. Kita butuh pemuda GMIT yang hebat, pekerja keras, dan memiliki mental petarung! Jangan hanya besar dalam jumlah, tetapi harus besar dan kuat dalam persekutuan dengan Tuhan,” kata Bupati Kupang  Yosef Lede.

KUPANG,MEDIASINTT.COM –  Bupati Kupang Yosef Lede membakar semangat 500 pemuda dari  15 jemaat se-Klasis Amarasi Selatan untuk terus bekerja keras  dan kuat dalam persekutuan dengan Tuhan.

Hal itu dikatakan Bupati Yosef Lede kegiatan kegiatan Camp Pemuda Klasis Amarasi Selatan di Halaman Gedung Gereja Kefas Suit , Kamis (2/6) lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan mengusung  tema “Aku dan Gambar Diriku”, kegiatan  dihadiri 500 pemuda dari 15 jemaat se klasis Amarasi Selatan.

Bupati Kupang Yosef Lede membakar semangat bagi para peserta bahwa masa depan daerah berada di tangan anak muda, sehingga mereka tidak boleh terjebak dalam zona nyaman.

“Anak muda harus dipacu dengan cara yang tidak biasa. Kita butuh pemuda GMIT yang hebat, pekerja keras, dan memiliki mental petarung! Jangan hanya besar dalam jumlah, tetapi harus besar dan kuat dalam persekutuan dengan Tuhan,” kata Bupati Kupang  Yosef Lede.

Dukungan serupa juga disampaikan  Wakil Sekretaris Majelis Sinode Harian GMIT, Pdt. Zimrat Karmany.

Dalam suara gembalanya, ia menyebut pemuda sebagai napas bagi keberlangsungan institusi gereja maupun roda pemerintahan.

“Tanpa pemuda, gereja dan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Hidupkan dan kembangkan potensi mereka karena merekalah calon pemimpin masa depan. Jika pemuda bergerak, gereja bisa bernapas lega,” kata Pdt. Zimrat, yang juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Bupati Kupang.

Sementara itu Ketua Pemuda GMIT, Erens Blegur, mengapresiasi keberanian Klasis Amarasi Selatan yang dinilai sukses menggelar acara besar ini meski berstatus sebagai klasis termuda.

Erens juga mengingatkan pentingnya gereja merespons gaya hidup Gen-Z yang lekat dengan gawai.

“Gereja dituntut adaptif terhadap digitalisasi. Berkarya di organisasi pemuda bukan soal usia, melainkan soal kerelaan memberi diri. Yang terpenting adalah seberapa berkualitas hidup kita. Ke depan, kita bahkan sedang merancang program camp terbesar di Kabupaten Kupang dan Wisata Paskah terbesar di NTT,” ungkap Erens optimis.

Ketua Panitia Pelaksana, Saman Feni, menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan moral maupun material dari orang tua dan para tokoh jemaat. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memicu inovasi baru bagi para peserta.”Target kita jelas: pulang dari camp ini, pemuda harus menghasilkan buah, bertumbuh, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Mari bersama-sama menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik,” tegas Saman. (ben)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *