“Kami tentu memberikan dukungan yang baik terhadap kegiatan positif seperti ini. Kami berharap turnamen dapat berjalan sukses dan memberikan sesuatu yang baru bagi masyarakat Kota Kupang,” ujar Dominikus.
KUPANG , MEDIASINTT.COM – Penyelenggaraan turnamen bola voli SMSI Cup I 2026 di Kota Kupang tidak sekadar menjadi ajang persaingan antar club melainkan juga wahana penguatan budaya literasi masyarakat di provinsi berbasis kepulauan ini.
Dukungan terhadap kegiatan yang digagas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut salah satunya datang dari Toko Buku (TB) Gramedia Kupang.
Komitmen tersebut mengemuka saat Panitia Pelaksana SMSI Cup I 2026 melakukan kunjungan silaturahmi ke TB Gramedia Kupang. Jajaran panitia yang hadir dalam pertemuan tersebut meliputi Ketua Panitia Vico Patty, Ketua Seksi Pertandingan Peter Bere, serta anggota panitia Imeldha dan Jho.
Store Manager TB Gramedia Kupang, Dominikus Leo, mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurut dia, olahraga dan kegiatan literasi memiliki potensi besar untuk saling bertautan dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, aktif, dan kritis.
“Kami tentu memberikan dukungan yang baik terhadap kegiatan positif seperti ini. Kami berharap turnamen dapat berjalan sukses dan memberikan sesuatu yang baru bagi masyarakat Kota Kupang,” ujar Dominikus.
Dalam kesempatan itu, Dominikus juga menyoroti dinamika minat baca masyarakat di Kupang yang menunjukkan tren positif, khususnya di kalangan pelajar level SMP dan SMA selama dua tahun terakhir. Penetrasi media sosial dan platform digital dinilai tidak melunturkan ketertarikan generasi muda terhadap buku fisik, melainkan justru memicu rasa ingin tahu yang lebih mendalam.
Buku-buku bertema sosial-politik, biografi tokoh, hingga karya sastra novel menjadi pilihan favorit yang paling banyak dicari oleh kelompok pembaca muda tersebut.
“Anak SMP dan SMA sekarang luar biasa. Dalam dua tahun terakhir, arahnya mulai terlihat. Buku sosial politik, biografi, dan novel cukup diminati,” kata Dominikus.
Menanggapi fenomena tersebut, pihak Gramedia Kupang terus berupaya menyesuaikan ketersediaan judul serta variasi harga buku agar selaras dengan daya beli masyarakat lokal. Langkah ini dipandang krusial untuk meruntuhkan hambatan akses terhadap bahan bacaan berkualitas.
“Yang penting berani dulu memegang buku, kemudian membaca. Kami menyesuaikan buku dengan kemampuan masyarakat dan kebutuhan pasar,” tuturnya seraya menambahkan bahwa pasar buku di Nusa Tenggara Timur masih menyimpan prospek yang menjanjikan.
Melalui kolaborasi dengan ajang olahraga seperti SMSI Cup I 2026, ruang publik diharapkan tidak hanya menjadi arena pertandingan fisik, tetapi juga pintu masuk bagi kampanye nilai-nilai edukatif, literasi, dan pengembangan ekosistem kepemudaan. (ben)





