Memburu Sinyal Diatas Pohon Mahasiswa Asal Manggarai Timur Terima Bantuan Laptop

Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., (kanan) bersama Nenik Agung (kiri)
Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., (kanan) bersama Nenik Agung (kiri)

“Terima kasih sudah berjuang melewati sejumlah tantangan hanya untuk mendaftar sebagai mahasiswa Undana. Ini menjelaskan betapa kuatnya keinginan Nenik untuk kuliah. Dari pimpinan dan seluruh civitas akademika Undana, kami ingin membantu dan memastikan Nenik bisa melangkah bersama kita di sini,” ujar Dr. Rudi.

KUPANG,MEDIASINTT.COM – Perjuangan keras yang dilakukan  Nenik Agung, mahasiswi baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 Universitas Nusa Cendana  asal Kabupaten Manggarai  Timur dengan memanjat pohon demi mendapatkan sinyal internet menjadi cerita yang mengharukan.

Keterbatasan jaringan internet di daerahseperti Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menjadi  kendala bagi sebagia masyarakat di provinsi berbasis kepulauan ini.

Bacaan Lainnya

Namun berbagai keterbatasan  infrastruktur  itu  tidak membuat anak-anak NTT patah semangat dalam mengejar mimpi .

Apa yang dilakukan Nenik Agung  membuktikan semangat belajar yang tinggi tidak mudah patah oleh keadaan. Perjuangan mencari sinyal adalah potret nyata ketulusan anak – anak NTT dalam menuntut ilmu demi masa depan yang lebih baik.

Nenik Agung yang saat ini tercatat sebagai  mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) harus memanjat pohon  untuk mendapatkan sinyal internet  saat wawancara Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Sebagai bentuk apresiasi atas keteguhan tekadnya, pimpinan Undana menerima kedatangan Nenik secara langsung di Gedung Rektorat, Sabtu (1/8/2026).

Pertemuan hangat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan, di antaranya Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., WR II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si, dan WR IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si, M.Si, M.Sc, P.hD.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan Undana menyerahkan bantuan fasilitas berupa satu unit laptop baru beserta perangkat pendukung perkuliahan untuk menunjang aktivitas akademik Nenik.

Tak hanya itu, pihak kampus juga berkomitmen memfasilitasi penyesuaian UKT hingga penyelesaian administrasi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) agar langkah studinya tak terkendala biaya.

Kehadiran para pimpinan ini merupakan bentuk apresiasi setinggi-tingginya atas tekad, niat, dan perjuangan pantang menyerah yang ditunjukkan Nenik demi mengejar cita-citanya melanjutkan pendidikan tinggi di Undana.

Terkait jaminan keberlanjutan studi, Undana juga tengah berkoordinasi intensif dengan pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mengawal pendaftaran KIP Kuliah milik Nenik. Koordinasi ini dilakukan secara khusus guna menyelaraskan data Nenik pada sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemdiktisaintek agar hak beasiswa KIP Kuliah dapat segera terakomodasi dengan baik.

WR III Dr. Rudi Rohi menegaskan bahwa Undana bersama Kemdiktisaintek tidak akan tinggal diam melihat semangat calon mahasiswa yang begitu besar.

“Terima kasih sudah berjuang melewati sejumlah tantangan hanya untuk mendaftar sebagai mahasiswa Undana. Ini menjelaskan betapa kuatnya keinginan Nenik untuk kuliah. Dari pimpinan dan seluruh civitas akademika Undana, kami ingin membantu dan memastikan Nenik bisa melangkah bersama kita di sini,” ujar Dr. Rudi.

Nenik Agung sendiri merupakan calon sarjana pertama di keluarganya yang berasal dari latar belakang ekonomi sederhana. Untuk mengikuti tes UTBK di Kupang, ia harus menempuh perjalanan laut menggunakan kapal selama satu hari satu malam.

Perjuangannya semakin menyita perhatian publik ketika ia rela memanjat atap seng hingga naik ke atas pohon di tengah terik matahari jam 12 siang demi mendapatkan sinyal saat pemadaman listrik di kampungnya agar dapat mengikuti wawancara UKT.

Menerima kepedulian dan bantuan langsung dari pimpinan Undana, Nenik tak dapat menyembunyikan rasa haru serta menyampaikan pesan penyemangat bagi sesama calon mahasiswa.

“Saya sangat terharu dan bangga sekali bisa lulus di Kampus Undana. Untuk teman-teman di luar sana, tetaplah semangat karena setiap perjuangan membutuhkan proses. Semoga saya bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan mendapatkan KIP Kuliah untuk mewujudkan cita-cita saya,” tutur Nenik.

Melalui sinergi antara Kemdiktisaintek dan Undana dalam penyesuaian UKT, pengajuan KIP Kuliah, serta penyerahan fasilitas belajar ini, Undana menegaskan perannya sebagai kampus yang peduli dan mengapresiasi setiap anak bangsa yang pantang menyerah dan gigih berjuang demi meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik. (ben)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *