“Pencapaian ini merupakan cerminan dari dedikasi dan kolaborasi lintas disiplin yang kuat di lingkungan universitas. LPPM Undana siap berdiri di garda terdepan untuk memfasilitasi, mendampingi, serta mengawal seluruh proses implementasi program di lapangan secara transparan dan akuntabel agar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tegas Kepala LPPM Undana Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Enam tim mahasiswa inovatif dari Universitas Nusa Cendan, Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima pendanaan senilai Rp581 juta lebih melalui Program Aksara Mahasiswa Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Berdasarkan Pengumuman Resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 1386/DST/C3/DT.06.01/2026 tanggal 7 Oktober 2026, Undana mengamankan total hibah sebesar Rp581.570.000,- dan menembus jajaran lima besar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) penerima pendanaan terbanyak se-Indonesia.
Momen bersejarah ini dikukuhkan secara resmi melalui penandatanganan kontrak pencairan pendanaan di Auditorium Graha Diktisaintek, Jakarta, pada Senin (12/10/2026), yang dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., bersama jajaran pimpinan Kemendiktisaintek.
Keberhasilan meloloskan enam proposal di jajaran lima besar nasional ini mempertegas kualitas riset terapan, kepemimpinan mahasiswa, serta peringkat kelembagaan di kancah pendidikan tinggi nasional. Bagi masyarakat di daerah sasaran program, penyaluran hibah ini menghadirkan solusi konkret berbasis sains tepat guna, mulai dari transfer teknologi pupuk organik, penjernih air tenaga surya, mitigasi bencana, pemulihan pascabencana, hingga penguatan ekonomi UMKM perempuan di wilayah pedesaan NTT.
Dari enam proposal yang berhasil meraih hibah nasional tersebut, rinciannya mencakup satu tim pada skema Mahasiswa Berdampak, Aksara Sirkular dan lima tim pada skema Aksara Peduli. Pada skema Aksara Sirkular, tim Prodi Kimia FST Undana di bawah bimbingan Dr. Fidelis Nitti, S.Si., M.Sc., dengan ketua tim Petrus R. Nori, mengusung program “Transfer Teknologi Pemupukan Organik Terintegrasi Irigasi untuk Peningkatan Hasil Tani di Desa Noemeto” bernilai Rp101.990.000,-.
Sementara lima tim skema Aksara Peduli dipimpin oleh Marcela W. Gadi dari FPKP untuk program kemandirian pangan di Sumba Barat Daya (Rp110.860.000,-), Maria A. Bay dari FKM untuk penguatan komunitas pascagempa Manggarai Barat (Rp93.530.000,-), Glen Rezy Snae dari FISIP untuk industri VCO di Timor Tengah Selatan (Rp100.000.000,-), Adrian Bunga dari FISIP untuk penjernih air energi surya pengungsi gempa di Manggarai (Rp108.000.000,-), serta Rio Adrian Tully dari FEB untuk penguatan ekonomi perempuan korban gempa di Sikka (Rp67.190.000,-).
Sesuai dengan regulasi resmi Kemendiktisaintek, pengelolaan dan penyaluran dana hibah Program Aksara Mahasiswa ini dilaksanakan melalui mekanisme kontrak kerja sama bersama LPPM Undana. Proses pencairan alokasi anggaran akan dilaksanakan dalam dua tahap strategis, yakni sebesar 80 persen pada tahap pertama dan 20 persen pada tahap kedua. Skema pencairan bertahap ini diterapkan guna menjamin efektivitas, transparansi, serta akuntabilitas eksekusi program pemberdayaan mahasiswa di lapangan.
Kepala LPPM Undana, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta kolaborasi lintas disiplin ilmu yang ditunjukkan para mahasiswa dan dosen pembimbing. Pihaknya menegaskan bahwa LPPM Undana berkomitmen mengawal penuh seluruh tahapan implementasi program di masyarakat.
Pendampingan intensif disiapkan agar setiap karya teknologi dan inovasi sosial mahasiswa mampu memberikan dampak lanjutan (multiplier effect) yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga perdesaan.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D.,
“Pencapaian ini merupakan cerminan dari dedikasi dan kolaborasi lintas disiplin yang kuat di lingkungan universitas. LPPM Undana siap berdiri di garda terdepan untuk memfasilitasi, mendampingi, serta mengawal seluruh proses implementasi program di lapangan secara transparan dan akuntabel agar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tegas Kepala LPPM Undana.
Berbagai gagasan yang diusung oleh enam tim mahasiswa Undana dirancang secara khusus untuk menjawab problematika krusial yang dihadapi masyarakat pedalaman dan daerah terdampak bencana di NTT. Pemanfaatan teknologi penjernih air berbasis energi surya dan pengembangan pupuk organik berbasis irigasi menjadi bukti hilirisasi keilmuan kampus yang tepat guna. Di sisi lain, program pelatihan UMKM berbasis pangan lokal dan pemberdayaan kelompok tani memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan perempuan rentan di wilayah perdesaan.
Raihan membanggakan di tingkat nasional ini mempertegas posisi Universitas Nusa Cendana bukan sekadar pusat keunggulan akademik, melainkan agen perubahan sosial (agent of social change) yang hadir di tengah masyarakat. Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Undana memiliki ketajaman empati sosial serta kapasitas akademik berdaya saing nasional.
Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat pedesaan ini diharapkan terus berlanjut sebagai model pengabdian masyarakat berbasis riset terapan. Melalui penetapan penandatanganan kontrak hibah di Jakarta, LPPM Undana berharap pencapaian enam tim mahasiswa ini dapat memicu semangat inovasi bagi seluruh mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus. Undana berkomitmen untuk terus memfasilitasi berbagai inisiatif pengabdian dan riset terapan berkelanjutan.
Konsistensi pembinaan ini optimis dapat terus memproduksi karya-karya inovatif unggulan yang berdampak luas bagi kemajuan pembangunan di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. (ben)















