BPK NTT Mulai Periksa Laporan Keuangan Pemkab Kupang

Senin, 7 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kupang, Korinus Masneo melakukan pertemuan dengan tim BPK NTT, Senin. (Foto Prompim Kabupaten Kupang).

Bupati Kupang, Korinus Masneo melakukan pertemuan dengan tim BPK NTT, Senin. (Foto Prompim Kabupaten Kupang).

” Kerjakan yang bisa dikerjakan,”pesannya”. Jika tidak bisa, sampaikan terus terang kepada tim BPK supaya ditemukan solusi. Kira-kira apa yang menjadi solusi tepat untuk menyelesaikan persoalan aset tanah yang secara administrasi tercatat dalam aset namun di lapangan tidak ditemui,” kata Bupati Korinus Masneno

Oelamasi, MediasiNTT.Com – Dalam rangka pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) T.A.2021 sesuai jadwal yang disampaikan dalam pertemuan secara virtual yang berlangsung minggu lalu bahwa tim akan turun melakukan entry meeting, maka secara luring, Senin 7 Februari 2022, dilakukan pertemuan bersama Bupati Kupang Korinus Masneno.

Dalam pertemuan itu Bupati Kupang, Korinus Masneni didampingi Sekretaris Daerah Obet Laha serta Asisten 3 Sekda Kabupaten Kupang, Novita Foenay yang juga Plt Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Kupang, Kepala BPKAD, Rima Salean dan Inspektur Pembantu pada Inspektorat Kabupate Kupang, Batarudin Rosna.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Bupati Kupang, adapun hal-hal yang dibahas sebelum LKPD T.A.2021 nantinya, diserahkan kepada BPK.

Palti Elmadam, tim dari BPK RI Perwakilan Provinsi NTT, mengharapkan agar di pertengahan bulan Maret 2022 Pemkab Kupang dapat serahkan Laporan Keuangan dengan memperhatikan penyusunannya harus sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan seimbang untuk dapat diperiksa lebih lanjut.

Diungkapkan Palti Elmadam, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap laporan keuangan Pemkab Kupang, selalu ada catatan khusus mengenai pengelolaan aset milik Pemkab Kupang terutama aset tetap tanah.

Untuk itu ditambahkan Palti Elmadam dirasa perlu bentuk tim untuk dilakukan verifikasi sebelum laporan keuangan diserahkan kepada BPK.

Apalagi menurut dia wilayah Kabupaten Kupang cukup luas, sehingga dibutuhkan proses manajemen aset yang dilakukan secara kontinu dengan landasan profesional.

“Tetap bangun komunikasi dan lakukan penelusuran terkait catatan aset yang ada. Dibutuhkan komitmen dari Pemda dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan, serta pentingnya bentuk tim inventarisasi,” tegasnya.

Sementara Kepala BPKAD Kab.Kupang, Rima Salean turut menambahkan, bahwa jumlah aset tanah yang tercatat dalam aset tetap, sudah ditindaklanjuti Pemkab Kupang dan ada progres penilaian mencapai 160 bidang tanah.

Lanjutnya, salah satu kendala yang dihadapi dalam penelusuran aset yaitu kurangnya tenaga tim penilai. Selama ini hanya 1 org dari provinsi dan dibantu 3 org dari kantor lelang.

Menurut Rima Salean dalam pertemuan secara virtual bersama ATR disampaikan, jika aset tanah pemda tidak ada Pelepasan Hak, solusinya siapkan Surat Penguasaan Fisik.

Selain itu juga, Rima laporkan bahwa minggu depan akan diadakan Bimtek Akuntasi Pelaporan bagi seluruh Kasubag Perencanaan di Kabupaten Kupang untuk mendukung penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

Bupati Kupang Korinus Masneno menanggapi aset tetap tanah yang belum terselesaikan sejumlah 338 bidang tidak ditemukan namun tercatat dalam aset tetap.

” Kerjakan yang bisa dikerjakan,”pesannya”. Jika tidak bisa, sampaikan terus terang kepada tim BPK supaya ditemukan solusi. Kira-kira apa yang menjadi solusi tepat untuk menyelesaikan persoalan aset tanah yang secara administrasi tercatat dalam aset namun di lapangan tidak ditemui,” kata Bupati kepada BPK”.

Bupati pada kesempatan tersebut akan memberikan penegasan kepada pimpinan OPD agar kooperatif dalam penertiban aset sehingga penyusunan Laporan Keuangan dapat terselesaikan sesuai yang diharapkan.

Lagi-lagi jangan hanya karena persoalan aset tanah, dari tahun ke tahun Laporan Keuangan Pemkab Kupang hanya memperoleh opini BPK, Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Mengakhiri pertemuan ini, Bupati Kupang ucapkan terima kasih kepada BPK, atas masukannya dalam membentuk tim inventarisasi di Pemkab Kupang.(rio)

Berita Terkait

FINAL GAMKI–PBVSI CUP I NTT 2026: PANGGILAN UNTUK ORANG TTS DI KUPANG, MARI RAMAIKAN!
Presiden Ramos-Horta Minta Implementasi Nyata Kerja Sama Timor Leste-Indonesia
Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani
Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur
Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah
Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak
Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT
Laporan Terhadap Wartawan NTTHits Disorot: Salah Tafsir Penilaian Dewan Pers

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:19

FINAL GAMKI–PBVSI CUP I NTT 2026: PANGGILAN UNTUK ORANG TTS DI KUPANG, MARI RAMAIKAN!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:33

Dukung Pembangunan Pertanian Bupati Kupang Bantu Alsintan Bagi Petani

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:41

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:16

Pemkab Kupang Butuh Perencanaan Matang Menyiapkan 538 Kepala Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08

Bupati Kupang Dorong Peningkatan Kualitas Genetik Dan Produktivitas Ternak

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

PKM Undana Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Bagi Warga Oesao

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:30

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bersama OJK Kupang Gelar Diskusi Literasi Keuangan Cegah Jebakan Pinjol

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:07