“Kehadiran ini memberikan semangat dan kebangkitan moril bagi kami yang terdampak, sehingga masyarakat tahu bahwa ketika mereka tertimpa bencana masih ada orang yang peduli,” kata Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus.
KUPANG, MEDIASINTT.COM – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyelesaikan misi kemanusiaannya selama lima hari di beberapa daerah yang terdampak bencana gempa di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Bukan sekadar mengirim bantuan melalui perantara, ia memilih menyusuri Flores dan mengantar sendiri bantuan Pemerintah Kota Kupang ke enam kabupaten terdampak. Perjalanan itu dimulai dari Manggarai Barat pada Selasa (25/8), kemudian berlanjut ke Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende dan berakhir di Sikka, Jumat (28/8).
Perjalanan panjang tersebut tidak selalu mudah. Selain harus menempuh jarak antarkabupaten dalam kondisi pascabencana, rombongan juga mengalami langsung guncangan gempa susulan yang masih terjadi di Flores.
Namun perjalanan belum selesai. Saat hendak kembali ke Kupang dari Maumere, Sikka, penerbangan yang akan ditumpangi Wali Kota dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi. Rute kepulangan pun harus diubah.
Ia kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Larantuka, Flores Timur, untuk mencari alternatif penerbangan menuju Kupang.
Kehadiran dr. Christian di tengah masyarakat terdampak mendapat apresiasi dari sejumlah kepala daerah di Flores. Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, bahkan menyebut dr. Christian sebagai kepala daerah pertama dari wilayah NTT yang tidak terdampak bencana yang turun langsung menemui masyarakat korban gempa.
“Bapa Wali Kota menjadi kepala daerah pertama di NTT yang tidak terdampak yang sudah mau turun langsung melihat kami di sini. Kami merasa terhibur, karena masih ada saudara-saudara yang punya kepedulian terhadap duka kemanusiaan yang menimpa kami. Saya tidak bisa omong banyak lagi, saya terharu sekali,” ungkap Agas saat menerima Wali Kota di Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai Timur di Borong, Rabu (26/8). Manggarai Timur merupakan kabupaten ketiga yang dikunjungi dr. Christian setelah Manggarai Barat dan Manggarai.
Kehadiran langsung tersebut juga mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi NTT asal daerah pemilihan Manggarai Raya, Yohanes Rumat. “Sebagai tuan rumah, saya menyampaikan terima kasih yang luar biasa kepada Bapak Wali Kota Kupang. Karena kesederhanaan, ketulusan dan nilai kemanusiaannya, beliau bisa turun ke wilayah terdampak bencana,” ujar Yohanes.
Ia bahkan memberikan penilaian khusus terhadap langkah dr. Christian. “Menurut saya, dari 22 kepala daerah kabupaten/kota, Wali Kota Kupanglah yang terbaik,” katanya.
Dalam perjalanan tersebut, Christian didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernes S. Ludji, S.STP., M.Si., dan Plt. Kepala Bagian Umum Setda Kota Kupang, Hubertus Mani, SH.
Dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya, Wali Kota membawa pesan yang sama: masyarakat Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian. Pemerintah Kota Kupang menyalurkan bantuan total Rp635 juta. Bantuan tersebut terdiri atas Rp500 juta dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Kupang dan Rp135 juta yang dihimpun melalui donasi ASN lingkup Pemkot Kupang serta aksi penggalangan dana yang dilakukan Christian melalui laga ekshibisi tinju di arena Pameran Pembangunan NTT. Selain bantuan dana, Pemkot Kupang juga menyerahkan paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Namun bagi Wali Kota, nilai terpenting dari bantuan tersebut bukan hanya nominalnya. “Bantuan ini adalah simbol solidaritas kami. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendirian. Satu pulau terluka, yang lain siap membantu. Kemanusiaan tidak memiliki batas wilayah,” tegasnya.
Ia sengaja mengantar sendiri bantuan tersebut karena ingin melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mengajak daerah lain melakukan hal yang sama. “Kenapa saya harus datang sendiri? Karena saya ingin mengajak teman-teman dari daerah lain untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepada warga terdampak di Flores,” katanya.
Wali Kota menyadari Kota Kupang tidak mengalami dampak langsung seperti sejumlah wilayah di Flores. Namun baginya, kondisi tersebut bukan alasan untuk berjarak dari saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana. “Kita mungkin tidak ikut diguncang gempa, tetapi kita ikut merasakan penderitaan mereka,” ujarnya.
Karena itu, perjalanan menuju enam kabupaten tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa solidaritas tidak seharusnya dibatasi oleh batas administratif. Pesan itu dirasakan langsung oleh para kepala daerah di Flores.
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dr. Christian yang datang sebagai wajah masyarakat Kota Kupang membawa bantuan dan solidaritas antardaerah. Menurutnya, kehadiran tersebut memberikan lebih dari sekadar bantuan material.
“Kehadiran ini memberikan semangat dan kebangkitan moril bagi kami yang terdampak, sehingga masyarakat tahu bahwa ketika mereka tertimpa bencana masih ada orang yang peduli,” kata Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus.
Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes., turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota serta masyarakat Kota Kupang atas bantuan bagi masyarakat Ende.
Sementara itu, Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH., didampingi Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi dan jajaran, menilai kedatangan dr. Christian memiliki makna tersendiri. “Kemanusiaan itu menembus batas apa pun. Pertemuan hari ini terasa istimewa karena Pak Wali langsung temui kami di sini setelah melewati perjalanan panjang dari Labuan Bajo dan beberapa kabupaten terdampak lainnya. Kehadiran Pak Wali menjadi kekuatan bagi kami,” ujarnya.
Setelah enam kabupaten didatangi dan bantuan diserahkan, tantangan belum berakhir. Pada hari terakhir di Flores, ketika dr. Christian hendak kembali ke Kupang melalui Maumere, penerbangan dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi.
Ia kemudian mengubah rute dan melanjutkan perjalanan darat menuju Larantuka, Flores Timur. Perjalanan panjang yang dimulai dari Labuan Bajo dan menyusuri enam kabupaten itu akhirnya menjadi pengalaman langsung seorang kepala daerah yang memilih hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka. Wali Kota dan rombongan akhirnya bisa kembali ke Kota Kupang melalui penerbangan dari Larantuka, Sabtu (29/8). (ben)





