“Peningkatan fasilitas sarana dan prasarana melalui pendanaan kegiatan pengabdian di tahun depan. Dan ini berkelanjutan sampai tahun 2030, dan program serupa juga dilakukan di lembaga lain yang membutuhkan seperti lembaga panti asuhan,” kata Prof Jefri Balle
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale meresmikan pemanfaatan tiga ruangan yang dibangun melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak di SD GMIT 2 Kuanino, Kota Kupang, , Selasa (29/9/2026).
Rektor Undana Kupang, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale menegaskan rehabilitasi tiga ruangan tersebut didanai melalui pendanaan internal Undana dengan pagu anggaran sebesar Rp50 juta untuk satu proposal pengabdian.
Menurut dia kegiatan rehabilitasi tiga ruangan ini melibatkan dosen dari bidang ilmu Pendidikan Teknik Bangunan.
Dia mengatakan pendekatan keilmuan yang dimiliki Undana untuk memperbaiki fasilitas yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan karena kondisi bangunan yang kurang memadai.
Sehingga melalui program pengabdian yang didanai Universitas Nusa Cendana untuk memperbaiki kerusakan bangunan sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Prof Jefri Balle menjelaskan kegiatan pengabdian berkelanjutan hingga 2030.
Undana akan mengangkat tema ruang, gedung dan bangunan berkelanjutan yang ramah anak. Dan tidak menutup kemungkinan menerapkan konsep bangunan hijau atau green building dilingkungan lembaga pendidikan.
“Peningkatan fasilitas sarana dan prasarana melalui pendanaan kegiatan pengabdian di tahun depan. Dan ini berkelanjutan sampai tahun 2030, dan program serupa juga dilakukan di lembaga lain yang membutuhkan seperti lembaga panti asuhan,” kata Prof Jefri Balle
Sementara itu Kepala SD GMIT 2 Kuanino, Dorkas Dorince Raja Hedo, mengaku sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Undana, sehingga tiga ruangan yang ada di lembaga pendidikan ini bisa dimanfaatkan kembali.
Menurut dia, semula tiga ruangan itu tidak bisa digunakan karena kondisi bangunan sangat memrihatinkan karena sudah banyak yang rusak.
Dikatakannya tiga ruangan yang telah dibangun pihak Undana dimanfaatkan untuk sebagai aula dan ruang berdoa serta mendukung berbagai aktivitas siswa dan guru.
“Fasilitas yang ada ini juga bisa dimanfaatkan pihak kelurahan untuk kegiatan pertemuan bersama masyarakat,” kata Dorkas. (ben)












