UT Kupang Dan Undana Bangun Kemitraan Pembangunan SDM

Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Terbuka (UT) Kupang sepakat mempererat komitmen kemitraan strategis demi mengonversi tantangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto HO-Humas Undana
Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Terbuka (UT) Kupang sepakat mempererat komitmen kemitraan strategis demi mengonversi tantangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto HO-Humas Undana

“Kemandirian dan kemajuan pendidikan di NTT tidak akan pernah bisa dicapai jika satu institusi berjalan sendiri-sendiri. Sinergi ini bukan hanya untuk kepentingan internal kampus. Kita harus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk memikirkan solusi tepat bagi persoalan riil di tengah masyarakat,” tegas Prof. Jefri.

KUPANG, MEDIASINTT.COM – Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Terbuka (UT) Kupang sepakat mempererat komitmen kemitraan strategis demi mengonversi tantangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah ini diwujudkan melalui pertemuan audiensi yang dipimpin langsung Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., bersama Direktur UT Kupang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., di ruang rapat Rektorat Undana, Kupang, pada Kamis (18/6/2026).

Bacaan Lainnya

Hubungan kemitraan antara Undana dan UT Kupang sebenarnya memiliki akar historis yang panjang. Sejak lama, Undana bertindak sebagai pilar penyokong utama UT dalam menyediakan tenaga pendidik berkualitas yang diperbantukan sebagai tutor di berbagai program studi.

Direktur UT Kupang, Dr. Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa model institusi UT yang berbasis kemitraan membuat sinergi dengan perguruan tinggi lokal di daerah menjadi elemen yang tidak bisa ditawar.

“Kami ingin terus berkolaborasi dengan Undana dalam mengembangkan kapasitas SDM di NTT. Melalui kekuatan dosen dan sumber daya yang ada, kedua kampus dapat bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan serta menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Dr. Ajat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jefri Bale juga menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Rektor UT yang baru pada Februari 2026 lalu, seraya berharap kepemimpinan baru di tingkat pusat mampu membawa UT semakin ekspansif di dunia pendidikan nasional.

Akselerasi kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kewilayahan. Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, membeberkan bahwa dalam berbagai diskusi strategis bersama Pemerintah Provinsi NTT, perguruan tinggi terus dituntut untuk melahirkan gagasan dan inovasi konkret yang mampu mempercepat roda pembangunan daerah.

“Kemandirian dan kemajuan pendidikan di NTT tidak akan pernah bisa dicapai jika satu institusi berjalan sendiri-sendiri. Sinergi ini bukan hanya untuk kepentingan internal kampus. Kita harus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk memikirkan solusi tepat bagi persoalan riil di tengah masyarakat,” tegas Prof. Jefri.

Melalui peleburan potensi kedua lembaga, Undana dan UT Kupang membidik penyusunan program-program akademis inovatif yang adaptif terhadap karakteristik wilayah kepulauan NTT.

Sinergi yang diperkuat oleh Undana dan UT Kupang ini membawa dampak krusial bagi perluasan akses dan mutu pendidikan di NTT. Sebagai provinsi kepulauan dengan tantangan geografis yang tinggi, pemerataan kualitas pendidikan sering kali terbentur jarak dan infrastruktur.

Undana memiliki keunggulan pada kekuatan riset, laboratorium, serta jajaran kepakaran dosen tatap muka. Sementara itu, UT Kupang memiliki keunggulan komparatif dalam sistem jangkauan pendidikan jarak jauh (distance learning) yang fleksibel dan inklusif.

Perpaduan kekuatan ini menjadi formula taktis: Undana memasok metodologi ilmiah dan kepakaran teoretis, sedangkan UT menyediakan infrastruktur digital untuk mendemokratisasikan ilmu tersebut ke para guru, aparatur desa, dan pekerja di pelosok 3T NTT yang tidak bisa meninggalkan daerahnya untuk kuliah reguler. Hasilnya, lompatan indeks pembangunan manusia (IPM) di NTT dapat dipacu lebih cepat tanpa tercabut dari aktivitas produktif daerah.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor Undana didampingi oleh Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., dan Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana, Yefri C. Adoe, S.E., M.AP. Kedua belah pihak mematangkan rencana perluasan kerja sama yang tidak lagi sekadar berfokus pada pemenuhan kebutuhan pengajar, melainkan merambah pada integrasi riset terapan dan pengabdian masyarakat. (ben)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *