Perguruan Tinggi Di Provinsi NTT Diminta Bekerja Kolaboratif

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd secara resmi menyerahkan para mahasiswa peserta KKN Tematik Mahasiswa Berdampak Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 kepada Pemerintah Kabupaten Kupang  di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026).

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd secara resmi menyerahkan para mahasiswa peserta KKN Tematik Mahasiswa Berdampak Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 kepada Pemerintah Kabupaten Kupang di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026).

“Jadilah problem solver. Belajarlah menjadi orang yang mampu menyelesaikan masalah, bukan justru menambah masalah. Kehadiran saudara membawa nama baik perguruan tinggi masing-masing, sehingga tanggung jawab itu harus dijaga,” kata Prof Fausan.

OELAMASI MEDIASINTT.COM – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd mendorong berbagai lembaga perguruan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk bekerja kolaboratif dalam konsorsium perguruan tinggi guna meningkatkan mutu pendidikan.

“Kerja kolaboratif dalam konsorsium memiliki dampak yang cukup kuat dalam pembangunan pendidikan, jika hal itu dilakukan di NTT maka pendidikan di NTT terus berkembang pesat karena mutu pendidikanya menjadi lebih memadai,” kata Wamen Diktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.

Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menegaskan hal itu  pada acara pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Berdampak Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026).

Fauzan  menegaskan seluruh perguruan tinggi di NTT untuk memperkuat kolaborasi melalui konsorsium perguruan tinggi guna meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di daerah.

Ia mengatakan perguruan tinggi pada hakikatnya merupakan bagian dari masyarakat sehingga harus mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Fauzan menilai banyaknya perguruan tinggi tidak akan berarti apabila belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian masalah di daerah.

“Jadilah problem solver. Belajarlah menjadi orang yang mampu menyelesaikan masalah, bukan justru menambah masalah. Kehadiran saudara membawa nama baik perguruan tinggi masing-masing, sehingga tanggung jawab itu harus dijaga,” kata Prof Fauzan.

Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Kupang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN GENTASKIN Batch 2.

Pemerintah Kabupaten Kupang sangat bersyukur wilayahnya dipilih menjadi salah satu lokus utama pelaksanaan KKN Tematik Gentaskin Batch 2 ini.

Menurut dia kehadiran program ini dinilai sebagai wujud nyata sinergi kolaboratif antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, serta pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat bawah.

Ia berharap para mahasiswa tidak hanya membawa ilmu pengetahuan dan inovasi, tetapi juga belajar dari kearifan lokal masyarakat selama menjalankan pengabdian.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, melaporkan bahwa KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 akan berlangsung selama 9 Juli hingga 31 Agustus 2026. Program ini melibatkan 41 perguruan tinggi, 2.319 mahasiswa dari berbagai program studi, serta 100 dosen pembimbing lapangan.

Para peserta akan melaksanakan pengabdian di 100 desa yang tersebar di 13 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, serta mendorong pembangunan desa yang lebih sehat, kuat, dan inklusif.

Pada kesempatan yang sama  Gubernur NTT Melkiandes Laka Lena menegaskan bahwa Nusa Tenggara Timur masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang kompleks.

Menurut dia kondisi geografis, iklim, dan berbagai persoalan struktural menyebabkan tingginya angka stunting serta masih banyaknya masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah pedesaan.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, agar ilmu pengetahuan dapat hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Reinhard Abdul Haris. (ben)

 

 

Berita Terkait

Undana Bedah Fenomena Viral Di Medsos Serta Dampak Hukum Bagi Masyarakat NTT
Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao
Undana Kawal Pembentukan DOB Pantar Di Alor
Undana Dan Pemkab Sikka Perkuat Kerjasama Dalam Bidang Riset Pembangunan Daerah
Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan
Undana Edukasi Pencegahan Stunting Bagi Masyarakat
Undana Implementasi Penerapan Sistem Pertanian Terpadu Di Kupang Tengah
Rektor Jefri Balle Evaluasi Tantangan Dihadapi FISIP Undana

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:32

Undana Bedah Fenomena Viral Di Medsos Serta Dampak Hukum Bagi Masyarakat NTT

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:45

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:19

Undana Kawal Pembentukan DOB Pantar Di Alor

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26

Undana Dan Pemkab Sikka Perkuat Kerjasama Dalam Bidang Riset Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:21

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Berita Terbaru

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Bantu 200 Ekor Ayam Petelur Bagi Jemaat Bolatena, Rote Ndao

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:45

Pulau Timor

Mega Proyek Patung Kristus Mulai Dibangun Di Semau, NTT

Senin, 5 Okt 2026 - 20:43

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Dan IFTK Ledalero Bangun Mitra Kerjasama Pendidikan

Senin, 5 Okt 2026 - 01:21

Undana siapkan fasilitas pendidikan darurat di lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores.

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Siapkan Fasilitas Pendidikan Darurat Bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 2 Sep 2026 - 08:20

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bank NTT Dan Fetomone Melengang Ke Final SMSI Cup 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 21:08

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Kepimpinan Polda NTT Resmi Dijabat Irjen Reza Arif Dewanto

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:21

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Mengakhiri Masa Tugas Di NTT, Komjen Rudi Darmoko Resmikan 33 Sumur Bor

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:13

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Tim Voli OJK Gebuk FKIP Undana Dalam Turnamen SMSI Cup 3-0

Minggu, 11 Okt 2026 - 09:51