“Jujur saja, penilaian rapor di tingkat sekolah sering kali tidak rasional karena di-create sendiri. Saat wacana kuliah gratis kian menguat, tingkat kompetisi akan makin ketat. TKA inilah yang menjadi cerminan riil kemampuan akademik siswa,” tegas Prof. Annytha.
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara hibrida yang melibatkan para Kepala Sekolah SMA, SMK, dan MA se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (28/9/2026).
Langkah strategis ini diambil guna memantapkan kesiapan teknis sekolah sekaligus mendorong peningkatan capaian nilai TKA siswa di NTT yang dinilai masih memprihatinkan.
Upaya sosialisasi dan pendampingan ini menjadi pijakan vital dalam menyelamatkan serta meningkatkan peluang kelulusan para siswa NTT pada seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Seiring meningkatnya pergeseran tren seleksi ke TKA dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) akibat makin diragukannya objektivitas nilai rapor, peningkatan capaian TKA menjadi penentu utama daya saing siswa daerah di tingkat nasional.
Wakil Rektor I Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan Undana bukan sekadar pemenuhan kewajiban pengawasan, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap mutu pendidikan di NTT. Undana kembali dipercaya menerjunkan tim penyelia pengawas dan masuk sebagai salah satu dari 17 PTN di Indonesia yang dilibatkan secara nasional.
Prof. Annytha menggarisbawahi pentingnya memangkas kendala teknis sejak awal agar tidak memengaruhi hasil TKA siswa, mengingat nilai TKA kini menjadi indikator krusial dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Jalur Mandiri.
“Jujur saja, penilaian rapor di tingkat sekolah sering kali tidak rasional karena di-create sendiri. Saat wacana kuliah gratis kian menguat, tingkat kompetisi akan makin ketat. TKA inilah yang menjadi cerminan riil kemampuan akademik siswa,” tegas Prof. Annytha.
Guna mengawal kelancaran TKA 2026, Undana menyiagakan 100 personel penyelia yang menjadi bagian dari 1.700 penyelia secara nasional. Pihak kampus juga membuka pintu konsultasi seluas-luasnya untuk membantu sekolah mengatasi kendala teknis, seperti kesiapan perangkat (device), aplikasi, jaringan internet, hingga sinkronisasi data.
Evaluasi dari pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan bahwa ketidaksiapan teknis serta kendala koordinasi sangat berdampak pada hasil akhir siswa, sehingga pemetaan dan mitigasi masalah teknis harus dimaksimalkan sebelum ujian utama berlangsung.
Sikap optimistis senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M. Ia menyoroti capaian TKA NTT tahun sebelumnya yang masih berada di bawah rata-rata nasional, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Ambrosius menegaskan bahwa nilai TKA menjadi tolok ukur nyata berlangsungnya proses pembelajaran mendalam (deep learning) serta efektivitas kepemimpinan kepala sekolah.
“Anak-anak NTT itu tidak bodoh. Kualitas mereka bagus, tetapi kita kurang memberikan motivasi dan stimulus bahwa TKA ini sangat penting. Nilai TKA ini adalah tolok ukur apakah pembelajaran mendalam (deep learning) di satuan pendidikan benar-benar berlangsung dan apakah kepala sekolah bekerja dengan benar atau tidak,” ujar Ambrosius.
Untuk memicu iklim kompetitif di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT berencana memberikan penghargaan khusus bagi sekolah dan kepala sekolah yang berhasil mencatatkan kenaikan nilai TKA secara signifikan. Bahkan, dinas membuka peluang untuk mengusulkan penghargaan resmi dari Gubernur NTT.
Langkah tersebut akan ditindaklanjuti secara administratif, di mana capaian TKA mendatang akan dituangkan ke dalam Perjanjian Kinerja (PK) bersama para kepala sekolah. Tahapan TKA jenjang SMA/SMK/MA tahun 2026 saat ini telah memasuki fase krusial setelah penutupan masa pendaftaran dan uji coba simulasi. Berikut adalah rincian jadwal pelaksanaan TKA 2026:
Menghadapi lini masa ujian yang kian dekat, Undana mengimbau seluruh satuan pendidikan di NTT untuk mencocokkan jadwal dan proaktif mengikuti seluruh tahapan uji coba. Sekolah diminta memastikan kesiapan akun, mengikuti zoom event, serta mengikutsertakan teknisi dan proktor dalam gladi bersih operasional guna menjamin pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa gangguan teknis pada hari H. (ben)












