Tanpa Pamrih Bocah Ini Jadi Relawan Di Posko Bantuan Bencana NTT

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO/MEDIASINTT.COM -  Harun (7)  seorang anak  siswa kelas 2 SD yang baru satu bulan hijrah ke Kota Kupang sedang menyerahkan dos mie yang diangkatnya kepada petugas BPBD untuk dinaikan keatas truk.

FOTO/MEDIASINTT.COM - Harun (7) seorang anak siswa kelas 2 SD yang baru satu bulan hijrah ke Kota Kupang sedang menyerahkan dos mie yang diangkatnya kepada petugas BPBD untuk dinaikan keatas truk.

“Harun berharap teman-teman Harun di Pulau Flores selalu tabah dan sehat selalu. Harun sedih dengan bencana di Flores,” kata Harun

KUPANG,MEDIASINTT.COM – Suasana di posko  tanggap darurat bencana gempa bumi yang dibentuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur , pada Rabu (19/8) sore terlihat ramai dengan aktivitas bongkar muat berbagai bantuan yang akan didistribusikan untuk korban bencana gempa bumi di Pulau Flores.

Beragam bantuan itu dihimpun pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT dari berbagai pihak sebelum didistribusikan ke daerah terdampak bencana gempa bumi 7,7 SR  di Pulau Flores, NTT.

Proses pendataan bantuan yang terus mengalir membuat suasana  di Posko Tanggap Darurat  terlihat ramai dengan adanya aktivitas bongkar muat barang  yang dilakukan  para relawan dan petugas BPBD NTT.

Dalam keramaian itu  terlihat  Harun (7)  seorang anak  siswa kelas 2 SD yang baru satu bulan hijrah ke Kota Kupang, setelah sebelumnya menetap di Papua  bersama ayah dan ibunya .

Kehadiran Harun berada di Posko Tanggap Darurat ikut bersama sang ayah Pupung Purnama , Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kupang untuk menyerahkan bantuan kemanusian bagi korban bencana gempa di Pulau Flores.

Harun semula hanya bisa  menatap  para relawan yang sibuk  mengangkat berbagai jenis bantuan seperti mie,air mineral, miskuit keatas truk pengkut bantuan yang hendak menuju Pelabuhan Bolok.

Melihat aktivitas itu, hati Harun mulai tergerak  untuk ikut  membantu  sesuai kemampunya dengan  mengangkat dos miskuit keatas truk.   Sekitar lima dos mie dan miskuit berhasil diangkat Harun keatas truk.

Sejumlah petugas BPBD NTT sempat melarang Harun untuk mengangkat dos biscuit namun beberapa kali dihalaunya, karena  dirinya ingin membantu dan merasakan penderitaan anak-anak sebaya di daerah yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores.

Ketika ditanya motivasi yang dilakukanya itu, Harun mengaku mengangkat bantuan itu sebagai wujud solidaritas dengan anak-anak yang terdampak bencana di Pulau Flores.

“Harun berharap teman-teman Harun di Pulau Flores selalu tabah dan sehat selalu. Harun sedih dengan bencana di Flores,” kata Harun sambil menunduk.

Harun mengaku  sedih ketika melihat  tayangan di berbagai TV tentang anak-anak terdampak bencana gempa  berlarian menghindari reruntuhan bangunan akibat gempa.

“Harun sangat sedih melihat mereka berlarian,” kata Harun dengan nada sedih.

Aksi Harun yang menjadi  “relawan Cilik” membuat kedua orang tuanya terharu karena anak yang baru berusia 7 tahun  memiliki rasa empati yang luar biasa bagi korban bencana gempa di Pulau Flores.

“Memang selama bapanya bertugas di Papua di wilayah Raja Ampat kami selalu ajak Harun dalam kegiatan bakti sosial, mungkin rasa empati itu tumbuh dalam dirinya untuk bisa membantu seperti ini,” kata Ibu Pupung Purnama yang juga sempat mengangkat beberapa bahan bantuan ke atas truk.

Membantu seperti dilakukan Harun  bukan sekadar mengisi waktu luang namun hal itu merupakan  cara untuk  memastikan orang-orang seusianya yang terdampak bencana di Pulau Flores  tidak merasa sendirian.

Keterbatasan fisik dan usia, tangan kecil Harun membuktikan bahwa kepedulian tidak mengenal batas umur. Keikhlasannya menjadi pengingat di posko itu bahwa di runtuhan bencana sekalipun, harapan baru selalu bisa tumbuh lewat aksi nyata yang sederhana. (beny)

 

Berita Terkait

Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan
Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers
Fraksi Gerindra NTT Menilai Open Turnamen Voli SMSI Cup Jaring Bibit Atlet PON
Gerindra Usul Pangkas Dana Perjalanan Dinas Anggota DPRD NTT
TB Gramedia Kupang Dukung Turnamen Voli SMSI Cup 2026
JAM Intel Kejagung: Pokja Newsroom Jaga Desa SMSI dan ABPEDNAS Jadi Mitra Strategis Kejaksaan
Hasim Djojohadikusumo : Saya Datang Karena Percaya SMSI

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13

Turnamen Voli SMSI Cup Siap Digelar, Berbagai Doorprize untuk Penonton Dihadirkan

Jumat, 18 September 2026 - 10:45

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Terima Bintang Kehormatan LVRI

Sabtu, 12 September 2026 - 02:49

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif, Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers

Rabu, 9 September 2026 - 12:59

Fraksi Gerindra NTT Menilai Open Turnamen Voli SMSI Cup Jaring Bibit Atlet PON

Senin, 7 September 2026 - 21:26

Gerindra Usul Pangkas Dana Perjalanan Dinas Anggota DPRD NTT

Berita Terbaru

Undana siapkan fasilitas pendidikan darurat di lokasi bencana gempa bumi di Pulau Flores.

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Siapkan Fasilitas Pendidikan Darurat Bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 2 Sep 2026 - 08:20

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bank NTT Bungkam PDAM Kupang Dalam SMSI Cup 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 20:33

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Pertarungan Sengit, Fatu Mone Bungkam BI Dalam Turnamen SMSI Cup 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 20:09

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Pemda NTT Dan PBVSI Apresiasi SMSI Gelar Turnamen Bola Voli

Minggu, 4 Okt 2026 - 02:45

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Geliat UMKM Ramaikan Tournamen SMSI Cup 2026

Sabtu, 3 Okt 2026 - 20:55