Anggota Polda NTT Pulihkan Mental Anak-Anak Penyintas Gempa Flores

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendampingan psikologi dan trauma healing yang digelar Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT bersama Bag SDM Polres Sikka bagi para guru serta sekitar 600 siswa dan siswi SMPN 1 Maumere, Kamis (3/9/2026).

Pendampingan psikologi dan trauma healing yang digelar Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT bersama Bag SDM Polres Sikka bagi para guru serta sekitar 600 siswa dan siswi SMPN 1 Maumere, Kamis (3/9/2026).

“Pemulihan pascagempa harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak dan para guru,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra

MAUMERE, MEDIASINTT.COM –  Anggota Kepolisian  Polda Nusa Tenggara Timur  terus melakukan pendampingan sebagai upaya  pemulihan psikologis warga terdampak bencana.

Kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan pendampingan psikologi dan trauma healing yang digelar Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT bersama Bag SDM Polres Sikka bagi para guru serta sekitar 600 siswa dan siswi SMPN 1 Maumere, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WITA dan berlangsung di lokasi sementara SMPN 1 Maumere, Jalan Mawar, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Untuk sementara waktu, aktivitas belajar mengajar SMPN 1 Maumere harus dipindahkan dari gedung utama setelah bangunan sekolah mengalami keretakan akibat gempa dan dinilai tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan pendampingan tersebut dipimpin Kasubbagsipol Biro SDM Polda NTT Kompol Prasetyo Dwi Laksono, S.Psi., bersama Tim Psikologi Biro SDM Polda NTT dan personel Bag SDM Polres Sikka.

Berbeda dengan kegiatan formal pada umumnya, pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif. Para guru mendapatkan Terapi USEFT sebagai salah satu metode untuk membantu mengelola tekanan psikologis, sementara para siswa diajak bermain, berekspresi, mengikuti berbagai hiburan, serta membangun interaksi positif bersama tim pendamping.

Suasana pun perlahan berubah. Kekhawatiran yang sebelumnya membayangi para siswa digantikan dengan keceriaan dan antusiasme. Melalui permainan dan aktivitas bersama, anak-anak diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan sekaligus membangun kembali rasa aman setelah mengalami peristiwa yang mengguncang secara fisik maupun emosional.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak.

“Polri hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa aman serta membantu masyarakat bangkit setelah menghadapi situasi bencana. Pemulihan pascagempa harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak dan para guru,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan pesan Kapolda NTT.

Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena pengalaman bencana dapat meninggalkan kecemasan dan ketakutan apabila tidak ditangani dengan baik.

“Melalui trauma healing ini, kami ingin memastikan para siswa kembali memiliki rasa aman, kembali ceria, dan dapat menjalani proses belajar dengan penuh semangat. Begitu juga para guru, mereka perlu mendapatkan pendampingan agar mampu menjalankan kembali perannya dengan kondisi psikologis yang lebih baik,” lanjutnya.

Pendampingan psikologis tersebut menjadi penting mengingat perubahan lingkungan belajar juga dapat menjadi pengingat bagi para siswa terhadap pengalaman gempa yang mereka alami. Berpindah dari gedung sekolah utama ke lokasi sementara bukan sekadar perubahan tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari proses adaptasi setelah bencana.

Karena itu, trauma healing menjadi salah satu langkah penting agar dampak psikologis gempa tidak berkembang menjadi beban berkepanjangan yang dapat mengganggu aktivitas belajar, interaksi sosial, maupun tumbuh kembang para siswa.

Polri memilih hadir di ruang yang lebih dekat dengan masyarakat—mendengar, mendampingi, menghibur, sekaligus membantu memulihkan kepercayaan diri dan semangat untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah media nasional yang turut meliput pelaksanaan trauma healing, termasuk aktivitas pendampingan serta testimoni dari para guru dan siswa yang mengikuti kegiatan.

Setelah berlangsung lebih dari dua jam, seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.45 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan lancar.

Pendampingan psikologis yang dilakukan Polda NTT dan Polres Sikka tersebut menjadi bukti bahwa penanganan dampak bencana tidak berhenti pada perbaikan bangunan yang rusak.

Lebih dari itu, pemulihan juga menyentuh hal yang tidak kasatmata—memulihkan rasa aman, menguatkan mental, menghapus kecemasan, dan menumbuhkan kembali semangat generasi muda Sikka untuk bangkit.

Sebab, ketika bangunan sekolah belum sepenuhnya kembali seperti semula, harapan dan semangat belajar para siswa harus tetap menyala. (ben)

Berita Terkait

Undana Dan IFTK Ledalero Tindak Lanjuti Penguatan Kemitraan
Mahasiswa Undana dan Polres Manggarai Timur Lakukan Pendampingan Psikologi Korban Gempa
Jalur Laut Jadi Tumpuan, Kepolisian Distribusi 100 Ton Bantuan Ke Pulau Pemana
Rektor Undana Ikut Bersama Mendiktisaintek Pantau Dampak Gempa Di Pulau Flores
Wali Kota Kupang Pimpin Pengiriman Logistik Untuk Koban Bencana Gempa Flores
Peduli Bencana Gempa Flores , Undana Kirim Tim Relawan Ke Daerah Terdampak
BPJS Kesehatan Kupang Distribusi Bantuan Bagi Korban Gempa Flores
Letkol Teddy Indra Wijaya Dukung Percepatan Distribusi Bantuan Bencana NTT

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:54

Undana Dan IFTK Ledalero Tindak Lanjuti Penguatan Kemitraan

Jumat, 4 September 2026 - 16:33

Anggota Polda NTT Pulihkan Mental Anak-Anak Penyintas Gempa Flores

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:06

Mahasiswa Undana dan Polres Manggarai Timur Lakukan Pendampingan Psikologi Korban Gempa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:31

Jalur Laut Jadi Tumpuan, Kepolisian Distribusi 100 Ton Bantuan Ke Pulau Pemana

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:44

Rektor Undana Ikut Bersama Mendiktisaintek Pantau Dampak Gempa Di Pulau Flores

Berita Terbaru

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Bidhumas Polda NTT Gelar Kegiatan Bakti Sosial

Selasa, 20 Okt 2026 - 06:40

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Menkokesra Serahkan Tanda Penghargaan Untuk Undana

Selasa, 20 Okt 2026 - 02:50

BAKU DAPA DI KOTA KUPANG

Prajurit Yonif Teritorial Meo Mutis Di NTT Harus Mampu Bertempur

Senin, 19 Okt 2026 - 22:41

UNDANA DALAM PANDANGAN MATA

Undana Lepas 485 Mahasiswa Peserta KKN Di Enam Kabupaten Di NTT

Senin, 19 Okt 2026 - 22:29