Polsek Maulafa Limpahkan Pelaku Penganiayaan Di Bello Ke Kejari Kota Kupang

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unit Reskrim Polsek Maulafa menyerahkan AS  tersangka kasus penganiayaan  ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, pada Selasa (3/3/2026).

Unit Reskrim Polsek Maulafa menyerahkan AS tersangka kasus penganiayaan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, pada Selasa (3/3/2026).

“Karena yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan sebagai bentuk ketidakkooperatifan, maka penyidik menerbitkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor: DPO/03/VIII/2025/Reskrim/Sektor Maulafa pada tanggal 25 Agustus 2025,” ujar AKP Fery.

KUPANG,MEDIASINTT.COM – Unit Reskrim Polsek Maulafa menyerahkan AS  tersangka kasus penganiayaan  ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, pada Selasa (3/3/2026).

Penyerahan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Maulafa, IPDA Afret Bire menandai bahwa berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21 dan  diterima Jaksa Hasbuddin B. Paseng, S.H di kantor Kejari Kota Kupang.

Tersangka merupakan pelaku tindak pidana penganiayaan berat terhadap korban berinisial IA yang terjadi pada tahun 2025 lalu.

Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah, S.H, dalam keterangannya menerangkan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu, 27 Juli 2025, sekitar pukul 01.30 Wita dini hari. Pelaku AS dengan menggunakan senjata tajam menyerang korban IA di Jalan Sukun I, RT. 16/RW. 07, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius pada bagian rusuk kiri dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih satu bulan. Orang tua korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Maulafa pada hari yang sama dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/80/VII/2025/SPKT/Polsek Maulafa/Polresta Kupang Kota/Polda NTT.

Proses penyidikan kasus ini sempat mengalami kendala karena tersangka AS tidak kooperatif. Penyidik Unit Reskrim Polsek Maulafa telah melayangkan tiga kali surat panggilan untuk dimintai keterangan, namun tidak pernah diindahkan oleh tersangka.

“Karena yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan sebagai bentuk ketidakkooperatifan, maka penyidik menerbitkan Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor: DPO/03/VIII/2025/Reskrim/Sektor Maulafa pada tanggal 25 Agustus 2025,” ujar AKP Fery.

Sejak ditetapkan sebagai DPO, Unit Reskrim Polsek Maulafa terus bergerak melakukan pencarian. Informasi sempat mengarahkan penyidik ke kampung halaman ayah tersangka di Desa Toi, Kecamatan Amanatun Selatan (Oinlasi), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Namun, tersangka selalu berpindah-pindah tempat sehingga keberadaannya sulit terdeteksi.

Lebih dari enam bulan dalam pengejaran, keberadaan AS akhirnya terendus pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 Wita. Informasi dari seorang saksi berinisial E menyebutkan bahwa tersangka terlihat berada di Desa Tarus. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak keluarga korban, yakni DK dan AA, yang kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Tersangka AS berhasil diamankan dan dibawa ke Piket Pamapta Polresta Kupang Kota, sebelum akhirnya diserahkan ke penyidik Unit Reskrim Polsek Maulafa untuk diproses lebih lanjut. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh Kejari Kota Kupang, terhadap AS dilaksanakan tahap II.

Atas perbuatannya, tersangka AS dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 351 (1) KUHPidana sebagaimana telah diubah dalam Pasal 468 Ayat (1) Sub 466 Ayat (2) Sub 466 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

AKP Fery juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu tugas kepolisian. “Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan kontribusi masyarakat, khususnya keluarga dan warga yang telah membantu dalam penangkapan tersangka AS. Kami juga mengapresiasi kesabaran keluarga korban yang terus mempercayakan penanganan kasus penganiayaan ini kepada pihak kepolisian. Semoga dari hasil persidangan nantinya, korban mendapatkan keadilan yang setimpal,” pungkasnya. (ben)

Berita Terkait

Ka SPKT Polda NTT AKBP Okto Wadu Ere Ajak Umat Perkuat Kebersamaan dan Jaga Kamtibmas
Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol. FX. Irwan Arianto Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi,
Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN
Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Komunitas Katolik Polresta Kupang Kota Bantu Kapela Hati Kudus Yesus Bimoku
Polda NTT Perkuat Perlindungan PMI Bersama KP2MI

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:39

Ka SPKT Polda NTT AKBP Okto Wadu Ere Ajak Umat Perkuat Kebersamaan dan Jaga Kamtibmas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:19

Dirreskrimsus Polda NTT Kombes Pol. FX. Irwan Arianto Ungkap Penyalahgunaan BBM Bersubsidi,

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:43

Polda NTT Tahan Rusna Pimpinan PT Tugas Mulai Terseret Kasus Dugaan TPPO YN

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:29

Kapolda NTT Jalin Silaturahmi Perkuat Sinergi dan Kolaborasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:40

Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07