Undana Mulai Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Kelas Singkat

Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi membuka kesempatan bagi para pekerja, profesional, maupun mantan mahasiswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meraih gelar sarjana (S-1) dan magister (S-2) dalam waktu lebih singkat
Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi membuka kesempatan bagi para pekerja, profesional, maupun mantan mahasiswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meraih gelar sarjana (S-1) dan magister (S-2) dalam waktu lebih singkat

“Metode seleksi RPL tahun ini dibagi menjadi dua skema utama yang dapat dipilih sesuai latar belakang pendaftar,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si

KUPANG, MEDIASINTT.COM –  Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi membuka kesempatan bagi para pekerja, profesional, maupun mantan mahasiswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meraih gelar sarjana (S-1) dan magister (S-2) dalam waktu lebih singkat.

Bacaan Lainnya

Melalui Pengumuman Nomor: 5279/UN15.4/PP/2026, Undana membuka pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Tahun Akademik 2026/2027.

Masa pendaftaran dan pengunggahan berkas portofolio dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 22 Juni hingga 11 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi https://smmu.undana.ac.id. Jalur khusus ini menjadi angin segar bagi masyarakat karena memungkinkan pengalaman kerja bertahun-tahun, sertifikasi profesi, atau mata kuliah yang pernah ditempuh sebelumnya, dikonversi langsung menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) tanpa harus mengulang kuliah dari awal.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., menjelaskan bahwa metode seleksi RPL tahun ini dibagi menjadi dua skema utama yang dapat dipilih sesuai latar belakang pendaftar:

Skema Transfer Kredit  ditujukan bagi calon mahasiswa yang pernah menempuh kuliah di perguruan tinggi formal sebelumnya. Dokumen yang dinilai meliputi ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), transkrip nilai/Kartu Hasil Studi (KHS), serta silabus atau Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dari kampus asal.

Tim penilai RPL Undana menetapkan batas minimal kesetaraan pemenuhan capaian pembelajaran sebesar 75 persen.

Skema perolehan kredit dikhususkan bagi masyarakat yang ingin mengonversi pengalaman kerja, pendidikan nonformal, atau informal menjadi pengakuan SKS. Selain ijazah terakhir dan daftar riwayat hidup, pendaftar wajib mengunggah bukti portofolio yang kuat. Bukti tersebut dapat berupa sertifikat kompetensi, dokumentasi proyek (foto/video/produk), catatan harian kerja (logbook), referensi dari supervisor, hingga penghargaan industri yang relevan.

Untuk dapat mengikuti jalur ini, pendaftar diwajibkan menyetor biaya pendaftaran sesuai jenjang yang dituju. Biaya untuk Level S-1 ditetapkan sebesar Rp900.000, Level S-2 sebesar Rp1.500.000, serta biaya proses asesmen sebesar Rp1.700.000. Pihak kampus menegaskan bahwa seluruh biaya yang telah disetorkan bersifat final dan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun.

Proses pemeriksaan berkas, penilaian portofolio, hingga tahap wawancara akan dikawal ketat oleh tim ahli pada tanggal 22 Juni sampai 31 Juli 2026. Selanjutnya, Rektor Undana akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait jumlah SKS yang berhasil direkognisi pada 3 Agustus 2026, diikuti pengumuman kelulusan resmi pada 4 Agustus 2026.

Bagi peserta yang dinyatakan lolos, proses daftar ulang dan pembayaran SPP (setelah mendapatkan kode Virtual Account) dibuka pada 4–15 Agustus 2026, sebelum perkuliahan perdana resmi dimulai pada 26 Agustus 2026.

Manajemen Undana juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan. Kampus menegaskan tidak bekerja sama dengan pihak ketiga mana pun dalam pelaksanaan seleksi RPL ini.

Jika pendaftar membutuhkan asistensi, layanan helpdesk BAK Undana resmi dibuka via nomor telepon 0853-3920-0321 atau dengan mendatangi langsung Gedung ICT Undana.

Dibukanya jalur RPL oleh Undana ini membawa dampak perubahan yang transformatif bagi struktur ketenagakerjaan dan peningkatan kualitas SDM di NTT. Selama ini, banyak praktisi hebat, aparatur desa, hingga pekerja lapangan di NTT yang memiliki keahlian mumpuni namun kariernya terbentur oleh prasyarat formal berupa ijazah akademik. Di sisi lain, meninggalkan pekerjaan demi kuliah reguler selama empat tahun adalah pilihan yang tidak realistis secara ekonomi.

RPL hadir sebagai jembatan keadilan akademis. Dengan menghargai pengalaman kerja sebagai bagian dari kredit perkuliahan, Undana berhasil meruntuhkan dinding pembatas antara dunia industri dan dunia kampus.

Langkah ini tidak hanya mendongkrak angka partisipasi kasar perguruan tinggi di NTT, tetapi juga melahirkan lulusan-lulusan sarjana dan magister baru yang siap mengakselerasi pembangunan daerah karena sejak awal telah matang secara praktik di lapangan. (ade)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *