Pejabat Usia Muda Mendominasi Jajaran Wakil Rektor Undana

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., resmi melantik empat wakil rektor baru pada Senin (29/6/2026) . Foto/HO-Humas Undana

Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., resmi melantik empat wakil rektor baru pada Senin (29/6/2026) . Foto/HO-Humas Undana

“Kekuasaan itu bisa menjadi racun dan membuat orang lupa diri. Saya tidak mau hal itu terjadi dalam kepemimpinan saya. Cara agar kita tetap eksis dan selamat adalah dengan terus menjaga komunikasi dan merawat kerendahan hati,” tegas Prof. Jefri.

KUPANG,MEDIASINTT.COM – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., resmi melantik empat wakil rektor baru pada Senin (29/6/2026) dan keempat pejabat struktural  lingkup Undana ini masih berusia muda.

Rektor  Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng.,  memperingatkan jajarannya agar mewaspadai “paradoks kekuasaan” serta menuntut komitmen kerja total yang siap menghadapi kritik hingga hujatan publik.

Pelantikan ini menjadi momentum penting reposisi struktural di kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat pejabat teras yang dilantik adalah Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si. (Wakil Rektor I Bidang Akademik), Prof. Dr. Paul Gabriel Tamelan, M.Si. (Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan), Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), serta Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. (Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi)

Prof. Jefri Bale yang baru saja kembali dari Sarasehan Kebangsaan di Jakarta, mengaitkan wejangan Presiden RI Prabowo Subianto dengan dinamika internal kampus.

Ia secara spesifik membedah konsep sosiologis terkait paradoks kekuasaan, di mana seorang pemimpin kerap kehilangan empati, loyalitas, dan kecerdasan sosial justru setelah mereka memegang tongkat jabatan.

“Kekuasaan itu bisa menjadi racun dan membuat orang lupa diri. Ini catatan dari Prof. Fred Benu dan Prof. Maxs Sanam. Saya tidak mau hal itu terjadi dalam kepemimpinan saya. Cara agar kita tetap eksis dan selamat adalah dengan terus menjaga komunikasi dan merawat kerendahan hati,” tegas Prof. Jefri.

Rektor meminta para wakil rektor baru untuk menebalkan telinga dan mentalitas kerja, karena menurutnya  pejabat publik di lingkungan akademis tidak boleh reaktif atau larut dalam penilaian negatif.

Ia mengutip prinsip kepemimpinan nasional, ia berseloroh bahwa jika seseorang ingin aman dari kritik dan fitnah, maka jalan satu-satunya adalah tidak mengatakan apa-apa, tidak berbuat apa-apa, dan tidak menjadi apa-apa.

“Namun, itu bukan pilihan bagi kita. Kalau mau yang biasa-biasa saja ya diam saja, toh gaji tetap jalan. Tetapi jika ingin membawa perubahan, harus siap dimarahi, difitnah, dan dihujat publik. Terima semua masukan itu untuk perbaikan,” jelasnya.

Prof. Jefri juga menggemakan slogan taktis yang harus diinternalisasi oleh keempat pembantunya, yaitu: “Know the problem, face the problem, and solve the problem” (Pahami masalahnya, hadapi masalahnya, dan selesaikan masalahnya). Ia juga meminta publik tidak mengaitkan mutasi organisasi ini dengan dinamika politik suksesi pemilihan rektor yang telah usai, karena pergeseran jabatan adalah hal yang lumrah demi penyegaran institusi.

Sebagai penutup wejangannya, Rektor melontarkan pertanyaan reflektif yang diadopsi dari pesan Presiden Prabowo guna menguji integritas batin para pejabat baru. Ia meminta seluruh pimpinan untuk rajin berkaca dengan dua pertanyaan mendasar: “Are you the problem?” (Apakah justru Anda yang menjadi sumber masalahnya?) dan “Have I done the right thing?” (Apakah saya sudah menjalankan tanggung jawab saya dengan benar?).

Dengan pembagian tugas yang jelas—di mana Warek I mengawal mutu akademik, Warek II menjaga tata kelola keuangan, Warek III menggerakkan potensi alumni-mahasiswa, dan Warek IV memperkuat lini akuntabilitas perencanaan, kemitraan lintas sektor serta humas institusi—keempatnya dituntut langsung bekerja tanpa masa orientasi yang berbelit-belit.

Ketegasan Rektor Undana dalam menekankan bahaya “paradoks kekuasaan” dan kewajiban siap dihujat saat pelantikan empat wakil rektor baru ini membawa dampak perubahan kultural yang sangat krusial bagi ekosistem birokrasi kampus di NTT. Selama ini, jabatan wakil rektor di banyak perguruan tinggi daerah sering kali dipandang sebagai “fasilitas hadiah” atau simbol prestise feodal yang membuat pejabatnya eksklusif, sulit ditemui, dan cenderung mencari aman dengan menghindari konflik struktural.

Sikap pasif dan kompromis tersebut kerap membuat persoalan menahun kampus—seperti komersialisasi pendidikan, lambatnya pencairan anggaran riset, hingga mandeknya prestasi mahasiswa—menjadi terbengkalai.

Melalui doktrin face and solve the problem yang ditegaskan Prof. Jefri Bale, Undana secara radikal sedang memotong rantai birokrasi yang kaku tersebut. Keharusan bagi para wakil rektor untuk siap dikritik dan melakukan otokritik (Are you the problem?) memaksa gerbong kepemimpinan baru ini bertindak sebagai eksekutor lapangan yang transparan. Dampak jangka panjangnya, sivitas akademika dan masyarakat NTT akan mendapatkan layanan pendidikan yang jauh lebih bersih, responsif, serta bebas dari praktik nepotisme internal pasca-suksesi kampus. (ben)

Berita Terkait

Undana Bedah Fenomena Viral Di Medsos Serta Dampak Hukum Bagi Masyarakat NTT
Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao
Undana Kawal Pembentukan DOB Pantar Di Alor
Undana Dan Pemkab Sikka Perkuat Kerjasama Dalam Bidang Riset Pembangunan Daerah
Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan
Undana Edukasi Pencegahan Stunting Bagi Masyarakat
Undana Implementasi Penerapan Sistem Pertanian Terpadu Di Kupang Tengah
Rektor Jefri Balle Evaluasi Tantangan Dihadapi FISIP Undana

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:32

Undana Bedah Fenomena Viral Di Medsos Serta Dampak Hukum Bagi Masyarakat NTT

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:45

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:19

Undana Kawal Pembentukan DOB Pantar Di Alor

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26

Undana Dan Pemkab Sikka Perkuat Kerjasama Dalam Bidang Riset Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:21

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:45

Pulau Timor

Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT

Senin, 5 Okt 2026 - 20:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Senin, 5 Okt 2026 - 01:21

Undana siapkan fasilitas pendidikan darurat di lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores.

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Siapkan Fasilitas Pendidikan Darurat Bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 2 Sep 2026 - 08:20

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:08

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kepimpinan Polda NTT Resmi Dijabat Irjen Reza Arif Dewanto

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:21

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Mengakhiri Masa Tugas Di NTT, Komjen Rudi Darmoko Resmikan 33 Sumur Bor

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:13

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Tim Voli OJK Gebuk FKIP Undana Dalam Turnamen SMSI Cup 3-0

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:51