Wakil Bupati Kupang Ajak Masyarakat Tidak Hanya Bergantung Pada Pemerintah

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Kupang  Aurum Titu Eki bersama Tim Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Kupang melaksanakan kunjungan lapangan dan monitoring kegiatan Posyandu di Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Rabu (18/02/2026).

Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki bersama Tim Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Kupang melaksanakan kunjungan lapangan dan monitoring kegiatan Posyandu di Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Rabu (18/02/2026).

“Data ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Desa Kiuoni bahkan menyumbang terbesar kasus stunting di Kecamatan Fatuleu. Karena itu, hari ini saya turun langsung bersama tim lengkap untuk melihat kondisi riil di lapangan dan menggali akar permasalahan yang sebenarnya,” kata  Wakil Bupati Aurum Titu Eki.

KUPANG, MEDIASINTT.COM –  Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki mengajak masyarakat Kabupaten Kupang untuk tidak hanya  hanya bergantung pada pemerintah, melainkan bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi dan pemeriksaan rutin ke posyandu.

Hal itu disampaikan , Wakil Bupati Aurum Titu Eki bersama Tim Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Kupang melaksanakan kunjungan lapangan dan monitoring kegiatan Posyandu di Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Rabu (18/02/2026).

Kunjungan ini dalam rangka penguatan koordinasi lintas sektor percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Kupang.

Kunjungan tersebut dipusatkan di Posyandu Desa Kiuoni yang menjadi  prevalensi stunting tinggi di wilayah Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Wakil Bupati Aurum Titu Eki merasa prihatin atas tingginya angka stunting di Kecamatan Fatuleu mencapai  534 dari 2.116  balita, dan yang telah diukur tinggi dan berat badan mencapai  1.833 balita.

Sementara di Desa Kiuoni dari 71 sasaran balita, 67 telah diperiksa dan 35 anak di antaranya masuk kategori stunting.

“Data ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Desa Kiuoni bahkan menyumbang terbesar kasus stunting di Kecamatan Fatuleu. Karena itu, hari ini saya turun langsung bersama tim lengkap untuk melihat kondisi riil di lapangan dan menggali akar permasalahan yang sebenarnya,” tegas Wakil Bupati Aurum Titu Eki.

Ia mendorong kader posyandu untuk lebih proaktif melakukan pendekatan jemput bola, termasuk kunjungan dari rumah ke rumah apabila diperlukan.

Sementara itu, Kepala Desa Kiuoni, Dedi G. Suan, menyampaikan bahwa salah satu kendala utama dalam penanganan stunting di desanya adalah keterbatasan infrastruktur jalan yang kurang memadai.

“Kendala jalan sungai yang beberapa kami lewati memang cukup besar, sehingga banyak ibu hamil yang melahirkan di rumah. Sehingga tadi saya dengar memang angka stunting yang ada di Desa Kiuoni terlalu banyak Dan itu kendala-kendala kami yang ada di desa,” kata Suan.

Kegiatan kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan intervensi terintegrasi, baik melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, edukasi gizi kepada orang tua, penguatan peran kader posyandu, maupun perbaikan akses infrastruktur pendukung pelayanan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan intervensi secara berkelanjutan guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus di wilayah Kabupaten Kupang.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Desemiyety Ngatriany, Kasat PolPP Kabupaten Kupang Aprion Jonas Lona, Camat Fatuleu Abdi Ida Setia Waty Rohi, Kepala Puskesmas Camplong Julita Violeta Manu, dan Kepala Desa Kiuoni Dedi Gustaman Suan. (Ade)

Berita Terkait

FINAL GAMKI–PBVSI CUP I NTT 2026: PANGGILAN UNTUK ORANG TTS DI KUPANG, MARI RAMAIKAN!
Presiden Ramos-Horta Minta Implementasi Nyata Kerja Sama Timor Leste-Indonesia
Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah
Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak
Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT
Laporan Terhadap Wartawan NTTHits Disorot: Salah Tafsir Penilaian Dewan Pers

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:19

FINAL GAMKI–PBVSI CUP I NTT 2026: PANGGILAN UNTUK ORANG TTS DI KUPANG, MARI RAMAIKAN!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:33

Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:16

Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07