KUPANG,MEDIASINTT.COM – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mendorong Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk segera menyiapkan ekosistem akademik kampus guna menembus seleksi Beasiswa 3+1+1 Amerika. Komitmen ini ditandai melalui pelaksanaan Launching Program Beasiswa 3+1+1 Undana – Amerika yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Undana, Kupang, pada Kamis (27/8/2026).
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Direktur Beasiswa LPDP Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D., serta diikuti oleh para dekan dan koordinator program studi di lingkungan Undana.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si. menegaskan bahwa inisiasi ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan akses keadilan pendidikan bagi mahasiswa di kawasan timur Indonesia melalui jalur afirmasi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. menilai kerja sama ini sebagai momentum emas untuk mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur.
Program Beasiswa LPDP 3+1+1 sendiri dirancang sebagai skema pendidikan terintegrasi yang menggabungkan tiga tahun kuliah S1 di perguruan tinggi asal, satu tahun penguatan global di kampus mitra dalam negeri, dan satu tahun studi magister (S2) di luar negeri. Jalur ini terbagi menjadi dua kategori, yakni Path Umum (Existing) untuk berbagai disiplin ilmu menuju magister luar negeri, serta Path Pabrik Wirausaha yang berfokus pada penguatan ekosistem kewirausahaan antar-kampus mitra sebelum melanjutkan studi ke manca negara.
Direktur Beasiswa LPDP Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D. menjelaskan bahwa strategi penggabungan perguruan tinggi dalam negeri dengan kampus kelas dunia merupakan langkah cepat untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia nasional.
Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, dan pengalaman internasional. LPDP mencatat skema 3+1+1 telah menyelesaikan Batch 1 pada 2026 yang melibatkan universitas dalam negeri seperti UI, ITB, UNDIP, UNS, BINUS, President University, dan Universitas Islam Kediri menuju kampus dunia seperti Georgetown University dan University of Wisconsin–Madison, sementara pelaksanaan tahun 2027 saat ini memasuki tahap seleksi perguruan tinggi mitra.
Kualifikasi calon peserta program ini mewajibkan mahasiswa aktif S1 minimal semester 3 yang masuk peringkat 10 besar terbaik di program studi dan angkatannya.
Pelamar wajib memperoleh Letter of Acceptance (LoA) Internasional Sarjana tanpa penundaan intake, mengantongi LoA Unconditional Magister di kampus tujuan yang sama, serta bersedia menjalankan kewajiban pengabdian di Indonesia selama dua kali masa pendanaan LPDP.
Selain itu, LPDP menargetkan 50 hingga 100 universitas terlibat pada 2027 serta mengincar 20 persen lulusan mampu mencetak bisnis baru guna menopang perekonomian nasional.
Sebagai langkah tindak lanjut, forum diskusi juga menyepakati pemanfaatan skema co-funding serta dorongan bagi dosen yang mengalami kendala studi S3 agar aktif mengajukan riset dan kerja sama luar negeri.
Menanggapi seluruh arahan tersebut, pihak rektorat Undana menyatakan kesiapannya untuk segera memotivasi mahasiswa-mahasiswa terbaik di setiap jurusan sekaligus membenahi fasilitas pendukung kampus agar mampu bersaing secara maksimal pada seleksi mendatang.
Kemitraan akademik ini secara langsung memangkas hambatan keterisolasian akses pendidikan internasional yang selama ini kerap dihadapi mahasiswa di wilayah timur Indonesia. Pembukaan jalur terintegrasi dari jenjang sarjana hingga magister luar negeri tidak hanya memberikan kepastian kualifikasi global bagi peserta didik Undana, tetapi juga menjadi instrumen penciptaan wirausahawan terdidik yang siap memperkuat daya saing ekonomi daerah sekembalinya mereka dari bangku studi. (ben)














