Kawal Anggaran Rakyat, Demokrat NTT Serahkan 13 Rekomendasi

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Ketika PAD dikoreksi sekitar Rp 633 miliar, SILPA meningkat menjadi sekitar Rp 362 miliar, realisasi belanja modal baru sekitar 8,48 persen, sementara ruang fiskal semakin terbatas, maka yang sedang diuji bukan hanya kemampuan Pemerintah menyusun APBD agar kembali berimbang. Yang sedang diuji adalah kredibilitas perencanaan, kemampuan eksekusidan kualitas belanja daerah,” kritik Fraksi Demokrat.

KUPANG,MEDIASINTT.COM –  Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerahkan 13 rekomendasi  strategis kepada Pemerintah Provinsi NTT, terkait Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Rekomendasi kritis yang disampaikan Fraksi Partai Demokrat itu disampaikan dalam Paripurna DPRD NTT pembahasan Ranperda Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) NTT 2026, pada selasa malam (08/09/2026).

Beberapa rekomendasi itu terdiri dari pertama  Pemprov NTT untuk memberikan penjelasan komprehensif mengenai PAD sebesar Rp633,06 Miliar, termasuk penyebab penurunan dan strategi pencapaian baru.

Kedua, Fraksi Demokrat meminta Pemprov NTT membuka secara rinci komposisi SILPA sekitar Rp362 Miliar, termasuk sumber dan penggunaannya serta evaluasi terhadap program yang tidak terlaksana.

Ketiga, menyusun roadmap penyehatan struktur belanja daerah dengan menekan inefisiensi tanpa mengorbankan guru, tenaga kesehatan, PPPK dan pelayanan publik.

Keempat, memastikan seluruh tambahan belanja modal memiliki kesiapan teknis dan waktu pelaksanaan yang realistis sampai 31 Desember 2026.

Sementara itu untuk rekomendasi kelima, Fraksi Partai Demokrat  minta agar pemerintah  memperkuat keberpihakan anggaran kepada pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, dengan ukuran keberhasilan berdasarkan produktivitas dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Keenam, menetapkan pendidikan, kesehatan, rumah sakit, perlindungan sosial dan kelompok rentan sebagai prioritas yang harus dilindungi.

Ketuju, memperkuat penanganan Gempa Flores melalui satu data, satu komando dan satu sistem monitoring.

Selain itu poin kedelapan, memastikan kebutuhan dasar pengungsi, terutama air bersih, sanitasi, kesehatan, gizi, obat-obatan dan perlindungan kelompok rentan.

Sementara itu Fraksi Partai Demokrat  minta pemerintah  menjamin transparansi BTT Gempa Flores sebesar Rp 73,35 miliar,mulai dari sumber dana sampai kepada distribusi.

Kesepuluh, menyampaikan prognosis APBD sampai 31 Desember 2026 secara realistis, termasuk potensi kegiatan yang tidak selesai dan potensi SiLPA.

Kesebelas, memastikan setiap penyertaan modal kepada BUMD didasarkan pada business plan, target kinerja dan kontribusi PAD yang terukur.

Keduabelas, meminta Pemprov NTT mengarahkan seluruh pelaksanaan APBD pada hasil dan manfaat, bukan sekadar mengejar penyerapan anggaran.

Tiga belas, menambah anggaran Rp 5 Miliar untuk Pengembangan Pertanian Seluas 5.000 Hektare, Fraksi Partai Demokrat merekomendasikan agar tambahan Rp 5 miliar tersebut segera dialokasikan dan dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan dan terukur, dengan target peningkatan luas tanam, produktivitas, produksi dan pendapatan petani. Bagi Fraksi Partai Demokrat, dukungan sarana produksi pertanian merupakan investasi penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani NTT.

Fraksi Partai Demokrat juga menegaskan, bahwa Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 tidak boleh menjadi sekadar ruang untuk memindahkan angka atau menutup kelemahan perencanaan APBD induk.

“Ketika PAD harus dikoreksi sekitar Rp 633 miliar, SiLPA meningkat menjadi sekitar Rp 362 miliar, realisasi belanja modal baru sekitar 8,48 persen, sementara ruang fiskal semakin terbatas, maka yang sedang diuji bukan hanya kemampuan Pemerintah menyusun APBD agar kembali berimbang. Yang sedang diuji adalah kredibilitas perencanaan, kemampuan eksekusidan kualitas belanja daerah,” kritik Fraksi Demokrat.

Menurut Fraksi, dalam kondisi fiskal yang terbatas, setiap rupiah harus bekerja lebih keras untuk rakyat. Anggaran harus mampu menjaga pendidikan dan kesehatan, melindungi kelompok

rentan, memperkuat petani, peternak dan nelayan, meningkatkan produktivitas masyarakat, memperbaiki kinerja BUMD serta memulihkan Flores dengan lebih tangguh.

Fraksi Partai Demokrat berpandangan bahwa keberhasilan APBD bukan diukur dari seberapa cepat anggaran dihabiskan, tetapi dari seberapa besarpersoalan rakyat dapat diselesaikan.

Bukan sekadar berapa banyak program yang dilaksanakan, tetapi berapa banyak kehidupan masyarakat yang menjadi lebih baik.

Bukan sekadar berapa besar anggaran yang terserap, tetapi berapa besar manfaat yang dirasakan rakyat.

Karena itu, Fraksi Partai Demokrat mengajak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama DPRD untuk menjadikan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 sebagai instrumen perbaikan, bukan sekadar penyesuaian angka.

APBD adalah amanah rakyat. Karena itu, setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, setiap program harus memberikan manfaat kepada rakyat, dan setiap kebijakan harus memperkuat fondasi depan Nusa Tenggara Timur. (ben)

Berita Terkait

Prof. Yuddy Chrisnandi Sebut Presiden Prabowo Miliki Mandat Konstitusional Penuh
Ketum DPP ABPEDNAS Puji Pidato Kenegaraan Prabowo
Viktor Bungtilu Laiskodat: Politik Harus Berpihak Pada Kepentingan Rakyat
Mata Siber dan Srikandi Kawal Program Strategis Prabowo
SMSI dan ABPEDNAS Kolaborasi Penguatan Nasional Desa
Gubernur NTT Apresiasi Diskusi Publik DPW NasDem NTT
Penyerahan Simbolis SK CPNS Warnai Perayaan Hari Pancasila Di Kabupaten Kupang
Dua Puluh Lima Tahun Timor Leste Merdeka

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:43

Kawal Anggaran Rakyat, Demokrat NTT Serahkan 13 Rekomendasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:43

Prof. Yuddy Chrisnandi Sebut Presiden Prabowo Miliki Mandat Konstitusional Penuh

Senin, 17 Agustus 2026 - 03:44

Ketum DPP ABPEDNAS Puji Pidato Kenegaraan Prabowo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:06

Viktor Bungtilu Laiskodat: Politik Harus Berpihak Pada Kepentingan Rakyat

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:22

Mata Siber dan Srikandi Kawal Program Strategis Prabowo

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Olah Kacang Merah Jadi Tepung Bakso Dan Nugget

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:53

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:43