Siswa SMA Pandega Belajar Lapangan Pengelolaan Lahan Kering Di Undana

“Kami merasa diterima dan disambut dengan sangat hangat serta dilayani secara maksimal. Siswa kami diberikan kesempatan bertanya dengan leluasa dan saya melihat mereka sangat menikmati proses pembelajaran ini,” kata Jheskia Ngadirun

KUPANG, MEDIASINTT.COM –   Laboratorium Lahan Kering Kepulauan Universitas Nusa Cendana (Undana) menerima kunjungan edukatif (study tour) dari 38 siswa kelas XII dan 5 guru pendamping SMA Kristen Pandhega Jaya pada Rabu (9/9/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan serta memperluas wawasan para siswa mengenai pengelolaan lahan kering dan pemanfaatan sumber daya pertanian di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran strategis Undana dalam mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi modern untuk mengubah persepsi bahwa lahan kering sulit diolah menjadi potensi pertanian berkelanjutan yang dapat diandalkan oleh generasi muda di masa depan.

Kepala SMA Kristen Pandhega Jaya, Jheskia Ngadirun, S.Th., menyampaikan bahwa pemilihan Laboratorium Lahan Kering Kepulauan Undana merupakan inisiatif bersama dari para guru mata pelajaran Kimia, Biologi, Geografi, dan Koding. Langkah ini diambil guna menghubungkan teori yang telah dipelajari para murid di kelas dengan penerapan praktis di lapangan.

“Sejauh ini saya melihat para siswa dapat mengimplementasikan apa yang mereka sudah dapatkan di kelas secara teoritis serta mendapatkan banyak hal baru secara praktis ketika mereka belajar langsung di laboratorium lahan kering kepulauan Undana ini. Ketika berada di lapangan, mereka mulai mendapatkan pencerahan dari materi-materi yang sebelumnya kurang dipahami,” ujar Jheskia.

Jheskia turut mengapresiasi sambutan hangat dan keterbukaan pihak pengelola laboratorium selama kegiatan berlangsung karena fasilitas serta kesempatan berdiskusi yang diberikan sangat mendukung kenyamanan belajar para siswa.

“Kami merasa diterima dan disambut dengan sangat hangat serta dilayani secara maksimal. Siswa kami diberikan kesempatan bertanya dengan leluasa dan saya melihat mereka sangat menikmati proses pembelajaran ini,” tambahnya.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, para siswa diajak mengamati langsung berbagai penerapan teknologi pertanian lahan kering. Salah satu siswa Jurusan IPA, Andien Olivia Taimenas, mengaku terkesan saat mempelajari sistem irigasi tetes berbasis gravitasi yang memanfaatkan kontur kemiringan tanah untuk mengalirkan air, serta penggunaan sistem pengkodingan untuk mempermudah pengendalian dan pemantauan tanaman.

“Senang sekali bisa melihat langsung penerapan teknologi seperti irigasi tetes menggunakan teknik gravitasi dengan memanfaatkan kemiringan tanah sehingga air dapat mengalir. Ternyata lahan kering di NTT memiliki potensi besar jika diolah dengan bantuan teknologi yang tepat,” ungkap Andien.

Melalui keterbukaan akses laboratorium ini, Undana tidak hanya membagikan ilmu teknik penanaman dan pemanfaatan teknologi pertanian lahan kering, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk ikut membangun serta mengoptimalkan potensi daerahnya. (ben)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *