“Saya kira ini sebuah prestasi yang membanggakan karena S2 Ilmu Komunikasi ini baru dibentuk pada 2023 lalu dan terhitung baru berusia 3 tahun, tetapi berada di top 15. Ini sesuatu yang tidak kami duga-duga,” ujar Dr. Petrus
KUPANG,MEDIASINTT.COM – Dunia pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan prestasi membanggakan setelah Program Studi Ilmu Komunikasi Program Magister (S2) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menembus peringkat ke-14 nasional berdasarkan rilis pemeringkatan SINTA Score 3 Years oleh SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) per 26 September 2026.
Capaian ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di Kawasan Indonesia Timur mampu bersaing secara adil dan unggul di kancah nasional. Mengantongi skor SINTA sebesar 1.752, prodi pascasarjana FISIP Undana yang baru berdiri tiga tahun ini berhasil melampaui capaian sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, sekaligus menegaskan lompatan kualitas riset dan pengelolaan akademik di lingkungan Undana.
Koordinator Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Undana, Dr. Petrus Ana Andung, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa pencapaian menduduki jajaran 15 besar nasional ini berada di luar perkiraan awal pihak pengelola prodi, mengingat usia operasional lembaga yang masih sangat belia.
“Saya kira ini sebuah prestasi yang membanggakan karena S2 Ilmu Komunikasi ini baru dibentuk pada 2023 lalu dan terhitung baru berusia 3 tahun, tetapi berada di top 15. Ini sesuatu yang tidak kami duga-duga,” ujar Dr. Petrus saat diwawancarai pada Selasa (29/9/2026).
Dari total 64 program studi S2 Ilmu Komunikasi yang dinilai secara nasional, keberhasilan Undana masuk dalam jajaran papan atas merupakan cerminan nyata dari kinerja kolektif sivitas akademika, kelancaran atmosfer akademik, serta produktivitas tinggi para dosen dalam mengeksekusi riset dan publikasi ilmiah.
Merespons faktor pendorong di balik melesatnya perolehan skor SINTA tersebut, Dr. Petrus menjelaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan tugas utama sekaligus legacy atau warisan akademik para dosen. Skor yang diraih merupakan akumulasi dari penerbitan jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, hingga penulisan buku. Di samping komitmen Tri Dharma, akselerasi publikasi ini didorong oleh strategi institusi dalam memenuhi prasyarat menuju akreditasi unggul.
“Untuk bisa memperoleh akreditasi unggul, minimal jumlah publikasi dosen harus ada sebanyak 50 persen. Faktor lainnya adalah kemauan dan komitmen para dosen untuk memajukan prodi,” jelas Dr. Petrus.
Saat ini, Prodi S2 Ilmu Komunikasi Undana didukung oleh 12 orang dosen tetap yang memikul target akademik untuk menghasilkan minimal 7 tulisan berindeks Scopus dalam kurun waktu satu hingga dua tahun. Kendati demikian, pihak prodi menyadari bahwa proses penetrasi ke jurnal internasional memerlukan ketelitian dan waktu yang tidak singkat.
“Untuk mencapai hal tersebut juga bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena publikasi di Scopus juga membutuhkan waktu, paling kurang satu tahun,” tambah Dr. Petrus menggambarkan dinamika proses publikasi tersebut.
Berada tepat di bawah Universitas Riau yang menempati peringkat ke-13 dengan skor 1.975 memicu ambisi baru bagi S2 Ilmu Komunikasi Undana untuk menembus jajaran 10 besar nasional. Pihak pengelola menyadari bahwa tantangan ke depan akan kian berat, terutama dalam menghadapi persaingan ketat dari perguruan tinggi besar berbasis di Pulau Jawa.
Tantangan utama prodi saat ini adalah menjaga konsistensi kinerja, membangun citra positif institusi, serta membuktikan secara berkelanjutan kepada publik bahwa mutu pembelajaran dan riset di S2 Ilmu Komunikasi Undana sejajar dengan perguruan tinggi papan atas di luar NTT. Tidak berhenti pada skala nasional, S2 Ilmu Komunikasi Undana turut mematok misi besar untuk memperluas jangkauan ke kancah global guna menyelaraskan dengan visi kepemimpinan Rektor Undana.
“Tantangan lainnya yaitu menginternasionalisasi prodi Ilmu Komunikasi sehingga dapat menyesuaikan dengan visi rektor saat ini. Kami berharap akan ada peminat dari luar negeri, terutama dari Timor Leste, dengan memperkenalkan prodi kami di sana,” ungkap Dr. Petrus.
Guna mempertahankan serta meningkatkan posisi SINTA Score pada periode penilaian mendatang, pengelola prodi telah merancang sejumlah langkah taktis yang terintegrasi dengan Perjanjian Kinerja (PK). Salah satu bentuk komitmen nyata institusi adalah dengan menyediakan stimulus pendanaan langsung untuk mendukung pembiayaan publikasi jurnal berpotensi, baik yang terindeks SINTA, Scopus, maupun penerbitan buku ilmiah sebagai wujud pengabdian dosen bagi kemajuan universitas.
“Strategi lainnya yaitu mendorong teman-teman dosen untuk menghasilkan publikasi serta dukungan dari prodi untuk menyiapkan dana publikasi jurnal, baik di SINTA, Scopus, maupun untuk menulis buku yang menjadi bentuk pengabdian kepada universitas,” pungkas Dr. Petrus. (ben)












